Pemerintah Indonesia dilanda unjuk rasa di berbagai daerah sejak Kamis (28/8/2025). Eskalasi meningkat dengan sangat cepat ketika Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi Ojol, dilindas kendaraan taktis (rantis) saat mengantar pesanan ke lokasi aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
Dari kejadian tersebut aksi meluas dari Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan kota lainnya. Sebagian aksi berakhir ricuh dan menimbulkan korban.
Hingga Ahad (31/8/2025) setidaknya ada delapan korban yang dilaporkan meninggal—saat mengikuti aksi maupun terdampak aksi.
Senior Advisor Gusdurian, Savic Ali, saat konferensi pers Temu Nasional Jaringan Gusdurian di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Ahad (31/8/2025) mengatakan bahwa isu awal dari demonstrasi tersebut adalah keadilan dan kesenjangan—yang kemudian menimbulkan kemarahan rakyat.
“Isunya dari awal ini adalah keadilan, kesenjangan; yang satu warga penghasilannya cuma berapa, anggota DPR-nya yang ratusan juta per bulan. Protesnya dari situ. Kemudian juga protes terhadap kekerasan karena ada ojol yang dilindas kendaraan,” ujar Eks Aktivis '98 itu.
——————————————————
Baca berita lainnya di https://t.co/UtIVjcxziF
#nuonlinenews
Mangkat kerjo setu setu turut dalan weruh wong do jogging opo ngepit rasane kok koyo meh iri tenan. Tapi akhire ra sido wani iri, kelingan le do pengen mbutgawe tur rung kelakon yo akeh 🫠