Guys, ada kesaksian dari mantan Ketua DPRD Morowali yang menurut gue paling mengerikan dan paling mengungkapkan yang pernah gue dengar tentang apa yang sebenarnya terjadi di tanah Indonesia yang kaya nikel.
Namanya Irwan Arya.
Ketua DPRD Kabupaten Morowali 2014-2019.
Putra daerah asli.
Dan dia hadir di Jakarta bukan untuk minta jabatan. Tapi untuk berteriak bahwa tanah kelahirannya sudah bukan milik rakyatnya lagi.
Dan ini yang dia katakan:
"Kedaulatan wilayah kami dari ujung Morowali sampai ujung Morowali sudah dikuasai oleh orang-orang asing. Kami tinggal nama di sana."
Dan ini faktanya satu per satu:
Morowali adalah rumah bagi kawasan industri terbesar untuk nikel di Asia bahkan mungkin di dunia. PT IMIP.
Tiga smelter dalam satu kawasan.
Pabrik baja stainless.
Pabrik baterai lithium untuk mobil listrik.
Pelabuhan yang bisa menampung puluhan kapal besar sekaligus.
Nilainya:
triliunan rupiah per bulan.
Satu perusahaan saja PT Vale dalam dua sampai tiga bulan menghasilkan 2 juta ton nikel.
Hitung sendiri berapa puluh triliun omsetnya.
Dan PAD yang diterima Kabupaten Morowali dari semua ini: sekitar Rp200 miliar per tahun.
Perusahaan dapat puluhan triliun.
Rakyat pemilik tanah dapat dua ratus miliar.
"Ibarat dikasih permen sebiji.
Anak kecil dikasih permen."
Dan ini yang paling mengejutkan dan paling mengkhawatirkan:
Sebagai Ketua DPRD lembaga pengawas yang dipilih oleh rakyat Irwan Arya tidak bisa masuk ke kawasan industri IMIP.
Lima tahun menjabat.
Hanya sekali masuk ketika ada peresmian smelter oleh Presiden Jokowi.
Itu pun hanya untuk duduk di acara seremonial lalu keluar.
Selain itu:
ditolak.
Dipersulit.
Diminta komunikasi ke kantor pusat di Jakarta dulu. Lalu tidak ada jawaban yang pasti.
"Kami tidak pernah mendapatkan data.
Berapa TKA yang masuk.
Berapa produksi per bulan.
Berapa yang dihasilkan smelter untuk negara.
Tidak pernah ada."
Anggota DPR yang dipilih rakyat untuk mengawasi tidak bisa mengawasi.
Di tanah Indonesia sendiri.
Dan ini soal TKA yang paling mengejutkan:
Di kawasan IMIP ada bandara khusus yang dibangun oleh perusahaan sendiri Bandara IMIP.
Setiap hari pesawat Airbus dan Boeing mendarat dua sampai tiga kali.
Siapa yang mengawasi?
Tidak ada imigrasi.
Tidak ada bea cukai.
Tidak ada satupun representasi institusi negara di sana.
Penerbangan langsung dari China mendarat di Bandara IMIP tanpa ada pihak berwenang yang memeriksa siapa yang turun.
Sekarang rutenya berubah:
dari China turun ke Manado, ganti pesawat domestik, lalu ke IMIP.
Lebih rapi.
Tapi tetap tanpa pengawasan bermakna di tujuan akhirnya.
Dan ketika ada yang mencoba menginvestigasi TKA mereka dilarikan ke hutan.
"Setiap ada kunjungan investigasi tentang TKA mereka dilarikan ke hutan."
Dan ini yang paling tidak bisa diterima:
Di dalam kawasan IMIP nama-nama jalan sudah menggunakan tulisan China.
Ada apartemen khusus untuk TKA.
Hotel bintang lima di dalam kawasan.
Fasilitas lengkap seperti kota kecil kata Irwan seperti Singapura kalau dilihat dari atas.
Dan di salah satu perusahaan kawasan industri PT Wangsiang ditemukan surat administrasi dengan stempel palu arit.
"Ini fakta.
Saya berani pertanggungjawabkan."
Sementara di luar kawasan jalan berlubang.
Listrik masih sering padam.
Pendidikan gratis yang dijanjikan belum berjalan.
Rakyat lokal susah dapat kerja karena kalah bersaing dengan TKA yang bahkan untuk pekerjaan kasar sekalipun.
