Are you an energy and sustainability enthusiast, curious and eager person? ๐ฉโ๐ผ๐งโ๐ผ
Keen to raise your stake in joining us accelerating Indonesiaโs energy transition agenda? You are the one we are looking for! โ๏ธ
Check out various roles to contribute to various roles of research, policy advocacy, project management, and finance and join us through https://t.co/hbZ4BCmu3Z ๐
Ready to contribute? Donโt forget to apply before ๐๏ธ 31 August 2026 and letโs kick out your journey to accelerate a just and sustainable future!
(p.s: Applications are reviewed on a rolling basis, so submit your application via email as soon as possible!)
DPR telah menyepakati subsidi energi 261,5 T di RAPBN 2027, lebih rendah dari usulan Presiden. Volume BBM subsidi dipatok 19,56 juta KL, LPG 8 juta KL & listrik 130 T.
Ini tidak termasuk anggaran kompensasi BBM Penugasan (Pertalite) & listrik. Walaupun penurunan anggaran subsidi ini positif, tapi sangat bergantung pada implementasinya.
Untuk LPG, pemerintah harus mampu mengendalikan distribusi & mencegah LPG 3 kg dibeli oleh rumah tangga mampu. Demikian juga untuk BBM. Sementara untuk listrik, ketergantungan PLN dari subsidi akan semakin tinggi & semakin menggerus kemampuan finansial PLN untuk berinvestasi.
Publik masih harus tetap memperhatikan bagaimana realisasi subsidi energi di tahun depan, khususnya kompensasi yang tidak masuk dalam kategori โsubsidiโ tapi sejatinya adalah subsidi barang.
https://t.co/g4w1hWAfLV
Kelangkaan turbin gas berdampak pada eksekusi RUPTL dan keamanan pasokan listrik di Indonesia @KementerianESDM@_pln_id@dewanenergi.
Ketersediaan listrik Indonesia memasuki fase yang lebih ketat. Ledakan pusat data global menekan pasokan turbin gas dan LNG, sementara RUPTL PLN masih mengandalkan proyek gas tahap awal untuk menjaga keandalan JawaโBali.
Jika pengiriman turbin, alokasi gas, lelang, PPA, atau transmisi terlambat, cadangan daya dapat turun di bawah batas aman sekitar 2027โ2029 & meningkatkan risiko pemadaman. PLN perlu mengamankan order turbin gas dan LNG lebih awal, mempercepat energi terbarukan, penyimpanan energi, jaringan, demand response serta melindungi proyek keandalan kritis. Perlu ada penyesuaian RUPTL, sepertinya eksekusi proyek PLTG/GU bakal terlambat.
https://t.co/keUA3eqjF3
IESR mendorong pemerintah untuk dapat mengelola dan mengembangkan sistem tenaga listrik yang lebih fleksibel.
Geser untuk rekomendasi lengkapnya dan baca ulasan lengkap IESR di https://t.co/1GquUNaqYz๐
Sobat Essentials, dekarbonisasi di sektor kelistrikan dapat dilakukan melalui pemanfaatan PLTS dan PLTB.
Energi terbarukan seperti PLTS dan PLTB dapat berpotensi menurunkan biaya pembangkitan sistem. Namun, jenis energi terbarukan ini harus dibangun secara fleksibel karena harus merespon perubahan yang cepat agar tetap stabil.
Sektor transportasi menghasilkan 202 juta tCO2/tahun, tumbuh 1,56%/tahun. Transportasi darat bertanggung jawab 80-85% atas emisi tersebut. Elektrifikasi kendaraan penumpang, kendaraan angkut, kendaraan roda 2/3 berkontribusi pada penurunan emisi & mengurangi impor BBM.
Pemerintah bisa memberikan insentif untuk mempercepat elektrifikasi transportasi dengan cara: โ Insentif finansial terarah, khususnya E2W dan freight untuk menjembatani selisih harga kendaraan listrik & kemampuan membayar,
โ Pemberian subsidi berbasis kinerja/performa.
