Ini lah dampak jika Presiden @prabowo diskusi soal persekolahan dengan Teddy dkk, bukan dengan Menteri yg mengurusi pendidikan.
Minimal diskusi dgn saya pak, akan sy tunjukan fatal sekali kelirunya bapak membela diri tertinggalnya pendidikan Indonesia dibanding Singapura karena Singapura jauh lebih kecil.
Pak Prabowo, sejak 2001, Indonesia sudah mendistribusikan kewenangan pengelolaan sekolah ke Pemda. Ingat dari 2001.
Dulu, sebelum UU Pemda (UU 23/2014), seluruh sekolah formal itu dari SD sampai SLTA dikelola Kabupaten/Kota. Setelah UU Pemda, mulai 2016, kewenangan konkuren pengelolaan SLTA ke Provinsi, sementara SD sampai SLTP tetap di Kab/Kota.
Jadi, jika dibanding jumlah penduduk, luasan daerah, jumlah sekolah yang diurus, maka lebih kurang sama saja antara Singapura dan Pemda. Tapi kenapa tetap saja tertinggal?
Bagi orang yang lama diurusan pendidikan, pasti tahu masalahnya pak, yaitu pemerintah pusat. Dimana Pempus membuat kebijakan yang suka berubah-ubah, mulai dari Kurikulum hingga kebijakan pembiayaan pendidikan. Walau tak menutup mata, ada juga daerah yang tidak beres mengurusi persekolahan.
Ambil contoh yang baru-baru ini saja, kebijakan pendidikan antara Singapura dan Pemerintahan bapak.
Pemerintah Singapura mengambil kebijakan menaikkan gaji guru sekian persen yang mulai berlaku 1 Oktober nanti. Padahal Gaji guru di Singapura sudah sangat tinggi, berlipat-lipat diatas gaji Guru di Indonesia.
Alasan pemerintah Singapura sederhana, Gaji Guru harus dinaikan lebih tinggi dari rata-rata profesi lain, tidak boleh lebih rendah, agar talenta2 terbaik mau menjadi Guru, tidak hanya lari ke profesi lain.
Bandingkan dgn pemerintahan bapak. Bukannya menaikan Gaji Guru yang masih sangat-sangat rendah (tidak manusiawi menurut saya) yang dipikirkan agar talenta terbaik berlomba jadi Guru, malah otak-atik soal buku. Malah punya ide memperbaharui seluruh buku sekolah yang tidak perlu dilakukan karena kita sudah punya BSE atau SIBI.
Belum lagi kebijakan2 ndak jelas arah lainnya, misal MBG dengan anggaran ratusan Triliun yg diberikan ke siswa tanpa kajian. Sementara gedung sekolah untuk memperbaikinya dilakukan bertahap dengan alasan anggaran terbatas.
Negara lain serius dan fokus membereskan pendidikan rakyatnya, pak Presiden. Di Negara kita malah cari-cari proyek di bidang pendidikan yang acap tidak ada hubungan dgn peningkatan kualitas pendidikan.
------------
Kembali soal jumlah penduduk. Besar kecilnya negara, tak boleh dijadikan alasan kenapa pendidikan di negara kita masih tertinggal pak Presiden.
Bapak lihat China, jauh lebih besar wilayahnya dan jumlah penduduknya, serta tingkat kesulitan akses daerahnya juga tinggi, tapi persekolahnnya jauh lebih maju dari Indonesia.
Jika ingin maju persekolahan kita seperti Singapura dan China, ya tinggal Presidennya punya visi dan program yang jelas saja sebenarnya. Dan yang penting, teman diskusinya jangan Teddy pak Presiden. 🤣
Salam
FK
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
KISAH PETANI KENTANG YANG IKUT LOMBA LARI PALING BRUTAL DI DUNIA.
Kisah Sebastian Sawe ini mengingatkanku pada kisah Cliff Young pada tahun 1983, seorang petani kentang yang memenangkan salah satu lomba lari paling brutal di dunia.
Balapan itu adalah Ultra Marathon 875 km dari Sydney ke Melbourne. Kompetisi ini merupakan salah satu kompetisi berat di dunia karena dirancang untuk profesional yang memakan waktu berhari-hari.
