Katakanlah Anda kuliah S2/S3 di sebuah kampus terpencil di kota pinggiran Korea yang rangkingnya jauh di bawah UI, ITB, dan UGM.
Di bidang STEM. Teknik Elektro, Ilmu Komputer, Teknik Material, atau Kimia.
Di lab yang well funded dengan Profesor yang respectable.
Maka Anda:
1) Umumnya punya fasilitas lab yang lengkap. Alat gak perlu mikir, bahan gak perlu beli, mencit udah ada, reagen tersedia. PC high end, laptop disediakan.
2) Tinggal eksperimen dengan bahan-bahan yang ada, olah datanya, dan plot grafiknya, lalu ditulis jadi paper.
3) Papernya dipublikasikan ke journal dengan APC 2000 sampai 5000 USD? Kampus yang bayarin. Gak perlu reimburse. Langsung dibayar kampus.
4) Ke konferensi di UK atau India? Berangkat aja. Biaya sudah ditanggung sama lab tempat Anda bekerja.
5) Bayar UKT? Nggak bayar. Anda pekerja lab. UKT dibayar oleh lab. Anda tinggal bekerja.
6) Biaya hidup? Anda digaji oleh lab. Bekerja 40 jam seminggu di sana.
7) Topik riset dan kebaruan? Lab didanai dengan ide dari Profesor. Anda gak perlu cari topik, tinggal ikut apa yang dia kerjakan.
8) Kelas dan tugas? Ada tapi highly irrelevant, pembimbing Anda gak terlalu peduli, yang penting IPK di atas threshold biar UKT murah, jadi lab gak keluar duit besar.
9) Anda dah lulus tapi belum mau kerja? Profesor biasanya masih butuh tenaga mantan mahasiswanya. Postdoc atau postmaster. Gajinya juga sebagai tenaga kerja. Bukan lagi gaji mahasiswa.
10) Kalau Anda single, tinggal di asrama kampus akan menghemat housing jauh. Bisa seperempat biaya tinggal di luar. Makan sudah sepaket sama asrama, apalagi kalau Anda non muslim yang bisa makan non-halal.
11) Anda juga wajib terdaftar di NHIS, BPJS kesehatannya Korea. Periksa ke dokter spesialis gak perlu antri, obat juga murah. Paling total 10-20 ribu won kalau sakit.
12) NHIS juga cover keluarga. Anak saya dirawat seminggu di rumah sakit, perlu MRI, langsung hari itu juga. Kultur bakteri buat mastiin penyakitnya apa. Rawat inap. Abisnya cuma 300 ribu won, sekitar 4 juta rupiah.
13) Kalau Anda atau istri Anda hamil, pemerintah kasih subsidi langsung 1 juta won untuk biaya kontrol dan persalinan selama kehamilan.
14) Sekolah anak-anak gratis di sekolah negeri. Dari SD sampai SMA. Gak ada biaya tersembunyi. Literally gratis. Bahkan bukunya dari sekolah.
15) Tiap sekolah menyediakan makan siang gratis. Tiap sekolah ada dapur, juru masak, dan ruang makan. Dimasak fresh di sekolah setiap hari.
16) Pemerintah juga menyediakan kelas bahasa Korea gratis. Kalau lulus level 5, dianggap setara dengan TOPIK 6 yang bisa jadi full point buat permanent residency.
17) Anak-anak juga bisa main di taman yang dibikin pemerintah. Ada taman yang isinya perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan di sebelah rumah saya.
Palestinians have never insulted or harmed even a single citizen of India.
Despite this, people of India always rejoice at the massacre of Palestinians.
you Are such a racist person elon.shame on you.All your posting is all about Other races.and you purposely Highlighted it.dont worry you will fall to the ground like others Tyrannist inthe world.
@PartaiSocmed@sandiuno@BudiKaryaS Jangan di viralin korea korea naikin juga nanti ke luar negeri itu nyawa kami yang kerja diindonesia timur utk pulang kampung please jangan di viralin.
@TaryokoL @CNNIndonesia kalau mau compare apple to apple coba, dokter luar negeri dikasi gaji under 10jt, trus taruh daerah pedalaman, fasilitas faskes sangat minim, trus didaerah yang gaada laundry, hiburan terbatas, air bersih sulit. coba gimana reaksinya?
@CensoredMen I got stung by a scorpion (off duty) this was taken in an Israeli hospital the location was tagged as a part of โApril Fools Dayโ and you clearly fell for it ๐ฌ
nothing to do with mockingโฆ
Sejauh ini skenario Jokowi terus berkuasa berjalan mulus. Adik iparnya di Mahkamah Konstitusi membahas gugatan usia calon wakil presiden dalam UU Pemilu.
#majalahtempo https://t.co/L79q0WHQvj