Lost my spark-nya lagi kenceng banget akhir-akhir ini. Lagi males ngejar apa pun, males berharap ke siapa pun. Cuma pengen menjalani hari ini karena emang masih bernapas aja. No target, no ekspektasi, cuma survive mode on.
Kalau satu-satunya cara kamu menyampaikan kekesalan adalah dengan menghina orang di social media, maybe the problem isn’t the person you’re talking about
Marah itu manusiawi. Tapi kalau sampai maki-maki orang di public space pakai kata-kata yang nggak pantas, that’s not being honest, that’s being immature.
nemu kata kata baguss bgttt:
“Level ketenangan tertinggi itu datang saat kita engga lagi haus untuk dimengerti, divalidasi, diapresiasi, diakui, dikagumi, atau dikasihani. We just start living mindfully and accepting life as it is. Because at that point, you finally find peace”.
ternyata bener ya trauma tuh kayak lu mengalami accident, gak mati, tapi cacat seumur hidup.
“time will heal, time never heals its just adapt the pain”.
“jangan anggap 1 mnt mu sama dengan 1 mnt orang lain, 1 mnt saat ini nanti nya bisa membuat perbedaan puluhan tahun." 🥹
beberapa org gabisa lupa sama luka masa lalu apalagi hinaan dan bullying