nah, pengalaman interview dan tes kerja kemarin di SPV finance, aku disuruh buat jurnal umum, jurnal penyesuaian, penyesuaian persediaan, laporan laba rugi dan neraca.
aku bukan jurusan akutansi sih, tapi aku tau dikit2, ini ada contoh soal dibawah. Kalo ada yg salah, maafkan yaaaa. semoga bermanfaat 😍😍
Satu kalimat yg bener2 gw inget sampe skrg adalah:
"Klo kamu masih gapunya gambaran lima tahun ke depan bakal jd apa, dlm 5 tahun tsb, idupmu tetep stuck gini2 aja."
Implikasinya ya orang2 bingung kek gini, gapunya rencana mau ngapain, gapunya target idup/ambisi yg sedang dikejar, dll
Target ga harus gede yg susah dicapai.
Progres idup sekecil apa pun itu keitung & bagus drpd tdk ada rencana sama sekali.
Yg penting adalah progresnya keliatan.
Tp tanpa rencana dlm lima tahun km harus ngapain aja, progres itu ga terproyeksi, dan kemungkinan besar hidupmu ya banyak stucknya, sementara usia udh nambah lima taun tanpa perubahan2 yg berarti.
Ada orang tak suka bila saya kata "Lebih baik menyesal buat sesuatu daripada menyesal tidak buat sesuatu"
Itu prinsip yang saya belajar masa first job dulu, dan saya ikut
Last 10 years pula,
"Jika nak buat silap, buat cepat-cepat", supaya kita boleh belajar cepat & baiki cepat
jadi ingat kalimat ini..
"orang yang disiplin, biasanya punya sistem.."
"orang yang berantakan hidupnya, punya alasan.."
padahal kita tuh butuh produktiv sama konsisten aja ya, kalo dipikir2🥲
bener gak?
Masa transition gue dari company indo ke company asing itu lewat freelance.
Gue literally 1 tahun bekerja berbagai macam freelance yg didapat dari LinkedIn. Semuanya satu linear dengan profesiku as accountants.
Keuntungan:
Gaji tinggi.
Review dapat.
Engagement LinkedIn naik.
Jd tadi abis interview. pas ditanya salary expectations gw jawab salary gw skrg segini, eh pas mau jawab expected nya berapa udah dijelasin kalo mereka bakal provide "segini". Terus gw ngangguk2 aja, krna 3x current salary gw 😭 lngsung gw jawab "i have no issue for that"
Dulu saya berpikir dunia kerja itu cukup dengan rajin dan jujur.
Makin lama bekerja, makin paham:
rajin itu penting,
jujur itu wajib,
tetapi membaca situasi juga perlu.
Karena kantor bukan hanya tempat menyelesaikan tugas.
Di sana ada target, ego, politik, kepentingan, dan manusia dengan segala macam karakter.
Selamat Hari Buruh.
Semoga kita tetap waras, tetap tumbuh, dan tetap pulang sebagai manusia.
Kalau lo ngerasa karier lo "jalan di tempat", coba audit satu minggu lo.
Ambil 7 hari terakhir, terus tulis:
- Berapa jam lo kerja
- Ngapain aja detailnya
- Mana yang kasih impact
- Mana yang beneran bikin lo belajar hal baru
Biasanya keliatan:
up to 80% waktu kepake buat hal repetitif.
Solusinya:
- Sisihin 1–2 jam/hari buat skill baru
- Pilih 1 skill yang paling relevan sama next role lo
- Track progress tiap minggu
Tanpa audit, lo cuma "ngerasa sibuk".
Bukan beneran berkembang.
Tambahin lagi ya... Rule hidup di kantor:
- Datang jangan telat.
- Kerja jangan nunggu disuruh.
- Curhat jangan ke sembarang orang.
- Kalau salah, akui.
- Kalau benar, jangan terlalu sombong.
- Kalau mau resign, jangan cuma modal emosi.
- kalau diajak makan, ikutlah sesekali.
Informasi penting kadang bukan muncul di meeting, tapi di warung makan.
kemungkinan terbesar karena skill scarcity atau kelangkaan skill itu kita selalu salah framing. ini lebih ke mismatch antara demand dan supply skill yang dibutuhkan sama perusahaan.
demand industry saat ini bergerak sangat cepat tapi formal education kita cenderung disitu situ aja
nah inilah skill gap yang akhirnya kita sebagai recruiter atau user sering rasakan
beda jauh dari bisnis yang bergerak sangat cepat dan butuh skill yang update tapi formal education disitu situ aja
Banyak banget cewek masuk umur 30 curhat hal yang mirip-mirip.
Badan berasa berat, otak nge-lag terus, ngantukan mulu padahal udah minum segala macem suplemen. Multivitamin sama omega-3 emang oke, tapi kadang nggak nyentuh akar masalahnya.
Yuk kita bahas santai dikit disini...