esse cara pagava de santo mas era sonso pra caralho, deixou nas entrelinhas que pegou a Natasha (e em soldado invernal deu um beijo nela), pegou a sobrinha da Peggy e depois ainda voltou pro passado pra pegar a Peggy
Capitão América era um puto filho
Dengan jejak dan track record yang sangat gamblang kok ya ada makhluk hidup sehat (yang akhirnya menyesal) bilang:
"Aku juga nggak mengira seburuk ini"
🤣🤣🤣🤣
Gimana ya caranya menamai duka anak-anak yang … gak pernah neko-neko, gak kriminal, tapi ironisnya malah harus ke psikolog karena JUSTRU dia “anak yang baik”.
Mereka berusaha kasih semua karena percaya jadi anak baik akan membuat mereka aman, tapi ternyata enggak.
imo the concept of "jangan keliatan kecintaan" just to be loved back is so exhausting. i don't get it aslii cs im always gonna be all in with my feelings and if they decide to be toxic or act up yaudah it's their loss 🤷🏻♀️
Aku nggak heran sih dengan sifat aktivis seperti Budiman ini. Sebenernya dia nggak berubah, tapi justru itulah sifat aslinya. Kalau kamu pernah gabung di organisasi kemahasiswaan/pergerakan, kamu akan tahu kalau di sana ada banyak mahasiswa yang mengaku aktivis, bacaannya buku kiri, pemikirannya kritis, tapi sifat aslinya kayak pemerintah: fafifu omong kosong, otoriter, haus kekuasaan, dan senang membungkam kritik internal. Dan ini yang nggak kalah penting, suka mainin anggaran proyek!
Banyak dari mereka yang lantang meneriakkan keadilan di podium demonstrasi, tapi di dalam rapat organisasi justru bertindak layaknya diktator kecil yang anti-kritik. Retorika perjuangan rakyat sering kali hanya dijadikan topeng intelektual untuk memuaskan ego pribadi dan membangun kultus individu di kalangan anggota baru.
Hal ini bukan kejadian yang aneh karena karakter oportunis mereka bangun sejak di bangku kuliah. Mereka nggak pernah benar-benar membenci kesewenang-wenangan atau ketidakadilan sistem yang ada. Mereka kayaknya hanya benci karena bukan mereka yang sedang memegang kendali dan duduk di kursi kekuasaan itu.
Trust me, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Aku nggak menggeneralisir semua yang gabung di organasisasi kemahasiswaan/pergerakan begitu semua ya, tapi … ytta.
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
Gw tetep ngerasa S1 reguler itu dibuka sampe paling engga 30-40 taun. Mungkin beda jalur gapapa, tapi dibuka. Bukan dibatasi ampe 3 taun pasca lulus SMA.
Ada faktor ekonomi.
Ada faktor mendadak jadi caregiver.
Ada faktor lebih lama karena disabilitas (khususnya yg menjadi disabilitas saat remaja/dewasa muda).
S1 negeri yang inklusif ya sebaiknya meminimalisir ageism.
Suddenly, you're 27.
You make your coffee, rush to work, come home around 7, and you're too tired to do anything except eat, scroll on your phone, and pass out.
Then you wake up, and do it all again.
And when Friday comes, maybe you go out, or maybe you're just too tired. Then, out of nowhere, it hits you.
How did everything pass by so quickly?
You don't even feel 27.
You still feel like that 17 year old kid who thought they had all the time in the world.
But somehow, 10 years just disappeared. And you start missing the past. The feeling of being young, excited, and clueless.
But then you realize, one day, you'll miss this, too.
Being 25, being confused, being tired, but still trying.
So maybe the trick is to slow down a bit and actually live this chapter before it also becomes just another memory.
The point is no matter what age you are, you’ll miss these days. Life gets busy sometimes and it’s always a good time to stop and smell the roses.
🗣️Tyler Morton on his Liverpool exit: "I had a few conversations with Slot during the season."
"A lot of footballers can be bitter about not playing and let their egos get in the way, but I’m not that type of lad."
"I personally disagreed with the limited amount of game time I got last season, but that was out of my control. I did everything I could."