Kini Gerung sudah Girang
Kamus di kepalanya tak lagi garang,
Celotehnya yang dulu tajam namun kadang garing,
Kini tersaji rapi di atas piring.
Dulu ia lihai meng-giring akal lelah,
Meneriaki mereka yang di istana sebagai garong,
Atau menyindir penguasa yang gemar merayap di gorong-gorong.
Sekarang, lakonnya bergeser mirip Gareng,
Senyum-senyum di kursi empuk,
Menyaksikan ludahnya sendiri asyik di-goreng.
Kini Gerung sudah Girang,
Tidur nyenyak di ranjang yang dulu habis-habisan ia serang.
Aku juga pernah jauhin orang karena pas kita ketemuan, dia ngejek aku di depan temen baru kita yang gak tau apa-apa kalo aku pernah (kejebak) kerja di perusahaan pialang dan di umur 22 belum bisa naik motor. Sejak saat itu, gak peduli dia baik, aku tetap putus kontak sama dia.
aku pikir orang jahat yg beneran jahat tanpa sebab tuh cuma ada di sinetron, ternyata di real life beneran ada orang yg sejahat ini ya? ini juga bisa dibilang tanpa sebab, cuma demi kepuasan buat dia.
gue pas liat berita sekilas cuma, "oh pak purbaya dipecat. emang pasti bakal kejadian sooner or later."
tapi pas tau dipecatnya WAKTU LAGI RAPAT dan LEWAT TELEPON, langsung ngeblank pikiran gue... kayak hah? dipecat pas rapat? apa ga bisa nunggu selesai dulu? etikanya di mana?😀
KALIAN LEBIH PERCAYA MEDIA LUAR ATAU LOKAL TERKAIT PEMBERITAAN KEBAKARAN DI KALIMANTAN?
karena media luar benar benar menguliti masalah ini dari sisi yang paling dipertanyakan, seperti:
- The Guardian: menyoroti praktik tebang-bakar dan kedekatan api dengan habitat orangutan, membangun narasi bahwa karhutla berkaitan dengan kerusakan lingkungan yang lebih besar.
- ABC News: mempertanyakan efektivitas penegakan hukum dan menekankan bahwa dampak asap sudah menyeberang ke Malaysia hingga mengganggu ratusan ribu siswa.
- Al Jazeera: menggambarkan karhutla sebagai krisis kemanusiaan, dari keterbatasan perlindungan relawan sampai jutaan orang yang terancam gangguan pernapasan.
- Reuters: kenaikan hotspot di Kalimantan menjadi indikator bahwa situasi kembali memburuk dan menguji kesiapan mitigasi pemerintah.
- AP News: menyoroti keterbatasan tim darat dalam menjangkau titik api terpencil, sekaligus memperlihatkan persoalan tata kelola lahan gambut.
- Mongabay: degradasi biodiversitas dan ancaman langsung terhadap habitat orangutan di Kalimantan.
- Amnesty International: karhutla diposisikan sebagai krisis hak atas kesehatan dan lingkungan yang sehat, bukan cuma persoalan kebakaran biasa.
bahkan media seperti BBC menyoroti empat perusahaan yang diselidiki terkait karhutla di Kalimantan, sekaligus mempertanyakan apakah penegakan hukum akan benar-benar menyasar seluruh pihak yang terindikasi terlibat
Kebakaran Kalimantan makin disorot media internasional! 😭🔥
Bukan cuma negara ASEAN, Jepang dan negara lain juga mulai geram. Para peneliti sudah tahu salah satu penyebabnya: land clearing for palm oil.
Ada bapak bapak pejabat kalteng yang video rapat online-nya kesebar karena katanya anak anak jangan diliburin karena tar MBG pada tutup juga.
Iya sih ayam asap enak. Tapi makan ayam sambil ngisep Asap sih gak enak pak!
Itu juga kalau menunya ayam.
KALIAN HARUS TAUU!!
apa yang terjadi di Gunung Ungaran :
> menteri ESDM bahlil lahadalia terbitkan SK izin eksplorasi panas bumi 55 MW di gunung ungaran dan telomoyo tanpa sosialisasi terbuka ke warga setempat
> lokasi pengeborannya parah banget. terletak persis di dekat kawasan situs cagar budaya bersejarah candi gedong songo
> WALHI dan warga soroti ancaman fatal rencana pengeboran 2.200 meter yang berpotensi mematikan sumber mata air vital masyarakat
> ekosistem hutan lindung lereng gunung dipertaruhkan demi proyek BUMN (PLN & Geo Dipa Energi) tanpa memikirkan risiko longsor dan ekologis
> rakyat yang disuruh nanggung risiko bencana alam dan krisis air, sementara izin proyek diterbitkan ugal-ugalan di atas kertas
Neneku dari dulu selalu pesen, “Kalau nolak cowok baik-baik ya.” atau “walaupun kamu gak suka, tetep baik ya dek sama dia. Kita gapernah tau orang kalau sakit hati bakalan ngapain” Imagine having to bear someone’s lack of emotional regulation for the rest of their lives.