Guys...
IPK 3.87. Ditolak tujuh kali interview.
Temannya IPK 2.86. Interview pertama langsung diterima. Gaji 12 juta.
Dia duduk diam. Ngerasa bodoh. Sampai temannya itu jelasin satu hal yang selama ini dia lakukan salah.
Ternyata masalahnya ada di pertanyaan paling pertama dan paling klasik di setiap interview.
"Ceritakan tentang diri kamu."
Jawaban dia selama ini? Nama, universitas, saya disiplin, teliti, bisa kerja tim.
Temannya langsung bilang, nah itu yang bikin kamu kalah.
HRD itu sudah baca CV sebelum kamu masuk ruangan. Nama tahu.
Universitas tahu.
IPK tahu.
Yang belum mereka tahu cuma satu hal. Kenapa kamu lebih layak dari 30 orang yang duduk di luar sana. Kalau yang keluar dari mulut kamu cuma pengulangan CV pakai suara, mereka sadar itu di detik ke sepuluh.
Temannya yang IPK 2.86 itu jawabnya beda.
Dia bilang IPK-nya segitu karena sambil kerja jadi kurir. Dan dari sana dia belajar satu skill yang tidak ada di silabus mana pun yaitu cara menghadapi orang yang marah karena paketnya telat. De-eskalasi konflik. Komunikasi di bawah tekanan.
HRD langsung nutup laptopnya. Besok tanda tangan kontrak.
Rumusnya namanya STAR.
Situation, Task, Action, Result. Kerangka sederhana yang mengubah curhatan jadi presentasi diri yang menjual.
Bedanya sebelum dan sesudah pakai STAR itu jauh sekali. Sebelumnya cuma klaim kosong seperti saya orangnya teliti. Sesudahnya jadi bukti nyata, ada konteks, ada angka, ada hasil yang bisa diverifikasi.
Dan satu poin yang paling penting dari semua ini.
IPK rendah dengan cerita yang kuat jauh lebih baik dari IPK tinggi dengan jawaban yang kosong.
HRD tidak mencari orang yang bisa ujian. Mereka mencari orang yang bisa kerja.
Kalian tim yang selama ini jawab interview pakai template atau sudah pakai pendekatan cerita seperti ini?