DEBAT PANAS: KETIKA OPOSISI DIHANTAM PERTANYAAN "SOLUSI"
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan
"Jadi, apa solusi konkret dari Anda untuk program MBG ini?"
Fatimah:
"Wah, kalau saya yang harus kasih solusi, mending serahkan saja proyek triliunan ini ke saya, Pak. Kita deal-dealan tarif dulu di sini, hahah!
Lagian lucu ya, kok malah kami yang dituntut cari solusi? Tugas kami itu mengawasi, bukan memberesi pekerjaan kalian. Dari awal kita semua tahu, MBG ini program yang sarat celah korupsi, minim pengawasan, dan pelaksanaannya di lapangan acak-acakan sampai bikin anak-anak keracunan!"
Mr. TAI:
"Hahaha! Jangan melantur kemana-mana lagi dong, fokus!"
Fatimah:
"Oke, saya jawab serius...
Solusinya gampang: Stop dulu proyek kejar tayang ini! Benahi dulu standarisasi gizinya, perketat pengawasan vendornya, dan hukum mati siapa saja yang berani korupsi di program ini. Jangan jadikan perut anak-anak sekolah sebagai kelinci percobaan politik anggaran kalian! 🔥
Laki laki harus baca ini
Sebagai laki-laki, kalau kamu mau hidup tenang sampai tua, kamu harus belajar sedikit mementingkan diri sendiri, fokus dengan diri kamu, jangan terlalu sibuk mengatur wanita, wanita yang memang baik dan mengerti, tidak perlu kamu atur, yang tidak mau mendengar, juga tidak akan bisa kamu atur, yang sayang sama kamu tidak perlu dipaksa, yang tidak sayang, memang bukan untuk kamu, jadi kalau pasangan kamu tidak bisa kamu atur, ya sudah, biarkan dia menjadi dirinya sendiri, suatu hari, setiap orang akan bertanggung jawab atas pilihannya.
Soal anak juga sama, tanggung jawab kamu sebagai orang tua, jalankan, didik, jaga, beri contoh yang baik, tapi soal dia nanti akan jadi seperti apa, itu bukan sepenuhnya dalam kendali kamu, dalam hidup ini, terlalu banyak hal yang tidak bisa kita kontrol, jadi lakukan yang terbaik, sisanya serahkan, jangan sampai kamu lelah sendiri, stress sendiri, bahkan sakit hanya karena terlalu memikirkan orang lain, karena kalau suatu saat kamu jatuh sakit, siapa yang akan menjaga kamu?
Akhirnya ada campaign yg menarik untuk dibedah. Sebagai marketer, gue ngeliat video ini bukan sekadar iklan bank. Tapi bukti kalo mereka beneran paham kebutuhan konsumen. Kreatifnya beneran “jago”! Unscripted pula karena 10 orang ini gak saling kenal. Lemme explain...👇
Cara kerja intelijen
Mereka Semua sudah tau
Sebelum, sedang dan sesudah kejadian tapi tak bisa bertindak karena keputusan tetap di tangan atasan
Tinggal di analisa saja siapa kepalanya yang menjabat kala itu sampe Kebobrokan semua ini dibiarkan
Kamu mungkin pernah bertanya-tanya. Kenapa pemimpin yang jelas-jelas bermasalah tetap terpilih? Kenapa yang paling lantang bicara kebenaran justru yang paling cepat ditinggalkan?
Dan kamu menyalahkan sistemnya.
Menyalahkan politiknya. Tapi Rasulullah menggambarkan sesuatu yang jauh lebih menggelisahkan, bahwa pemimpin yang buruk di akhir zaman bukan dipaksakan dari atas.
Mereka dipilih Oleh rakyat yang sudah berubah jauh sebelum pemimpinnya berubah.
"Akan ada para pemimpin yang kalian kenal tapi kalian ingkari. Siapa yang membenci, ia terbebas. Siapa yang mengingkari, ia selamat. Tapi siapa yang rela dan mengikuti, ia tidak selamat." - HR. Muslim no. 1854
Dan dalam riwayat lain:
"Akan datang pemimpin-pemimpin setelahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak menjalankan sunnahku. Di antara mereka akan ada yang hatinya seperti hati setan dalam tubuh manusia." - HR. Muslim
Ini bukan metafora. Ini gambaran yang Rasulullah berikan dengan sangat spesifik, tentang kondisi kepemimpinan sebagai salah satu tanda nyata akhir zaman.
Yang paling jarang dibicarakan bukan tentang pemimpinnya, tapi tentang rakyatnya.
Akan datang masa di mana orang mencari pemimpin bukan yang paling jujur, tapi yang paling menyenangkan.
Bukan yang paling amanah, tapi yang berbicara apa yang ingin mereka dengar.
Dan ini jauh lebih berbahaya dari sekadar memiliki pemimpin yang buruk, karena ketika rakyat tidak lagi menginginkan kebenaran, tidak ada sistem pemilihan apapun yang bisa menghasilkan pemimpin yang baik.
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?" - QS. Al-Jatsiyah: 23
Ketika hawa nafsu menjadi standar, bukan kebenaran, bukan keadilan, maka pilihan yang dibuat jutaan orang akan selalu condong ke arah yang sama: Yang paling nyaman didengar. Yang paling tidak mengganggu kebiasaan yang sudah terlanjur nyaman.
Dan pemimpin yang dihasilkan hanya mencerminkan satu hal, kondisi jiwa kolektif dari orang-orang yang memilihnya.
Krisis kepemimpinan selalu berakar pada krisis yang lebih dalam: krisis kejujuran pada diri sendiri.
Rasulullah tidak menggambarkan ini untuk membuat kita menunjuk ke orang lain.
la menggambarkannya sebagai cermin, untuk kita periksa seberapa jauh kondisi ini sudah ada di dalam diri kita masing-masing.
Seberapa sering kita memilih yang menyenangkan daripada yang benar?
Seberapa sering kita diam ketika seharusnya bicara, bukan karena tidak tahu, tapi karena tahu ada harganya?
Perubahan kepemimpinan yang sejati tidak selalu dimulai dari kotak suara. la dimulai dari keberanian setiap individu untuk jujur kepada dirinya sendiri terlebih dahulu.
Di tengah semua yang digambarkan, Rasulullah juga memberikan jalan:
"Berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang lurus setelahku. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu."
HR. Abu Dawud no. 4607
Di zaman di mana kebenaran makin mahal, yang memilih untuk tetap berpegang bukan hanya menyelamatkan dirinya sendiri.
la sedang menjadi bagian dari sekelompok kecil yang keberadaannya, meskipun sedikit, adalah bukti bahwa kebenaran belum sepenuhnya padam.
Copas FB Daily Growth
Tahun lalu, rumahnya kena ganti rugi proyek tol.
Angkanya: Rp 750 juta.
Dia ga pernah pegang uang sebesar itu seumur hidup.
Tim dari proyek datang, ramah, profesional.
Bawa berkas. Tunjukkan angka. Minta tanda tangan.
Dia sudah capek mengurus ini berbulan-bulan.
Dia mau beres. Dia mau selesai.
Pena sudah di tangan.