Dan ini yang paling ironis dari seluruh cerita:
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah memperingatkan:
Morowali adalah "negara dalam negara."
Sudah ada pernyataan resmi.
Sudah dibahas di level kementerian.
Tapi sampai hari ini Irwan mengonfirmasi DPRD Morowali masih tidak bisa masuk ke kawasan.
Bandara masih tanpa pengawasan imigrasi.
TKA masih terus berdatangan.
Dan tidak ada perubahan yang signifikan.
"Tidak ada perubahan yang signifikan dari rezim Jokowi ke rezim Prabowo.
Kalau bilang ada perubahan belum ada yang bisa kami rasakan."
Dan ini yang paling menyedihkan:
Irwan dipenjara.
Bukan karena korupsi.
Bukan karena kejahatan.
Tapi karena meneruskan voice note tentang warga China yang meninggal akibat COVID di kawasan industri untuk dilaporkan ke Tim COVID Kabupaten.
Dia ditangkap di masjid.
Dituduh menyebar hoaks.
Sementara pejabat yang konferensi pers menyangkal informasi itu tidak ditangkap.
Tidak diproses.
Tidak ada konsekuensi apapun.
"Hukum kita lebih tajam ke bawah, tumpul ke atas."
Dan ini konteks yang harus disambungkan dengan semua yang sudah kita bahas:
Indonesia punya nikel terbesar di dunia. Morowali adalah jantungnya. Nikel dari sana adalah bahan baku baterai mobil listrik yang menjadi rebutan dunia.
Tapi rakyat yang tanahnya mengandung kekayaan itu tidak bisa masuk ke kawasan industri yang berdiri di atas tanah mereka.
Tidak mendapat data tentang berapa yang diambil. Tidak mendapat kesejahteraan yang sebanding.
Dan yang berteriak meminta keadilan dipenjara.
Yang mempertahankan tanah adat dikriminalisasi.
Yang mencoba mengawasi sebagai wakil rakyat dilarang masuk.
Ini bukan hilirisasi untuk rakyat.
Ini hilirisasi untuk modal asing dengan rakyat lokal sebagai penonton di tanahnya sendiri.
Dan pesan Irwan untuk Prabowo yang paling mengena:
"Pak Prabowo, jangan hanya mendengarkan bisikan orang-orang yang selalu bilang beres, baik, dan aman di lapangan. Padahal itu semua bohong. Kami masyarakat bawah yang merasakan langsung."
Kalimat itu adalah kalimat yang sama yang seharusnya didengar oleh setiap presiden Indonesia. Tapi selalu tertahan di pintu istana karena yang masuk ke istana hanya mereka yang bisnisnya bergantung pada presiden tidak mendengar kebenaran itu.
Indonesia punya nikel terbesar di dunia.
Kekayaan yang seharusnya bisa membiayai rakyatnya dengan makmur selama puluhan tahun.
Tapi di Morowali yang paling dekat dengan sumber kekayaan itu rakyatnya masih mati lampu.
Jalannya berlubang.
Anaknya susah dapat kerja.
Tanahnya dirampas.
Yang bersuara dipenjara.
Sementara di dalam kawasan hotel bintang lima menyala.
Pesawat dari China mendarat tiga kali sehari.
Dan tidak ada satupun institusi negara yang mengawasi apa yang masuk dan apa yang keluar.
Mahfud MD bilang: "Negara ini bisa bubar melalui disorientasi, distrust, disobedience, dan disintegrasi."
Morowali sudah di tahap awal dari semua itu.
Dan tidak ada yang memperhatikan karena yang memperhatikan sudah dibungkam.
Gue umur 30 dengan gaji 30jt++ dan tabungan bbrp ratus juta. 2023 gaji gue 40jt++ bahkan sebelum pindah tempat kerja.
Tapi ini bukan konten flexing.
Gue sengaja naro flexing di depan dan pasang foto di bwh biar dapet hooknya, buat kalian yg minat baca dan punya reading comprehension yg bagus, gue mau kasitau hal2 yg bikin gue di posisi skrg, follow kalau suka konten2 gini, gue bahas banyak hal dari marketing psikologis, data, finansial, sampe hal2 random lainnya.