Pesertanya berasal dari atlet profesional dari berbagai penjuru dunia, tentunya memakai perlengkapan dan punya pelatih profesional.
Lalu munculah Cliff Young, seorang petani kentang berusia 61 tahun yang ikut lari yang hanya memakai baju sederhana dan sepatu karet. Banyak orang mengira dia hanya bercanda.
Saat ditanya wartawan, kenapa dia yakin bisa bertahan? Jawabannya sederhana. Ketika badai datang, dia biasa mengejar sapi-sapi di ladangnya selama berhari-hari tanpa henti.
Ketika lomba dimulai, Cliff langsung tertinggal jauh. Gaya larinya aneh, seperti “shuffle” (langkah kecil menggeser kaki, bukan lari biasa). Dan semua orang yakin dia akan menyerah.
Tapi saat malam tiba, sesuatu yang tak terduga terjadi. Saat pelari profesional berhenti untuk tidur, Cliff terus berlari. Bukan karena dia lebih kuat, tapi karena dia membuat kesalahan besar. Dia tak membaca aturan yang ada. Dia tidak tau kalau peserta diperbolehkan istirahat.
Jadi dia terus lari dengan gaya shuffle khasnya. Dengan hanya mengonsumsi susu dan kentang, dia lari pelan melewati malam demi malam saat semuanya tertidur.
Saat para atlet bangun pagi, dia sudah puluhan kilometer di depan.
Pada hari kelima, panitia kaget, lomba yang seharusnya selesai dalam 7 hari tiba-tiba hampir selesai lebih cepat dari yang mereka perkirakan.
Cliff tiba di Melbourne pukul 1:25 dini hari, dia menghabiskan waktu hanya 5 hari, 15 jam dan 4 menit.
Dia menang 10 jam lebih cepat dari runner-up. Rekor lama Sydney-Melbourne benar-benare hancur di kakinya. Dia harus kehilangan 8 kuku jari kaki dari lomba lari tersebut, tapi anehnya dia masih bisa tersenyum lebar.
Sebuah kisah yang luar biasa dari seorang Cliff, dia juga membawa pesan bagi kita semua,
"Usia hanyalah angka.
Tidak perlu sempurna untuk memulai.
Yang penting terus bergerak, sebuah langkah kecil bisa membawamu ke garis finish."
Kenapa kisah Nabi Yusuf disebut Ahsanal Qashash? (أَحْسَنَ الْقَصَصِ)
artinya secara bahasa:
“kisah yang paling baik .
Al-Qur’an, Surah Yusuf ayat 3:
Kamu simpan beras 6 bulan aja biasanya udah jadi sarang kutu..
Gimana cara Nabi Yusuf simpan gandum buat seluruh Mesir selama 7 tahun paceklik?
Hampir nggak ada yang rusak atau busuk..
Dan Al-Quran catat instruksi teknisnya cuma dalam 3 kata.Surah Yusuf ayat 47 catat instruksi langsung dari Nabi Yusuf..
"dzaruhu fisunbulih" biarkan gandum dalam tangkainya.
Sekam gandum ternyata adalah natural packaging yg bagus nahan serangga masuk, jaga kelembaban tetap stabil, cegah oksidasi, dan kurangi gesekan antar biji yg bikin cepat rusak.
Gandum yg disimpan utuh dalam sekamnya bisa tahan 10 tahun lebih..
Yang udah dipisah? Jauh lebih cepat rusak.
Ilmu pangan modern baru jelasin ini di abad 20.Arkeolog nemuin situs penyimpanan Mesir kuno bukan lumbung biasa, tapi silo (bentuk beehive atau silinder dari batu bata lumpur).
Dinding tebal stabilin suhu, lantai elevated cegah lembab dari tanah, ventilasi pasif sirkulasi udara kering tanpa listrik.
Hasilnya kelembaban rendah, nggak ada kondensasi, serangga susah masuk. Teknik ini bikin stok grain tahan bertahun-tahun persis yang dibutuhin buat 7 tahun paceklik.Nabi Yusuf nggak cuma tau cara simpan dia rancang sistem logistik skala negara.
Selama 7 tahun subur, setiap daerah wajib setor sebagian hasil panen ke lumbung pusat. Bukan disimpan sendiri-sendiri. Ini sengaja supaya nggak ada yang nimbun, distribusi tetap merata, dan stok nggak hilang karena penyimpanan buruk di rumah tangga.
