Matur suwun gusti Allah sampun di paringi rejeki. walaupun mboten podo kalih liane tapi tak syukuri,
Alhamdulillah, mugo mugo dino niki lan sak teruse dalan ku di lancar ke mbuh niku rejeki, kerjaan lan hal-hal liane sing apik kanggo kedepan e, aminnn :)
-proud ge awak dewe-
Berburu pajak rakyat.
Pemerintah mempermalukan rakyatnya dengan menguber uber kendaraan rakyat yg mati pajak sampai ke SPBU.
Mereka mengaitkan pajak kendaraan dgn subsidi BBM yg sebenarnya sama sekali gak punya korelasi.
Mereka lupa bahwa negara ini didirikan atas kesepakatan bersama dgn tujuan melindungi dan menyejahterakan seluruh rakyat.
Indonesia ini negara,bukan kerajaan yg setiap waktu rakyatnya harus memberikan upeti kepada sang raja.
Tadi pas gua lagi ngantri bayar di family Mart,
tiba-tiba banget di belakang gua ada dua cowo gay.
Dan ini isi percakapan mereka.
G4y 1 : perut aku kok engga enak yah?
G4y 2 : kenapa?
G4y 1 : engga tau dari tadi ga enak aja, apa aku mau mens kali yah?
G4y 2 : mungkin
Dari depan gua nyeletuk.
Sinting lu berdua, dan mereka bales ngatain gua๐๐๐. Ya gua tinggal pergia karena disuruh kasirnya, maksd gua lu cowo jing,jangankan mens DEMAM ja lu mau m4t1 paling!!!
cc:threaddickyiskandar19
- Ke luar negeri
- Pidato yapping
-- Indonesia gelap
-- Kabur aja sana
-- MBG
-- Koperasi Merah Putih
-- Antek asing
- Ke luar negeri
- Pidato yapping
-- Indonesia gelap
-- Kabur aja sana
-- MBG
-- Koperasi Merah Putih
-- Antek asing
- Ke luar negeri
- Pidato yapping
-- Indonesia gelap
-- Kabur aja sana
-- MBG
-- Koperasi Merah Putih
-- Antek asing
- Ke luar negeri
- Pidato yapping
-- Indonesia gelap
-- Kabur aja sana
-- MBG
-- Koperasi Merah Putih
-- Antek asing
...
...
- Ke luar negeri
- Pidato yapping
-- Indonesia gelap
-- Kabur aja sana
-- MBG
-- Koperasi Merah Putih
-- Antek asing
perintis vs pewaris
perintis tidur siang dibilang kaya bayi
pewaris tidur siang jaga tenaga agar produktif
perintis nganggur dibilang males lamar kerja
pewaris nganggur masih mikirin career path yg cocok
perintis naik kendaraan umum dijadiin bahan bersyukur
pewaris naik kendaraan umum brarti pro hemat energi
apalagi gaes??? ๐
Sbg dokter saya cukup sering menyaksikan kematian.
Ada bbrpa adab yg menurut saya penting, baik ke jenazah, keluarga ataupun di rumah duka :
- jgn nanya meninggalnya kenapa
- jgn asal foto jenazah apalagi di upload
- jgn larang keluarga buat nangis
- jgn cari makan (mereka udh kesusahan)
- jgn blg โharusnya sih..โ
- jgn blg msh muda bsa nyari (suami/istri) lg
- jgn blg dpt warisan ga?
- sampaikan ke keluarga jika alm ada hutang atau tanggungan
Ada lagi yg harus di tambahkan?biar kita lbh beradab โบ๏ธ๐๐ป
Seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16), warga Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan.
Ayah korban, Sugeng Riyanto (53), menceritakan bahwa putranya dikeroyok segerombolan orang di Lapangan Gadung Mlaten, Pandak. Ia belum bisa memastikan identitas para pelaku.
"Awalnya, Selasa (14/4/2026) kira-kira jam 21.00 WIB itu, anak saya masih di rumah. Itu dia masih bermain sama keponakannya. Terus sekitar jam 21.30 WIB, saya posisi sudah tidur karena capek kerja," ungkapnya di rumah, Senin (20/4/2026).
Sugeng menuturkan, seorang teman datang menjemput Ilham dengan sepeda motor. Korban kemudian dibawa ke belakang salah satu SMA di Bambanglipuro, sebelum akhirnya dijemput lagi oleh dua orang lain dengan motor Scoopy. Kakak kelas korban yang curiga sempat membuntuti hingga ke Lapangan Gadung Mlaten.
"Setelah sampai di situ, ternyata sudah ditunggu banyak orang. Sekitar hampir 10 orang di situ. Anak saya itu cuma disuruh duduk dan ditanya apa ikut geng tertentu, dia jawab tidak," jelas Sugeng.
Namun, korban langsung dipukul menggunakan selang, paralon, hingga gunting. Lebih miris lagi, ia sempat disundut r*kok dan digilas sepeda motor berulang kali.
"Pada akhirnya, ketika sudah tidak sadar, anak saya mau dipotong telinganya. Kebetulan, gunting itu disahut sama teman anak saya yang tadi buntutin," tambahnya.
Setelah korban pingsan, gerombolan tersebut bubar. Rekan korban segera membawa Ilham ke Rumah Sakit Saras Adyatma. Ia dirawat selama dua hari, namun tidak menunjukkan perkembangan. "Biayanya mahal, per hari bisa sampai Rp10 juta. Karena tidak ada perkembangan, terus dipindah ke Rumah Sakit PKU Jogja," kata Sugeng. (Nei)