Btw I think I need to clarify;
Sebagai pelaku F&B Hospitality business lebih dari 10 tahun:
Gw ngga against upselling practice -- itu memang penting untuk naikin ticket size per customer.
TAPI,
"menjerumuskan" customer dengan cara kasih pilihan tanpa menjelaskan bahwa itu sebenarnya tambahan dan/atau penggantian produk dengan harga baru yang lebih mahal;
That kinda "sales script" adalah sama sekali tidak etis.
Kalau ini merupakan official policy dari perusahaan, maka efeknya adalah short term positive, long term negative.
ARPU (Average Revenue Per User) naik saat itu doang, tapi retention turun. Malah boncos.
Bisa dibuktikan dengan banyaknya reply orang yang kecewa -- dan chance untuk balik lagi jadi repeat customer ya kecil.
Sounds rude? Yes probably.
Tapi percayalah gw ngomongnya sambil senyum kok :D
Dari perspektif store/barista: mending gw protes tapi balik lagi, dari pada diem bae tapi ngga nongol lagi.
Dan gw cukup yakin kalau management yang menaungi coffee shop ini punya 1) mekanisme feedback loop yang cukup oke; dan 2) seleksi bagus sehingga barista yang ada punya communication skill cukup untuk menyampaikan feedback gw ke SPV/managernya.
Gitu.
@myleewz@tq3illl I've been there, but now realized "put your self over everyting is important" cz someone's move are unpredictable, but you know where u want to go
Laluuu dianya bales: saya juga lupa. ππ€£π. LAH NI ORANG SIAPA, MAU CHAT SAPAZI SEBENERNYA LOL >>> langsung blokir takutnya itu wassap penipuan wkwkwkwk
Kocaknya tude, ada orang chat malem, kubales lah iya malem (kirain org kantor, nomernya ga ada nama). Lalu dia bales lagi, lagi apa. Nah bingunglah saya ini siapaaa chat lagi apa. Aku balesin lagi, sorry ini siapa yaa karena saya agak lupa (foto profilnya cowo madep belakang)