Ada diferensiasi subsidi antara motor listrik 2 kWh dan 3 kWh dan reformasi subsidi BBM untuk menyamakan total cost of ownership EV & kendaraan bermesin bakar.
Btw @prabowo@KemenkeuRI@Kemenperin_RI
nasib insentif motor listrik gimana? Sudah mau akhir September kok belum keluar juga?
https://t.co/ipxqeU06J5
IESR mendorong pemerintah untuk melakukan langkah-langkah strategis, termasuk memastikan alokasi lahan yang diintegrasikan dalam perencanaan tata ruang daerah serta menyiapkan ekspansi gardu induk dan jaringan transmisi yang komprehensif.
Baca ulasan selengkapnya di https://t.co/nItbYtPLG9
Sobat Essentials, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) mempunyai potensi yang besar di Indonesia. Namun, PLTB belum dapat berkembang secara maksimal dikarenakan kurangnya investasi.
Nah, bagaimana persebaran potensi PLTB di Indonesia?
Indonesia menjadi tujuan investasi Data Center (DC) di Asia Tenggara. Lonjakan DC meningkatkan permintaan listrik yang sangat besar, diperkirakan 3,5-4 GW pada 2030.
DC itu rakus energi & air. Umumnya DC menggunakan air 30-70m3/MW/hari. Kehadirannya bisa menciptakan tekanan lingkungan dan konflik dengan masyarakat jika tidak diatur dengan ketat. Pemerintah @kemkomdigi@KementerianESDM@KLH_BPLH@PerekonomianRI harus mulai mengembangkan regulasi dan standar green data center, mengatur PUE, WUE, penggunaan teknologi yang efisien, dan perlindungan kepentingan publik.
Untuk Green DC, PUE <1.25 & WUE <1.5-2 L/kWh. Ayo pemerintah bergerak, jangan hanya investasi dikejar tapi kepentingan publik dan daya dukung lingkungan juga dijaga.
https://t.co/cR0y1a7whQ
IESR's new report, โModelling a 100% Renewable Energy System for Southeast Asia by 2050โ shows that extensive electrification could hold Southeast Asian primary-energy demand to roughly 16,000 TWh in 2050, versus as much as 20,000 TWh under the current-policy trajectory.
The report argues that replacing thermal conversion with electricity improves overall system efficiency; the model's Best Policy Scenario reaches approximately 33% electrification, compared with only about 6% under the current-policy scenario. The report concludes that electrification can reduce the amount of primary energy ASEAN needs while simultaneously reducing fossil-import exposureโbut only if electricity supply, grids and flexibility are transformed together.
It is reaffirmed that 100% RE is technically feasible and itโs the most cost-effective way to meet energy security and climate targets for countries in the region @ASEAN@asean2026ph.
https://t.co/a4SjZlPdoz
Attention Mr. President @prabowo! Gas supply at 78% and factories are shutting lines. This gas shortage is a government failure, not a market accident.
The Ministry @KementerianESDM issued a decree promising industries 100% of contracted HGBT volumes without first fixing the Specific Industrial Gas Allocation, allocation mechanism needed to deliver that gas โ and industry is now paying the price in shutdowns, furloughs, and above-quota LNG costs.
Twenty years of repeated shortages should have taught the government to match its commitments to actual field supply before making them. The lack of coordination between MEMR and @Kemenperin_RI worsens the situation @PerekonomianRI. The failure costs us jobs, economic growth, and competitiveness!
@bahlillahadalia perubahan iklim berdampak pada sistem energi, bukan saja pada salah satu jenis pembangkitan.
Saat ini kita mengalami Godzilla El Nino, tapi di lain waktu bisa Godzilla La Nina atau manifestasi iklim ekstrem lainnya. Tidak ada solusi instan selain membangun sistem kelistrikan yang andal dan berketahanan iklim yang ekstrem.