Ke bawah buat baca
1. Dont do what you love, do what you need
Gue lulusan sastra, gue hrs belajar extra dan banting tulang lebih keras biar bisa paham sama data analytics, mulai dr excel ke power bi, tableau, AWS, DOMO, dll
Gue gasuka belajar, tapi demand buat org2 yg menguasai tools2 yg gue sebut tadi itu gede dan gajinya pun jg gede ((btw promo dikit kalau kalian mau belajar tools2 data cek aja link di profile))
Jd semuanya gue telen trs gue just do it, tanpa mikir passion
2. Master what the market needs
Market tuh butuh apa sih? Di dunia yg serba cepat ini, techbros2 itu sangat dibutuhkan, tapi bisa teknis aja tu ga cukup.
Kita tu harus nguasain fundamental dr critical thinking, jangan telen mentah2. Selain teknis, kita jg hrs bisa kasih added value, apa sih yg buat org tuh mau bayar kalian mahal.
If you are good at something dont do it for free
Banyak orang2 indonesia punya skill teknis tp gapunya skill jualan, padhal kt hrs bisa jual diri.
3. Dont be cheap
Kalian tuh kan ada duit ya bisa lah sisihin uang rokok or ngopi or belanjanya buat bayar org ngajarin kalian. Gue tau di negara kita banyak yg aneh2, tapi yg legit jg banyak kok, makanya kritislah dan cek track record.
Jangan pelit2 sama diri sendiri, apalagi buat isi kepala, kalau hrs bayar buat belajar why not?
Sampe sini dulu soalnya mager mau lanjut, kalau kalian baca sampe sini congrats ya kalian da oke lah reading comprehensionnya, cheers!
Stop paying for expensive courses.
I’m giving away 20+ premium courses 100% FREE — worth hundreds of dollars.
1. Artificial Intelligence
2. Machine Learning
3. Cloud Computing
4. Ethical Hacking
5. Data Analytics
6. AWS Certified
7. Data Science and more...
To get it, just:
1. Like & Retweet
2. Comment "ALL"
3. MUST be Following (so that I can dm)
Just wait for the paint to dry, then paint that end.
Moral lesson: If you wait to understand how to finish, you may never begin. Just start, you'll figure it out along the way.
@OpenledgerHQ ⚠️ Today, you train AI for free—your questions, your feedback, your data—while companies earn billions.
✅ @OpenledgerHQ flips the script:
AI that works for you, built by you, owned with you.
This isn’t just “better AI.” It’s a new contract between humans and machines.
🤖 What if AI could show receipts for every answer it gives?
Most AI today is a black box—you get answers, but have no clue why or where they came from.
That’s not trust. That’s guessing.
@OpenledgerHQ is changing the game. Here's how 🧵👇
@JoinSapien@cookiedotfun@GiveRep
3️⃣ Transparent, Auditable AI
No mystery logic or hidden weights. @OpenledgerHQ puts AI on-chain—open, verifiable, and tamper-proof.
4️⃣ Custom AI, No Code Needed
Build your own AI models with your community’s knowledge. Train models with purpose, not scraped noise.
Your Wallet Just Got Smarter—And It's Not Just About Crypto Anymore 🧠🔐
@OpenledgerHQ x @TrustWallet isn’t your average Web3 collab.
It’s a major step toward wallets that understand, protect, and adapt to your behavior—in real time.
@cookiedotfun
Here’s what this means 👇
🐙 AI-powered threat detection before you even sign
📊 Smarter transaction suggestions based on risk
🔗 Onchain proof of every action you take
🧠 A wallet that learns from you—without ever owning your data
@OpenledgerHQ
@OpenledgerHQ@TrustWallet 💡 Bottom line:
In the age of AI, the most valuable asset isn’t just data—it’s meaningful, contextual, and verifiable data.
🔁 Should every future AI model be built on data you can actually trust?
@GiveRep@cookiedotfun@JoinSapien
🔍 Big data is boring. Contextual data is the real revolution.
Everyone talks about smarter AI. But here’s the truth:
Without knowing who created the data, why, when, and where—AI is just guessing.
@OpenledgerHQ 🐙 is fixing that with contextual integrity + onchain attribution.
@OpenledgerHQ 5️⃣ Now add @TrustWallet to the mix 🔐🤝
AI meets Web3 UX. Your wallet doesn’t just hold assets—it thinks, adapts, and warns you before risky moves happen.