โ
โ
๐: Akun ini akan berganti rupa โ serta jiwa. Pada kawan dan pemirsa nan telah bersapa, dalang menghaturkan seribu rasa terima kasih. Mari berinteraksi bersama lakon selanjutnya.
โ
โ
+ "...Bisakah kau berikan gantungan itu kepadaku?" Matanya menenggelamkan seluruh sosok puan dalah gelap pribadi yang menerkam. Tetek-bengek manis berupa kesukaan gadis telah diabaikannya.
"Aku akan membeli, berapapun harganya."
๐: @caelestistella
@caelestistella Merona paras dara yakinkan diri bahwa cinderamata berupa cantolan benarlah hal tercantik. Selangkah telah dijejak. Wira jangkung menunduk dekat. Sungguh lekat hingga mungkin, panjang bulu mata blonda dapat engkau hitung jumlahnya. +
"Oh..." Mata segera mengatup. Yang gadungan mencuba bertolak pandang kala ketika papas ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ถ๐จ๐ข๐ด ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ.
+ mengetahui kecantikan dari barang itu. Maka, diangkatnya dagu sederajat. Pandangan di balik panjang bulu mata menelisik dari miringnya elok rupa. Ia tampak enggan menoleh penuh sebab 'tak mampu memutuskan.
"Menurutmu barang itu cantik?"
๐: @caelestistella
@caelestistella Mata jatuh terus kepada benda nang tergenggam di jemari halus dara. Kedua bolaโsewarna pekat samudera kala badaiโmenelan segala rupa benda kepada tatap dalam lagi rakus.
"Hm... Ya." Ia tiada peduli dengan siapa tengah bertutur. Sungguh, hasratnya hanya untuk +
"Beritahu aku bila kamu menemukan barang cantik."
Lantunnya di lorong perniagaan laksana ombak pagi nan santun memeluk pesisir. Acak ia bicara kepada siapa jua sosok yang mendengar.
โ
โ
Surat. Dari Leonardo.
Disambar tenggelam ke dalam sorot biru laut yang serakah. Lengkung tipis tercetak manis di bibir sempurna memesonakan si pelayan pengantar surat. Namun, sejemang amplop dirobek pisau, Elbert tertegun.
'Tak pernah ia jumpai tulisan seunik ini.
โ
โ
Lantas bergulir mata bola dari secarik kertas kepada lukisan.
"...Apel?" Sedikit miring jemala. Helai-helai blonda sang teruna ikut jatuh menjuntai laksana benang emas. "Hm..."
Ia perlu menenggelamkan diri ke dalam arti tulisan tangan Leonardo lebih dahulu.
Di tengah gelombang manusia yang berjejal keluar, deruji sempurna Tuan Elbert berhasil menangkap sepasang bahu sang dara. Ditahan olehnya Okuni dari langkah maju. Paras tuan yang biasa tenang bagai patung porselen kini menggaris ekspresi sekeras rindu dan khawatirnya.