Sakit itu gak cuman karena fisik, tapi juga karena mental.
Aku sadar kalau akhir-akhir ini lagi stres berat karena skripsi (prioritas), ngonten, dll. Makanya ketika mental terganggu, imun tubuh juga terganggu, apalagi karena pancaroba.
Buat temen-temen, jaga kesehatan ya! Zaman sekarang tubuh kita rentan banget untuk drop. Banyak-banyakin pola hidup yang sehat serta bersyukur setiap hari😉.
Kecuali bersyukur jadi WNI, kalau itu marah-marah aja mending🤬.
Seminggu full sakit cuy karena pancaroba😓
Habis pulang dari Surabaya hari Senin, tiba-tiba Malang jadi dingin banget. Sampai aku demam tinggi, meriang, flu, sakit tenggorokan.
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻o o🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻o o🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻o o🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻
sinanggar🙏🏻tullo a tullo 🙏🏻
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
Hi, Daffa Odon di sini! Saya bakal gunain akun X ini untuk update tentang kehidupan, aktivitas, prestasi, dan lain-lain yang mungkin kurang cocok buat jadi post di IG.
Anggap aja ini akun yapping dan isinya berbeda banget dengan IG-ku☺️
🚨ALASAN INVESTOR KABUR DARI INDONESIA.
Mindrasos baru saja nonton YT The Generalist yg berjudul, "Hard Truths from Indonesia's Startup Scene."
Beberapa alasan investor kabur dari Indonesia adl:
1. Korupsi di level operasional.
Martyn bercerita bahwa dia mendapat tagihan pajak senilai $100.000. Kemduian, pejabat Indonesia mengatakan bisa mengurangi tagihannya asalkan membayar $20.000 kepadanya (pejabat indo).
2. Indonesia krisis meritokrasi
Banyak pendiri startup bukan berasal dari kalangan inovator teknis yang membangun solusi dari nol, melainkan didominasi oleh kelompok elit atau jejaring keluarga kaya (privilege). Hal ini membuat akses modal lebih didasarkan pada nama besar atau koneksi, bukan performa bisnis yang sehat.
3. Birokrasi Indonesia bersifat memeras
Martyn menyoroti lingkungan yang proteksionis dan birokrasi yang terkadang bersifat memeras. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi aturan konten lokal yang tidak masuk akal, serta kesulitan mendapatkan dukungan nyata.
4. Ilusi Demografi dan Pasar '270 Juta Penduduk'
Martyn menekankan bahwa narasi besar mengenai jumlah penduduk Indonesia sering kali menyesatkan karena tidak dibarengi dengan analisis daya beli. Dengan PDB per kapita di bawah $5.000, model bisnis B2C yang menargetkan massa sering kali gagal mencapai profitabilitas tanpa subsidi 'bakar uang' yang terus-menerus.
5. Akhirnya pilih kabur ke Singapura
Di Indonesia, kepastian hukum, transparansi, dan kepercayaan investor global sudah punya reputasi buruk — ditambah isu fraud yang berulang — membuat investor internasional enggan masuk. Singapura beri semua yang Indonesia belum mampu jamin.