This place is not a place of honor... no highly esteemed deed is commemorated here... nothing valued is here.
What is here was dangerous and repulsive to us.
film-film tentang orang kaya yang mengendalikan hidup dan mati manusia bukan cuma ada di squid game atau the hunger games kok.
30 tahun lalu, saat pengepungan sarajevo, muncul dugaan praktik kayak gitu yang dikenal sebagai “sarajevo safari”, ada filmnya. menurut sejumlah laporan investigatif & kesaksian, ada orang-orang super kaya dari eropa that into guns and hunting sengaja bayar mahal buat dibawa ke perbukitan di sekitar sarajevo, lalu nembakin warga sipil yang dikepung di kota itu.
bahkan disebut ada “price list”-nya. anak-anak, perempuan, laki-laki, sampai lansia punya tarif berbeda untuk dijadikan target. menurut sejumlah kesaksian, anak-anak dan perempuan harganya paling mahal. setelah “hunting”, jumlah korban akan dihitung, lalu para peserta bayar sesuai kategori target yang mereka tembak.
semua itu terjadi di tengah genosida dan ethnic cleansing di bosnia yang menewaskan sekitar 100.000 orang, dan mayoritas korban jiwa adalah muslim bosnia. yang sakitnya, lebih dari 8.000 laki-laki dan anak laki-laki muslim dibantai di srebrenica hanya dalam beberapa hari setelah mereka dijanjikan keselamatan jika menyerahkan diri. orang-orang diikat tangannya, ditutup matanya, lalu ditembak, dibunuh pakai granat di lapangan-lapangan besar, lalu dikuburkan di kuburan massal, playbook israel banget, serbia emang dikenal sebagai israelnya eropa kok, bahkan pas peristiwa ini gak luput dari bantuan israel. bahkan sampai sekarang, penemuan-penemuan dari sisa-sisa mayat korban masih terus ditemukan. yang bilang islamofobia itu gak ada di mayoritas masyarakat muslim, just tell them about pembantaian sebrenica, cara pandang mereka menilai realitas dari teori intersectionality itu cacat.
yang bikin makin nyesek, kota srebrenica saat itu sudah ditetapkan sebagai “UN safe area”, area bebas militer, ya orang-orang otomatis pada kesana cari perlindungan, terus dijaga sama sekitar 200 UN army dari belanda buat melindungi warga sipil. pas dikepung, UN army pada diam aja, senjatanya diambil pasukan serb buat bantai muslim bosnia. pas minta bantuan UN, mereka bilangnya pesawatnya lagi diisi bahan bakarnya, jadi semua bantuan datangnya telat pas mereka udah terbantai, kebetulan banget ya.
please take some time to learn about muslim bosnia. nyawa muslim kayak gak ada harganya.
dari bosnia ke palestina, dari eropa sampai timur tengah, muslim terus diopresi, dibantai dan diusir dari tanahnya sendiri.
may Allah avenge them.
Paracaidistas belgas que servían bajo la misión de las Naciones Unidas en Somalia, torturan a un niño somalí sobre un fuego, después de que el niño entrara en la base militar para pedirles algo de comida. (1993)
La misión de la ONU en Somalia se había lanzado precisamente para paliar la hambruna, en mitad de la guerra civil... y esto es lo que hacían los soldados de la ONU cuando les pedían comida.
I don't know man, call me a pessimist, tapi udah berapa banyak cara dan acara upgrade diri? Tapi kita ttp susah cari kerja. Zaman orangtua kita rasanya gk sesusah ini. Kapan kita mengakui kalau ini masalah de-industrialisasi
guys. kalo di sekitar kalian ada yang tidur terus sepanjang hari sampe gamau bangun dari kasur tuh please check them up. bukan malah diceramahin. ajak ngobrol. it might be a sign of high stress or even depression. please aware dan peka about your surrounding esp ur family
Artificial intelligences do not undergo experiences, do not possess a body, do not feel joy or pain, do not mature through relationships, and do not know from within what love, work, friendship or responsibility mean. Nor do they have a moral conscience, since they do not judge good and evil, grasp the ultimate meaning of situations, or bear responsibility for consequences. They may imitate or even simulate, but they do not understand what they produce, for they lack the affective, relational, and spiritual perspective through which human beings grow in wisdom. #MagnificaHumanitas
@rdmakbar Maaf mas saya nggak peduli kata2 sophisticatedmu, saya tetep bilang pemerataan fasilitas jd hal fundamental yg perlu dilihat dulu. Saya ketua yayasan PAUD dan Madrasah Diniyah di daerah. Semua inovasi tech gugur ketika liat wali murid nggak bisa bayar kecuali pake hasil kebun.