- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
"Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta"
Merindiiiing dengernyaaa sampe ikutan nyanyi 😭
TNI jelaskan alasan kerahkan prajurit di Bundaran HI:
- Atas permintaan resmi kepolisian bukan inisiatif sendiri
- Hanya sebagai bantuan bukan mengambil alih fungsi polisi
- Tidak tangani massa langsung hanya siaga kalau situasi memburuk
- Polisi tetap di depan TNI di belakang sebagai cadangan
dan bisa bisa POLRI bilang belum dapat surat
tapi kok bisa minta bantuan ke TNI ?
mau bohong apalagi nih polri ?
“Ngapain demo sih, bikin macet doang.”
Eh kimak!!! Gegara ada orang-orang yang mau turun ke jalan, lu bisa nikmatin hari libur, THR, upah minimum, hak cuti, hak pekerja sampai kebijakan yang direvisi gara-gara tekanan publik dan banyak hak lain yang sekarang dianggap biasa. Banyak hasil yang lu nikmatin tanpa harus ikut kepanasan, teriak-teriak, atau ribut sama aparat di jalan. Jadi mending mingkem kata pocong. Nyepongin pemerintah juga jangan bego amat. Kritik itu bukan makar, demo itu bukan dosa. Lucu aja, tiap ada yang protes dibilang bikin macet. Lah kalau dulu semua orang nurut dan diem, mungkin banyak hak yang sekarang lu nikmatin nggak bakal ada. Demo memang bikin macet jalan. Tapi yang lebih bikin sesak itu mental budak yang nganggep pemerintah selalu benar dan rakyat harus selalu diam. Pantex.
@bgkiting Yang udah sebagai ahli aja ngasih masukan dianggep didanai asing lah, dinyinyir lah.. mbok ya yang bener kalau nanggepin kritikan.. jangan dinyenyein. Ngece itu namanya
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?