Substitusi pasokan dari PLTA ke PLTU tidak menyelesaikan masalah karena PLTU juga terdampak. Lalu apa solusinya? Dalam jangka pendek, KESDM dan PLN meminta konsumen di sistem terdampak untuk โhemat energiโ, matikan beban listrik yang tidak kritis dan esensial. Dalam jangka menengah mendorong konsumen listrik memasang PLTS Atap + BESS untuk memenuhi kebutuhan listrik sendiri. Ini dapat membantu PLN mengelola sistem lebih baik.
Di masa depan, pembangkit terdistribusi ini dapat memasok listrik ke grid, menutup defisit pasokan karena pembangkit thermal dan PLTA mengalami penurunan daya mampu.
Tapi untuk memastikan keamanan pasokan energi jangka panjang, sistem kelistrikan harus mengintegrasikan dampak perubahan iklim, kriteria N-1, N-2 harus diperbarui sesuai dengan risiko iklim pada sistem setempat. Ini adalah kunci mewujudkan #SwasembadaEnergi @KementerianESDM@djebtke@ditjengatrik@dewanenergi@BappenasRI@KLH_BPLH.
https://t.co/cAEMsIZ471
Sektor-sektor kunci seperti besi & baja, #amonia, dan tekstil memegang peran besar dalam perekonomian dan ekspor Indonesia. Agar mampu bersaing di pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan, penerapan teknologi rendah karbon harus dipercepat.
Di saat yang sama, setiap teknologi punya trade-offโmulai dari kesiapan infrastruktur #energiterbarukan hingga kelayakan ekonomi.
Lalu, apa saja keunggulan dan tantangan dari teknologi yang ada? Geser ke slide berikutnya dan baca artikel selengkapnya pada link https://t.co/P5sRcpFShT ๐
Ambisi @prabowo untuk mandiri energi bukan kaleng-kaleng. Target E10 di 2027 dan E20 di 2028 sangat ambisius & bukan hal mudah karena bahan baku utamanya adalah ethanol yang diproduksi dari tanaman, yang tumbuhnya sesuai ketentuan alam.
Coba kita bedah target ini @bahlillahadalia. Saat ini konsumsi gasoline/bensin sekitar 40 juta kilo liter(kL)/tahun, 20 juta kL masih impor. Ini yang mau dipangkas oleh Presiden. E10 butuh 4 juta kL ethanol, kalau bahan bakunya molase, butuh 15 juta ton. Saat ini produksi molase dalam negeri hanya 3 juta ton & 200 ribu kL ethanol. Jadi produksi ethanol harus naik 25x dari kapasitas sekarang. Bagaimana bisa menyediakan feedstock sebanyak itu dalam 15-18 bulan? Dengan pendekatan multi-crop feedstocks: molase, jagung, cassava, dan sorgum, setidaknya perlu 2-4 tahun, kecuali mau impor ethanol.
Tidak saja feedstock, ethanol perlu dedicated storage, blending terminal & tanki yang bersih. Nah, siapa yang bisa bangun ini dalam waktu <2 tahun? Sepertinya targetnya harus disesuaikan E10 di 2029 dan E20 di 2034. Untuk E20, harus mulai mengembangkan generasi 2 cellulosic ethanol untuk mencegah kompetisi dengan pangan @dewanenergi@KementerianESDM@djebtke@kementan@BappenasRI@KemensetnegRI.
https://t.co/Vy0BeO7GTa
๐ด LIVE TODAY | POJOK ENERGI IESR
Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk subsidi dan kompensasi energi, termasuk untuk menjaga harga BBM seperti Pertalite tetap terjangkau. Namun, apakah manfaatnya sudah benar-benar diterima oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan?
Kajian IESR (2026) menunjukkan bahwa konsumsi BBM bersubsidi masih didominasi kelompok berpendapatan lebih tinggi. Konsumen pada desil 9 dan 10 bahkan mencakup sekitar 42% konsumsi BBM bersubsidi, sementara data Susenas 2022 menunjukkan sekitar 81% volume Pertalite dikonsumsi rumah tangga pada desil pendapatan 5โ10.
