π¨ Merasa tidak didengar, tensi antara kubu Max Verstappen dengan Red Bull memanas setelah GP Inggris.
Verstappen dikabarkan sudah muak dan sangat frustasi dengan kondisi Red Bull yang belum menunjukan tanda-tanda perbaikan yang konsisten. Hal ini diperparah dengan Verstappen yang merasa saran & masukannya tidak didengar akhir-akhir ini.
Seperti di GP Kanada tim tidak mau mendengarkan sarannya soal setup RB22 dan terbaru di Silverstone tim tidak menuruti kemauannya untuk ganti power unit & ambil penalti.
Selain itu ada kekhawatiran dengan situasi di balik layar yang makin panas. Performa mobil buruk & cara tim menghadapi tekanan jadi sorotan penting bagi kubu Verstappen. Sosok Pierre Wache yang menjabat sebagai direktur teknis dianggap kurang transparan & kurang terbuka terhadap masukan dari pembalap empat kali juara dunia tersebut.
Insidennya di akhir balapan semakin memperparah situasi karena disebabkan oleh faktor yang sama seperti di Austria: malfungsi sayap belakang. Verstappen menyebut insiden itu sangat berbahaya dan dia beruntung karena terjadi di sirkuit dengan run-off lebar.
Saking muaknya Verstappen, dia menolak pencabutan klausul yang sebelumnya diusulkan pihak Red Bull dan ingin membuka opsi soal kemungkinan keluar dari tim dari klausul performa tersebut. Dia juga ungkapkan butuh waktu untuk mereset diri & mental setelah GP Inggris.
π£οΈ: "Saya butuh beberapa hari untuk mereset diri. Saya sudah berusaha sebaik mungkin, lebih dari itu saya sudah tidak mampu. Terlalu banyak hal yang berjalan salah belakangan ini..."