Jadi jangan ngerasa paling tersakiti, karena di cerita orang lain, bisa aja kita pemeran antagonisnya.
Stay humble, less drama.
Self awareness is way cooler than playing victim.
-2
Semua orang punya sisi munafik, gue juga, you too.
Hidup di dunia fana ini isinya luka yang muter terus. Kadang kita yang kena, kadang tanpa sadar kita yang jadi sumbernya.
-1
Jatuh cintalah kepada seseorang yang siap mengurusmu, tp bukan secara materialistik.
Jatuh cintalah kepada seseorang yang siap mengurus jiwamu.
Jatuh cintalah kepada seseorang yang siap mengurus pikiranmu, seseorang yang siap mengurus hatimu.
-1
Aku lebih memilih untuk nggak ikut arus dan bersikap netral.
Karena masalah orang lain nggak selalu harus jadi masalahku, dan musuh orang lain tidak harus jadi musuhku.
Dan satu hal lagi, jangan mengajak orang lain ikut ke dalam rasa nggak sukamu pada seseorang.
-2
Dalam berteman, aku terbiasa menilai orang dari caranya memperlakukanku, bukan dari cerita orang lain.
Mau sejelek apa pun namanya di luar sana, selama dia baik ke aku, aku juga akan tetap bersikap baik ke dia.
-1
Berjanjilah jika nanti kamu merasa bosan / kamu ada yg baru lg / memang tidak mau dgn aku lg, Kamu harus ngomong duluan ya sebelum aku menanyakan perubahan sikapmu.
Gak perlu takut aku sakit, urusan hatiku itu urusanku. Karena aku gak mau perubahan pelan2 itu lebih menyakitiku.
Jika ada yang tidak tahu cara memperlakukan aku dengan benar, aku bukan marah aku hanya mundur pelan, menjaga diriku dari luka yang sama. Karena semakin aku sayang diri sendiri. semakin aku sadar aku layak dipilih, bukan dibiarkan bahkan dijadikan pilihan.
-2
Aku sedang belajar menghargai diriku dengan cara yang lebih dewasa, tidak lagi memaksa masuk ke hidup siapapun tidak lagi mengecilkan diri demi diterima. Aku mulai memahami bahwa kehadiranku punya nilai, energiku punya harga dan hatiku bukan tempat singgah sembarangan.
-1
aku bertindak seperti wanita mandiri dan dapat menangangi segalanya, karena aku gatau cara meminta bantuan.
jangankan untuk meminta bantuan bahkan hanya sekedar berkata jujur bahwa aku sedang kesusahan rasanya tidak bisa.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, biarkan aku menjadi yang paling diusahakan, dimengerti, dihargai, dan tidak disepelekan.
semoga mendapatkan cinta tanpa meminta, saling menyayangi dan tidak merasa khawatir perihal apapun."
Jika benar takdirku hanya untuk menyaksikan, mengapa hatiku tetap berharap diperankan juga dalam cerita itu ?
mengapa ada ruang kecil di dada yang terus berdoa agar sekali saja, giliranku datang bukan untuk melihat, tapi untuk merasakan?
-3
Barangkali takdirku memang bukan untuk merasakan, melainkan untuk menyaksikan, menjadi penonton sunyi di tepi panggung, melihat orang-orang menjemput bahagianya, sementara aku hanya bertepuk tangan pelan, menyembunyikan getir dibalik senyum yang kupaksakan.
-1