Lucu, geli, campur jijik membaca tweet buzzer-2 politik. Mereka berpendidikan tinggi: Doktor, Master, Dokter, Insinyur, lulusan dalam dan luar negri bahkan ada yg professor. Umumnya mantan pejabat yg dipecat, legislatip, dosen yg jelas gagal dan pelaku korupsi saat menjabat....
@BennyHarmanID Bukannya Rakyat Bersama Presiden yg sudah sungguh-2 mensejahterakan rakyatnya. Kalau ada politisi dan partai politik yg mau merusak proses kemakmuran Rakyat Indonesia...anda berhadapan dgn Rakyat Indonesia....
@realAmienRais Rakyat Indonesia, sudah berani melawan Politisi Zalim, maka tidak pernah terpilih...kan...?. Politisi Zalim yg merusak tatanan berbangsa dan bernegara....
@msaid_didu Orang ini sakit, tol berbayar itu untuk mengembalikan utang yg dipakai untuk membangun...blok. Disisi yg lain teriak utang membengkak....๐๐ค
Pemikiran dan statemen terbodoh adalah kata perubahan, saat perubahan dan pertumbuhan ekonomi terbaik sedang berlangsung. Sejarah dan Fakta menjadi saksi: " Mereka " yang gaungkan kata perubahan miskin prestasi dan sumber proyek mangkrak saat berkuasa. Hambalang oh Hambalang...
Buya Syafi'i Ma'arif wafat pada tgl 27 Mei 2022. Gambar ini adalah pertemuan terakhir saya dengan beliau pada awal April 2021, setahun sebelum wafat. Ketika itu kami sudah janjian (meski berkali2 batal karena fluktuasi Covid) untuk menyerahkan buku saya yang ke-3 berjudul "Intoleransi & Radikalisme; Kuda Troya Politik dan Agama". Dalam buku itu ada tulisan saya berjudul "Teologi Maut" yg mengulas pemikiran Buya terkait radikalisme.
Buya hidupnya sangat sederhana, tapi kaya dengan ilmu. Logatnya yang sangat minang, menambah daya tarik tersendiri ketika membahas pemikiran Fansuri, Alisyahbana, Habermas hingga Fazlur Rahman.
Buya adalah salah satu yg mempengaruhi saya dalam membangun rasionalitas berfikir ala "middle-path's way". Termasuk ketika melakukan bedah komparasi manifesto politik Sayyid Qutb, "Ma'alim Fitthariq", dengan pamflet Vladimir Lenin, "What is To Be Done" dan "The State & Revolution". Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, kami berdiskusi dan menemukan simpul menarik, bahwa cita-cita Pan-Islamisme Ikhwanul Muslimin di Mesir memiliki protokol yg sangat mirip dengan kebangkitan komunisme di Petrograd.
Kita kehilangan Buya dan para pemikir hebat lainnya yg semakin langka. Di tengah munculnya beberapa orang yang tadinya kita kira pemikir, ternyata malah terjebak dalam pragmatisme caci maki politik.
Untuk Buya Syafi'i Ma'arif dan para pemikir hebat lainnya yg telah mendahului kita, lahumul fatihah...
Belakngan ini sy diserang scr masif di medsos. Mgkn krn sy aktif bergerak di akar rumput utk membangun perlawanan kolektif thd Politisasi Agama. Rupanya ada yg gelisah & terganggu. Ini indikasi bhwa gerakan sy sdh tepat sasaran.
Catat; sy tak akan berhenti! Demi keutuhan NKRI!๐ฒ๐จ
@islah_bahrawi Wow... jadi semakin memahami, terimakasih Ustad. Perjuanganmu sungguh mulia, menyelamatkan umat, yg sudah tersesat dan disesatkan oleh kepentingan ambisi politik sesat...
Dulu, Metro TV itu Metro Tivu. Anies dituding Syi'ah saat jd menteri.
Skrg, stasiun tv "versi langit" hanya Metro TV & Anies politisi paling Sunni.
Sadar gak, postulat politik itu hanya jadiin org awam sbg mainan;
"Elit politik sibuk memilih kawan, org bodoh sibuk memilih lawan."
Alhamdulillah. Sosialisasi "Melawan Politisasi Agama & identitas, serta Sosialisasi Fiqh Peradaban NU" trs bergerak! Dr kota ke desa, darat & udara. Menyebarkan anjuran agama & politik berbasis toleransi, kemanusiaan & kedamaian utk NKRI.
#lawanpolitisasiagama#lawanintoleransi