@rendyolii Kebudayaan Melayu yang bersifat umum, bukan spesifik kepada Melayu tertentu. Contohnya, yang mencorakkan pemikiran orang Melayu ialah tradisi persuratan Bahasa Melayu klasik yang lahir hasil dari kedatangan Islam bukan Bahasa Melayu kuno yang sarat dengan pengaruh Hindu-Buddha.
باڬي ساي، بهاس ايندونيسيا سوده چوكوڤ مواكيلي بهاس ملايو دأسيا تڠڬارا دالم حال سيدڠ عموم يونيسكو (UNESCO).
Bagi saya, Bahasa Indonesia sudah cukup mewakili bahasa Melayu di Asia Tenggara dalam hal sidang umum UNESCO.
Perjalanan Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO
#SobatBelajar, momen bersejarah kembali terukir saat Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan Pernyataan Nasional pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Kota Samarkand, Uzbekistan dengan menggunakan bahasa Indonesia untuk pertama kalinya setelah bahasa Indonesia resmi dijadikan sebagai bahasa kerja ke-10 pada Sidang Umum UNESCO.
Penggunaan bahasa Indonesia dalam forum tertinggi UNESCO ini merupakan implementasi resmi keputusan Sidang Umum UNESCO ke-42 pada 20 November 2023 di Paris, yang menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa kerja Sidang Umum UNESCO.
Bahasa Indonesia kini digunakan dalam dokumen resmi UNESCO, pidato Sidang Umum, serta diterjemahkan dalam catatan sidang, konstitusi, dan arsip resmi UNESCO. Selain itu, Bahasa Indonesia diabadikan di dinding batu “Tolerance Square” di Markas Besar UNESCO di Paris bersama sembilan bahasa dunia lainnya. Penetapan ini semakin menumbuhkan kebanggaan nasional, sembari meningkatkan minat penutur asing di lebih dari 54 negara untuk mempelajari Bahasa Indonesia.
Seperti apa perjalanan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi sidang umum UNESCO? Yuk, simak linimasanya pada unggahan ini!
#BahasaIndonesiaMendunia
#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRAMAH
badan me·gha·say
Baru perasan Nismilan pun sebut “meghasay” macam kami Minang Gombak.
“maghasay” maksudnya tubuh/hati kena sakit atau melarat.
jika dimelayubakukan ejanya “merasai”.
di Sumatera Barat lazim disebut “sansai” (Melayu: sangsai) tapi cenderung ke ‘melarat hidup’.
"... dan lagi, gua yang sudah dapet di dalem Kitab Injil pengajar Nabi Daud aken anaknya Nabi Sultan Suléman yang sangat kuasa memerèntah dunia jin dan manusia dan binatang dan angin di dalem perèntahnya kata Daud kepada Suléman:
لَا تَسْتَقِلَنَّ عَدُوًّا وَاحِدًا وَلَا تَسْتَكْبِرَنَّ أَلْفَ صَدِيقٍ
Artinya:
‘Jangan peringan-ringan sedikitken dicapu’-capu’ seteru yang seorang itu. Jangan pula lu besar hati mengharapken lu punya kawan sobat beribu-ribu orang itu.’
..."
—Hikayat Mareskalek
P.S. Saya tidak tahu pasti kutipan Alkitab yang dimaksud oleh pengarang hikayat tersebut.