Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀
Banyak jawaban drtadi di tiktok ama beberapa twit:
“Kan yg naik pertamax, bukan pertalite”
Justru itu problemnya.
Akhirnya yg konsumsi pertamax bakal beralih ke pertalite. Karena slisihnya terlalu jauh.
Lanjut ke pertanyaan kedua
“Itu event dan cafe kenapa rame?”
@profesor_saham Genjot pajak 🤣 hal yg bisa bisa dilakuin pemotongan fasilitas pejabat, bensin pake duit sendiri gausah reimburse, pemeliharaan mobil pangkas, rumah dinas, telekomunikasi potong tuh, lumayan irit pasti
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
SD di Singapura dan Hongkong
SMP di Malaysia dan Swiss
SMA di Inggris
Tapi 10+6=17
1 sama 7 delapan.
Dan para hadirinpun tepuk tangan.
Apes bener ini negara.
Pertamax Naik, Warga Pilih Ganti ke Pertalite.
Hingga Rabu (10/6) malam, antrean untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite masih jadi pilihan utama warga di Jakarta. Salah satunya terlihat di SPBU Pertamina di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sekitar pukul 20.00 WIB.
Beberapa warga mengaku beralih ke Pertalite dibanding harus bertahan dengan Pertamax. Meski mereka juga harus antre panjang.
Harga bahan bakar minyak (BBM) hari ini yakni jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300/liter naik menjadi Rp 16.250/liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900/liter menjadi Rp17.000/liter.
Naskah & Editor Video: MI/Fathurrozak
Sumber:https://t.co/v60MR572Vf
Tahu kah kamu?
Dengan cukup memangkas MBG Rp36-40 triliun saja, pemerintah sebenarnya tidak perlu menaikkan BBM.
Tapi pemerintah lebih memilih menaikkan Pertamax Rp3.950 dan Pertamax Green Rp4.100 per liter, yang efek dominonya jauh lebih luas ke seluruh masyarakat.
Padahal keduanya sama-sama bisa hemat Rp36,3 triliun di APBN.
Naik BBM = menekan daya beli kelas menengah, memicu kenaikan harga barang, memicu inflasi.
Pangkas MBG = memengaruhi kelompok rente, mengurangi dana bancakan.
Ada cara yang jauh lebih ringan buat hemat, tapi kenapa malah pilih yang membebani rakyat?
Why?
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.