one day aku bakal nikmatin jalan sore di edinburgh, makan croissant di paris, beli mochi di jepang, healing ke swiss, aku bakalan sikat abis seisi duniaaa.
Baru males-malesan, tiba-tiba nemu kalimat ini :) :
“Kematianmu, akan datang di hari-hari biasa, disaat rencana-rencanamu yg blm selesai, dan dunia akan tetap berjalan tanpamu. Jadi, hiduplah lebih berani”
Akhir-akhir ini baru sadar kalau aku ternyata termasuk lazy ambitious.
Mimpinya banyak. Targetnya juga banyak. Tapi kelas, loker, webinar, sama info-info pengembangan diri kebanyakan cuma numpuk di bookmark. Pas kesempatan lewat, baru nyesel karena nggak mulai dari awal.
Ada yang pernah ngerasain fase kayak gini juga? Kalian keluarnya gimana????
Buat siapapun, kalau tiba tiba kepikiran mau buka usaha, kepikiran S2, kepikiran travelling ke Eropa and others. Tolong jangan diabaikan yah. Karna itu bukan kepikiran yg biasa aja.
Percaya ga percaya itu namanya hikmat dari Tuhan yg mana kalo kamu struggle for that, dengan sangat mungkin bisa terjadi.
Been there many times. Jangan kecilkan dirimu dengan alasan apapun yaahh
kenapa rezeki dia lancar? karena dalam setiap doanya selalu menbaca:
“Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim, jadikanlah setiap langkahku adalah ibadah. Setiap usahaku adalah rezeki.”
Setiap ujianku adalah sebagai penghapus dosa. Karuniakanlah kepadaku rezeki yang berlimpah ruah seperti air zamzam yang senantiasa mengalir. Aamiin
Kadang bosen ama rutinitas yg sama terus tiap hari. Trus jadi “mbesengut” sendiri.
Untungnya selalu save foto, memori di notes.
Sebagai reminder bahwa hidup yg kurasakan bosan ini, bisa jadi impian orang lain.
Always remember the day one.
Atasan aku (WNA) waktu ada demo beberapa waktu lalu: “Gimana menurut kamu soal orang-orang yang demo?”
Jujur, aku pikir beliau mau komplain soal macet atau hal semacamnya. Tapi aku gak mau jawab bohong.
Aku: “Saya mendukung, Pak. Karena mereka menuntut hak mereka, hak-hak kami yang tidak bisa ikut turun untuk demo.” (Takut sbnrnya jawab begini)
Bapake: “Aku juga mikir gitu. Setiap aku lihat driver aku, art aku, karyawan-karyawa local, orang-orang jualan, liat orang yang desak-desakan di transum… hati aku sakit dan aku ngerasa gak tega. Kalian harus tuntut dan dapatin hak kalian. Udah gajinya gak seberapa tapi masih aja ditindas. Aku dukung banget kalian menuntut.”
Aku dengerinnya sampe speechless.
Gue apresiasi deh ke teman-teman BEM
Tahu banget spot yang cocok dan strategis untuk demo.
Sampai-sampai dihalang sama aparat.
Bundaran HI itu daerah bisnis.
Kalau ada demo besar disana, pasti diliput media internasional
Pasti dilihat investor asing
Pasti dinotice pengusaha dan elit
Dan yang paling penting
Kelas menengah yang ngantor di sekitar SCBD juga bakal tahu soal demo ini.
Kelas menengah ini kan sama-sama dirugikan dari kebijakan penguasa.
Bukan tidak mungkin, mereka akan turun aksi setelah pulang kerja bersama teman-teman mahasiswa.
Dan aksi ini, kalau berhasil.. bakal awet jika dokumentasinya bagus..
Berikut-berikut lagi akan ada aksi selanjutnya
Sampai tuntutan dipenuhi
Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren 🙌🏻😭🔥
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
Pertamax di Indo: 16.250
UMR di Jakarta: 6 jt
BBM di Jepang: 20.000
UMR di Tokyo: 23 jt
😭😭😭
“Tapi pajak di sana juga gede loh….”
TAPI KAN GAK DIKORUUUPPP🫵🏻🫵🏻