Waktu paceklik datang, Mesir punya cadangan yang cukup untuk seluruh wilayah bahkan negeri tetangga yang datang minta bantuan.Dalam satu kisah ini berkumpul sekaligus Ilmu pangan, arsitektur, manajemen krisis, hingga kebijakan ekonomi makro yang dunia modern pun masih pelajari.
Belum ada kisah sejarah lain yang sekompleks dan seakurat ini dalam satu rangkaian instruksi.
Al-Quran menyebutnya "Ahsanal Qashash" Kisah Terbaik. Dan sekarang kita tahu, itu bukan sekadar julukan puitis tapi pengakuan atas presisi manajemen yang melampaui zamannya.
Hari ini dalam sejarah, 22 Maret 1873, empat kapal perang Belanda, Citadel van Antwerpen, Siak, Murnix, dan Corhorn, mendarat di Pantai Bandar Aceh. Komisaris Pemerintah Belanda untuk Aceh, Frederik Nicolaas Nieuwenhuijzen mengirim utusan, Said Tahir, untuk menyampaikan surat kepada Sultan Aceh Alaudin Mahmud Syah.
Suratnya berisi agar Sultan Aceh mengakui kedaulatan Hindia Belanda. Sultan menolaknya. Surat-surat berikutnya juga dijawab dengan tegas bahwa Aceh menolak mengakui kedaulatan Hindia Belanda.
Empat hari kemudian, 26 Maret 1873, Belanda menyatakan perang terhadap Aceh. Serangan pertama Belanda mengerahkan 3.000 tentara dipimpin oleh Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler yang tewas ditembak tentara Aceh.
Pada 1874, serangan kedua Belanda mengerahkan 8.000 tentara. Letjen Johannes van Swieten mengumumkan telah menguasai Banda Aceh. Namun, rakyat Aceh terus melancarkan perlawanan.
Perang Aceh menjadi perang terlama, terkuat, dan terbesar yang dihadapi Belanda. Rakyat Aceh pantang menyerah karena didorong oleh motivasi keagamaan melawan kaphee (kafir) sehingga disebut Perang Sabil.
Perang Aceh mengakibatkan korban sangat besar di kedua belah pihak. Di pihak Aceh, sekitar 70.000 orang tewas. Sedangkan di pihak Belanda, lebih dari 2.000 tentara tewas di medan perang, 10.000 tentara tewas karena penyakit kolera dan beri-beri, 25.000 orang kuli narapidana tewas karena perang dan penyakit, serta lebih dari 12.000 terluka.*
🔗https://t.co/FmyRzxtRVC
📷Pengepungan Aceh oleh Belanda, 1873. Tampak gambar panglima militer Belanda, Johan Harmen Rudolf Kohler (kiri) dan Johannes van Swieten (kanan). (Atlas Van Stolk).
Sepenggal Kisah Polemik Hilal
Muhammadiyah- NU dan Jusus Kalla
Kiyai Ahmad Hasyim Muzadi
🔻mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2000-2010 dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015 - wafat Maret 2017
HP Android lo bukan lemot karena tua dan udah waktunya diganti.
Samsung, Xiaomi, Oppo, mereka install 30+ app sampah dari pabrik. Gak bisa di-delete.
Jalan terus di belakang. Makan RAM. Makan baterai.
Lo pikir HP lo udah waktunya ganti. Padahal belum.
Gue bikin Redmi Note 10 yang udah 3 tahun kerasa kayak baru lagi pake cara simpel ini:
Ijazah Bung Hatta dipajang di kampus Erasmus-Rotterdam, Belamda.
Bahkan salah satu gedung di kampus ini dinamakan HATTA Building sebagai penghormatan terhadap Wakil Presiden pertama Indonesia.
Kebayang kan saat itu hebatnya orang Indonesia di mata dunia.
Ijazahnya pasti asli, sampai dipajang segala.
Menghormatinya sebagai Wapres Pertama Indonesia yang pernah menimba ilmu di kampus tersebut. Gak kayak wapres yang cuma bisa bagi-bagi susu…
Credit :
🎥 ajengkamaratih