"lagian si op maksa jadi engineer padahal gaji ortu cuma segitu, kalo jurusan lain juga ga bakal se sesek itu" GOD FORBID KIDS HAVE THEIR OWN DREAMS I GUESS??? negara gila bikin rakyatnya jadi ikutan gila
The wild thing is, some of yall care more about a child being born than how they’re actually taken care of. It’s easy to say “just have the baby.” until it is YOU. The hard part is making sure that child has the support, care, and quality of life they deserve once they are here.
Ok so Wonyoung has gotten hate for
-Walking
-Talking
-Eating
-Her posture
- Expressing human emotions
- Being polite
I'm hoping to add 'breathing' to this list too so y'all can keep on hating
pemerintahnya belom minta maap soal jugun ianfu dan lainnya. soal prostitusi anak di bawah umur juga belom kedengeran kelanjutannya.
terus ini ada @ANNYAOBAKE mau nipu orang indo dengan tawaran uang. aku infoin ke warga, malah diblokir.
jepang udah kek zionis asia.
ADOR menurunkan nilai gugatan ganti rugi terhadap Danielle dari sekitar 40 miliar won menjadi sekitar 30 miliar won.
Bersamaan dengan pengajuan perubahan tuntutan oleh ADOR, jumlah yang diklaim berkurang hingga beberapa miliar won. Jarang sekali melihat gugatan ganti rugi yang nilainya didiskon sebesar ini.
Awalnya mereka mengklaim sekitar 40 miliar won, sekarang menjadi sekitar 30 miliar won. Karena ada pengurangan sebesar itu, hal ini kembali menimbulkan pertanyaan mengenai dasar perhitungan yang digunakan sejak awal untuk menentukan nilai gugatan tersebut.
probably unrelated tapi kadang gw lumayan sedih we need to get thru the horrors of recruitment process mahadahsyat yg menuntut perfect backgrounds but our literal gov with 10x our salary is mostly a bunch of incompetent people🚶🏼♀️
Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
Yanh perlu kita diskusikan bukan cuma “apakah mereka salah?”, tapi juga “kenapa publik merasa berhak menghukum seseorang lebih keras daripada lembaga resmi?”
Karena sering kali, yang paling menakutkan bukan pelanggarannya, tapi nafsu kolektif untuk menyaksikan orang lain hancur.