Pemerintah pun berencana memperbaiki penyaluran kompensasi BBM, salah satunya dengan membatasi akses bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi. Namun, penggunaan sistem desil juga menghadapi tantangan, mulai dari akurasi data hingga potensi dampaknya terhadap konsumsi rumah tangga.
Lantas, apakah subsidi dan kompensasi BBM perlu dipertahankan dengan skema saat ini atau sudah saatnya direformasi? Bagaimana memastikan reformasi subsidi dapat mengurangi beban APBN tanpa mengorbankan masyarakat rentan?
๐๏ธ Pojok Energi IESR: โSubsidi dan Kompensasi BBM: Pertahankan atau Reformasi?โ akan membahas urgensi, tantangan, serta berbagai pendekatan reformasi kompensasi BBM bersama para pakar dari IESR, International Institute for Sustainable Development (IISD), dan Centre for Policy Development (CPD).
๐ด LIVE on YouTube IESR Indonesia
๐ Selasa, 22 September 2026
โฐ 16.00โ17.00 WIB (GMT+7)
๐ https://t.co/9tBV0kNpbF
PLTS bisa perkuat ketahanan energi, mengurangi impor energi fosil dan menghemat devisa. Inilah yang dialami Singapore karena investasi PLTS bisa menghindari US$97 juta impor gas selama 5 bulan sejak awal tahun ini, menurut perhitungan CREA.
Singapore sangat bergantung pada impor migas. 95% listriknya berasal dari gas. Kenaikan harga LNG akibat krisis di Selat Hormuz membuat biaya impor LNG meningkat tajam. Melalui implementasi #PLTS100GW Indonesia kalau melakukan hal yang sama dengan skala yang lebih besar akan membawa dampak penghematan devisa dan biaya yang lebih besar.
Rakyat menunggu kapan Perpres PLTS 100 GW jadi @PerekonomianRI@KemenkeuRI@KementerianESDM.
https://t.co/D5vn30IKfz
Sobat Essentials, #krisisiklim bukan cuma soal suhu yang makin panas, tapi juga ancaman bagi keandalan energi. Kekeringan bisa menurunkan produksi PLTA, distribusi batu bara terganggu, sementara permintaan listrik meningkat. โก๏ธ
Lalu, bagaimana menjaga #swasembadaenergi di tengah krisis iklim?
โ๏ธ Integrasikan risiko iklim dalam perencanaan
๐ Bangun sistem listrik yang fleksibel
โก Perkuat cadangan dan ketahanan sistem
Baca analisis IESR di https://t.co/JkRg7Mql2q dan opini lengkapnya di https://t.co/d5AsoBRNXm๐
Energy security at all cost.
Setelah coal to DME, sekarang @prabowo mau coal to liquid. Teknologinya sudah lama tersedia, dan sama dengan kasus DME isunya adalah keekonomian. Memang sih biaya produknya lebih murah dari BBN dan mendukung ketahanan energi. Tapi ada banyak risiko yang harus dipertimbangkan agar di masa depan proyeknya tidak mangkrak & jadi beban.
Sebelum eksekusi dilakukan @KementerianESDM melakukan kajian FS dari proyek ini. Berapa capex, harga produknya, berapa nilai break even dengan harga BBM, bagaimana mengatasi emisi GRK dari produksi minyak dari batubara, apa risiko fiskal dan potensi subsidi ke depan. Rakyat perlu transparansi dan perencanaan yang jelas, dua hal yang sukar didapat dari rezim ini @dewanenergi@BappenasRI@PerekonomianRI.
https://t.co/8B93ay0IR8
Mulai dari naik kendaraan listrik biar dompet aman pas BBM naik, pasang PLTS rumah, sampai lebih sadar akan konsumsi energi sehari-hari.
Semua langkah besar bisa dimulai dari hal kecil, lho. Yuk, kepoin seberapa besar dampak aktivitasmu sehari-hari dengan cek jejak emisi karbon di https://t.co/MGJN9rVLPI! ๐ฑ #HematEnergi #BebasEmisi