Ternyata nonton story temen-temen whatsapp lebih menarik yaa, caption seadanya, foto/video grafik kematian. Tapi terasa dekat dan menyenangkan.
Jadi tau kalo hari ini temen ada yang ngechat tembok rumah. Nilik kebon, ngajak anaknya sepedan, masak sayur bayem. Plis temen-temenku update story whatsapp terus karena aku melu seneng ndeloke 🥹
Jangan dibiasakan asal jeplak sih kalau ga bisa bedain antara pangkalan militer sama fasilitas MRO dari pabrikan pesawat.
Dulu pesawat kita kalau mau overhaul dibawa ke Oklahoma (saya termasuk yg jemput pulang), dengan adanya bengkel pesawat herkules (itupun kalau nanti jadi), herkulesnya Malaysia, Singapura, Thailand dan negara-negara Asia lainnya akan ke Indonesia.
Ibarat di kampungmu dan kampung sekitar ga ada bengkel Honda, trus di rumahmu buka bengkel dengan lisensi Honda, bukannya malah menguntungkan banyak pihak ya?
Dirimu untung karena ramai dan jadi satu-satunya bengkel berlisensi resmi Honda, masy sekitar juga ga perlu jauh-jauh sampai kota buat ngebengkelin motor Hondanya.
Ketemu temen.
Aku punya circle temen yang umurnya 15+ tahun.
Dari SMP sampai sekarang banyak yang udah nikah dan sibuk buat ketemu.
Tapi, kami punya jadwal rutin tiap Jumat malam untuk ... nongkrong.
Yes, cuman duduk di warkop dari jam 7-8 sampai hampir tengah malam.
Ada yang dokter, ASN sampai karyawan bank.
Tapi, pas ketemu kayak bocah semua 😂
Yes, boys will be boys 😄
Di situlah kami recharge mood dan energi.
Para pria pasti tahu nih "The Power of Nongkrong" tuh gimana rasanya.
Mau umur berapa pun kalo udah ketemu teman deket, kepala rasanya plong banget 😁
Bahasa memang bisa menghadirkan salah paham, padahal kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia punya agenda spesifik.
Kompas menulis: "Media Rusia sebut Indonesia MINTA minyak dari Moskwa"
Kalau redaksinya digeser sedikit menjadi : "Media Rusia sebut Indonesia mau BELI minyak dari Moskwa" ceritanya akan lain.
Harga diri terasa diusik dengan kata-kata "Minta" padahal jelas bahwa hubungan dagang dimana-mana ada penjual dan ada pembeli.
Bukan ada peminta dan ada pemberi, kalau acara amal mungkin baru masuk akal ✍️
Ni orang emang jago sih. Cuma diremehkan aja karena latar belakang dan fisik. Dari pada kalian2 yg sok teoritis, disuruh terjun ke lapangan, skill kalian gak ada setai kuku doi. Dalam dunia profesional, Bahlil ini anomali...in some ways, I can relate 😌
Trend menikahi perempuan yang umurnya di zaman dahulu itu sudah biasa dan bukan merupakan sebuah aib.
Artinya, apa yang dilakukan Rasulullah SAW terhadap Aisyah ra. baru dianggap aib oleh para feminist, di tahun² akhir ini saja.
Padahal kalau mau jujur, tidak sedikit raja-raja yang menikahi perempuan yang masih belia.
Di Inggris, Raja Henry VIII pada umur 45 tahun menikahi Catherine Howard di umur 17 tahun. Tragisnya lagi Catherine dihukum mati dua tahun kemudian karena dianggap selingkuh oleh raja. Contoh lain adalah Richard II menikahi Isabella of Valois pada tahun 1396. Richard berusia sekitar 29 tahun, sedangkan Isabella baru 6 tahun.
Di Indonesia, trend menikahi perempuan belia itu juga sdh ada sejak dulu. Contohnya aja, mbah² putri kita itu mayoritas lebih muda jauh dibanding mbah kakung.
Baru pada tahun 70-an disahkan undang² bahwa batas minimal perempuan menikah adalah 16 tahun. Dan terus berkembang hingga di tahun 2019, batas minimal umur perempuan menikah naik menjadi 19 tahun.
Bentar.
Orang2 tuh pada gak paham maksudnya supply bertahan 21 hari ya? Mikir pas lebaran beneran kelar BBMnya? 😭😭😭
21 hari tuh dalam artian klo kita ZERO IMPORT BBM ya inventory BBM kita abis dalam 21 hari. Tapi kalau kita masih impor BBM ya masih ada terus BBMnya.
di jkt, lebih murah masak sendiri atau warteg?
Jawabannya, warteg.
Warteg itu:
- Ngambil profit margin tipis bgt
- Punya supplier yg jauh yg lebih murah dari supermarket / pasar di kota
- mereka nggak gaji pegawainya terlalu tinggi
- imej usaha rakyat "kecil": bisa jual derita
Considering harga dan effort nya, memang jauh lebih baik makan di warteg. they're basically cooking it for free
hitungannya lebih menarik once kita lihat makanan luar negeri kyk makanan jepang dan italia.
di restoran mid-high untuk makanan negara tersebut yg bahan bahan per porsi nya 15 ribuan, mereka jual bisa sampe 70-150 ribuan. apalagi makanan itali, apaan anjing pasta sama tomat kaga pake protein lu jual 110 ribuan. ini karena:
- mereka pake supplier yg harganya lebih mahal, export quality ingredient
- organisasi nya kebanyakan lumayan mahal gaji karyawannya
- masuk makanan scr image "mewah" -> ormas, orang pajak narget, sbg kelas menengah yg kudu diperas sekering mungkin
Intinya, beli warteg, belajar masakan itali
Kabar gembira 🎉
Rute Terminal Bekasi - Harapan Indah kini direaktivasi kembali menjadi layanan Trans Bekasi Keren, selama masa uji coba tarif dikenakan Rp0 dan wajib tap menggunakan kartu uang elektronik.
Wajib naik dan turun di titik yang sudah ditentukan ya teman.