Sejak Mulyono menjabat, aksi demo apalagi yg demo mahasiswa,
Luar biasa jahatnya tangan oknum aparat.
Ringan sekali tangannya menyentuh rakyat.
Seperti banyak video yg sudah kita saksikan
Mahasiswa diperlakukan seperti penjahat yg harus dihajar habis-habisan.
Tidak jarang main keroyokan
Padahal si mahasiswa sudah tidak berdaya.
Mahasiswa bersuara demi bangsa dan negara
Bergerak demi nasib seluruh rakyat Indonesia
Termasuk demi nasib oknum aparat dan keluarganya.
Makanya saya dkk hampir selalu mengawal setiap aksi mahasiswa turun ke jalan,
Tidak tega melihat mereka diperlakukan sewenang-wenang,
Krn hanya dianggap anak nakal dan tidak paham hukum.
Dan saya sudah sering menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa arogannya oknum aparat dalam menghadapi aksi mahasiswa.
Saya kira tahun 2019 sudah paling ganas
Saat mahasiswa protes mulyono, mahasiswa diserang gas air mata, dikejar dan dipukuli secara membabi buta.
Sampai banyak korban luka bahkan ada yg kritis .
Ternyata 😭
Harusnya Pak Prabowo ingat bagaimana rakyat dan juga mahasiswa dulu mati-matian membela beliau, berkali ambil resiko turun ke jalan, malah sampai banyak korban jiwa.
Dikejar oknum aparat, diserang gas airmata, mobil medis saya dipukuli, peralatan medis saya kocar kacir, TS saya difitnah, bahkan terakhir sempat dada saya kena serempet peluru.
Semua sudah kami alami di era mulyono.
Harusnya Pak Prabowo lebih bijak dan legowo menghadapi aksi rakyat, terutama mahasiswa.
Bukan malah lupa dan lebih-lebih dr mulyono.
Ohya, selama kami aksi turun ke jalan di era mulyono, adanya TNI malah jadi pembela kami.
Setiap ada oknum aparat coklat mau menyerang, Bapak-bapak TNI turun menengahi.
Makanya kami lebih tenang jika ada TNI di lapangan aksi.
Kalau sekarang ??
Sebenarnya apa sih yg harus ditakuti dari aksi mahasiswa?
Apa mungkin mereka melakukan kudeta ?
Apa mungkin tetiba mereka memberhentikan presiden dan wakilnya ?
Apa mungkin begitu mereka masuk, lgsg merubah UU ?
Mereka Hanya ingin di DENGAR !!
Paling keras yg bisa dilakukan mahasiswa sebatas merobohkan pagar rumah rakyat, itupun karena pintunya kalian kunci rapat.
Coba kalian buka pintu, terima mereka, dengarkan aspirasinya
Pastinya tidak perlu ada acara paksa memaksa.
Bahkan menerima mereka hanya untuk sekedar meredam, basa basi saja..itu sudah baik.
Tapi itulah, karena mahasiswa & rakyat yg kritik sudah lebih dulu dianggap musuh.
Pemerintah anti kritik.
Maka kalian tidak mau membuka pintu juga hati dan telinga.
Sampai kapan rakyat dan aparat diadu begini ??
Sampai kapan rakyat dianggap hanya objek ??
#IndonesiaGelap
Lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Gugat Ke MK untuk minta masa berlaku SIM seumur Hidup
Mereka mengajukan uji materi Pasal 85 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ)
Yang setuju
Ayo Dukung & Suarakan
Sebuah potret nyata perjuangan guru honorer di NTT yang harus menembus hutan setiap hari dengan upah yang bahkan tak cukup untuk bensin sebulan. Di saat wacana pemberdayaan warga binaan mencuat, jangan sampai kita lupa pada mereka yang sudah mengabdi dengan tulus meski tanpa kepastian.
Gaji Tak Seberapa, Pengabdian Tiada Tara.
Rp150.000 per bulan. Angka yang bagi sebagian orang mungkin hanya sekali makan, tapi bagi Ibu Guru ini, itu adalah harga dari perjalanan 6 km menembus hutan demi mencerdaskan bangsa. Sudah layakkah kita menyebut ini sebagai kesejahteraan?
BGN tertawa melihat ini. Yustina Yuniarti, guru honorer yang mengajar siswa kelas V di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur harus rela berjalan kaki sejauh 6 Kilometer setiap hari. Yustina diketahui menerima gaji 150 perbulan.
Pesawat TNI AU Sukses Mendarat dan Lepas Landas di Jalan Tol Indonesia!
Saat yang dinanti-nanti sudah tiba, pesawat tempur TNI AU berhasil melaksanakan latihan mendarat dan lepas landas dari ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Lampung, pada pagi hari ini. Pesawat tempur yang dilibatkan adalah fighter F-16 Fighting Falcon buatan Amerika Serikat dan Super Tucano buatan Brazil, selain itu dilibatkan juga helikopter TNI AU yang sangat capable.
Latihan ini bertujuan untuk mempertajam kemampuan TNI AU dalam beradaptasi dengan kondisi perang, skenario nyata, dimana landasan-landasan dan hanggar kita akan dihancurkan oleh musuh, sementara pesawat tempur kita masih harus aktif berperang, isi bahan bakar, re-arm atau isi ulang senjata, serta melakukan perbaikan mendasar yang bersifat sangat darurat.
📸: KompasTV