🚨 Garnacho and Chelsea, ITS OVER!. Chelsea don’t see any sense in having the player train with Alonso when he’s not involved in the project. Decided between club and player. Garnacho WILL leave this summer. (@FabrizioRomano)
Sebuah obituari mendalam dari ZenRS mengulas sisi lain dari Andie Peci, sosok pengorganisir sejati yang menghabiskan seluruh detak hidupnya demi buruh dan Bonek Persebaya.
Selengkapnya di web Pandit Football:
https://t.co/r50M3Viqje
Mas, Kanigoro ini jadi pembuka film Pengkhianatan dan sangat dramatis. Pemicunya bukan soal ateis, Mas, tapi yang ini. Perhatikan bae-bae sikap NU di Kanigoro itu. Tetap perluas bacaan, ya, Mas. https://t.co/ERStAmG2C9
Hormat untuk penonton dan tim relawan kemanusiaan yang menyampaikan amanah ini ke garis depan 🙏🏽❤️
Semoga para pengungsi segera pulang dan tanah Papua mendapatkan keadilan.
🚨 EXCL: Manchester United reach agreement with Chelsea to sign Andrey Santos. Deal for 22yo #CFC midfielder worth £48m + £2m easily achievable add-ons & 10% sell-on clause. Permission given to undergo #MUFC medical; personal terms in place @TheAthleticFC https://t.co/TY4qfwhHT4
POV The Athletic, memang ada kontak kaki ke kaki & tarikan baju. Tp intensitas kontak kaya gini dinilai terlalu minim untuk dikategorikan sbg pelanggaran fatal yg kudu diintervensi VAR call back. Ditambah jarak & waktu yg cukup lama. Bahkan defend Argentina sudah balik.
Jadi PR-nya soal threshold/ambang batas keterlibatan VAR sampe mana. Karena sebelum gol Enzo, foul ke Salah ga dicek. Dimana foul tersebut memang minor. Poin threshold ini memang masih jadi subjektifitas wasit.
Dan karena The Athletic yg mengulas, narasi berat ke Argentina tidak muncul. Lebih substantif ke performa wasit karena analisnya juga eks ofisial EPL.
Yaa gitu lah. Panas aja liat pundit-pundit masuisuir di story WA bjir. Bias Mesir-nya kenemenen kakkk.
Tapi yawes, aku gak setuju itu. Mereka juga boleh gak setuju aku. Aman.
Tapi ya, terlepas kontroversi pertandingan tadi, kita seolah melihat Argentina selalu dibantu pihak luar untuk menang.
Kita akhirnya menafikan mentalitas, skill pemain, strategi, ambisi, dan seterusnya. Padahal Argentina punya semua itu untuk menang. Kita harus mengakui.
Ayolah jangan terlalu naif kalau mereka menang dan juara sebab dibantu wasit lah fifa lah. Mereka punya bekal mumpuni memang untuk jadi pemenang.
Pertandingan tadi, dari sisi Argentina, jauhhhh kalo dibanding Paraguay kemaren. Problematik mentok itu.
🚨🚨 Egypt’s Ziko: “The referee is unfair, God is sufficient for me and the best disposer of affairs. He's wasting the effort of an entire nation”.
“The cup is being given to Argentina. They win the World Cup”.