▶️ INILAH CINTA YANG DIBERKAHI & CINTA YANG MENYAKITI
Sebagian orang keliru menganggap bahwa batasan-batasan dalam syariat Islam—seperti larangan mendekati zina—adalah sebuah beban yang mengekang kebebasan. Padahal, Allah ﷻ tidak pernah mengunci fitrah manusia untuk mencintai lawan jenis, melainkan menyediakan pintu yang jauh lebih terhormat, berkah, dan membahagiakan, yaitu melalui pernikahan.
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah." (QS. An-Nisa: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa syariat hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk mengatur yang terbaik bagi manusia. Perbedaan antara jalan yang halal dan yang haram sangatlah nyata sejak awal melangkah. Hubungan yang didasari zina selalu dihantui ketakutan, kecemasan, dan rasa malu yang mengganggu ketenangan hati, serta membawa dampak buruk bagi kejelasan nasab anak di kemudian hari.
Sebaliknya, pernikahan yang sah dimulai dengan kebahagiaan dan penghormatan dari semua orang. Bahkan, pemenuhan kebutuhan biologis di dalamnya dinilai sebagai ibadah yang mendatangkan pahala dan melahirkan generasi yang baik.
Mari kita meluruskan sudut pandang dalam menyikapi setiap aturan agama. Larangan dari Allah ﷻ bukanlah pembatas kebahagiaan, melainkan bentuk perlindungan agar kita tidak terjebak dalam cinta yang menyakiti dan merusak masa depan.
Allāhu a‘lam bish-shawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#gazwahtv #kajiansunnah #dakwahsunnah #muliadenganislam
▶️ MUDAHKAN ORANG LAIN, MAKA ALLAH AKAN MEMPERMUDAH URUSANMU
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/IfjeeSKqly
Memudahkan urusan orang lain adalah kunci dimudahkannya urusan kita oleh Allah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
“Barang siapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim: 2699)
Terutama dalam hal utang, memberi kelonggaran waktu atau bahkan memaafkan termasuk bentuk kebaikan yang besar di sisi Allah. Demikian pula, menutup aib sesama akan menyebabkan Allah menutup aib kita. Maka, carilah pahala dan kemudahan dengan menjadi jalan kemudahan bagi saudara kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ringan tangan dalam membantu, dan memudahkan setiap urusan dunia dan akhirat kita. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bish-shawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
Pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat perlu bersinergi untuk mengangkat sorgum dari pangan alternatif menjadi pangan utama. #Headline https://t.co/qezhW4hPdv
Membuka Pabrik Vaksin di Negara Singapura dg sendirinya pajak dll akan mengalir ke negeri itu, sementara Uji Vaksinnya memakai Rakyat Indonesia.
Miris gak ya ???
Masih Ingatkah?
Ketika President Trump terpilih dan dilantik, ia langsung memutuskan keluar dari WHO dan menolak Pandemic Agreement aerta IHR (International Health Regulations) Amendment karena dianggap melampaui kedaulatan kesehatan nasional negerinya.
Begitu pula dengan Presiden Putin.
Mantan Menkes Ibu Siti Fadilah Supari juga menitipkan pesan bahwa kedaulatan kesehatan adalah garda terakhir ketahanan suatu bangsa.