Mencintaimu, tidak pernah ada dalam rencana hidupku. Namun, dengan alasan yg sama sekali belum ku pahami. Allah menempatkan mu menjadi bagian terbaik di hati dan ingatanku. Jadi, ketika nanti kamu menanyakan alasan mengapa aku bisa sejatuh ini mencintaimu, aku tak bisa menjawab.
Sebab sampai hari ini pun, tidak ku temukan jawaban nya, aku berharap perasaan perasaan baik buruk ku dalam mencintaimu tidak merepotkan mu, semoga perjalanan perjalanan sulit ini menjadi sesuatu yang di hitung oleh allah sebagai bentuk perjuangan.
Jika engkau bertemu orang baru nanti, kutitip separuh hati ku lalu tempatkan di sela sela hati antara kalian, Agar engkau tetap menjadi sempurna ketika terluka.
Memaklumi kekurangan dan berusaha untuk bisa terikat satu sama lain.
Letihmu, penatmu, bahkan masa jatuhmu, juga ikut serta dalam perjalanan hidupku.
Karna hanya jika bahagia sesaat saja mungkin sekarang aku tidak di sampingmu lagi.
Perihal mengapa aku terus bertahan di sini adalah bukan hanya karna menerima bahagia yang ada saat ini, tetapi bagaimana aku bisa menerima rasa sakit, kesedihan, kegelisahan, kekhawatiran. Bahagimana aku mendekap erat isi kepala dan hati dengan tidak baik-baik saja.