Hari ini suamiku nggak sengaja ngejatuhin galon 19 liter sampai dapur banjir. Anehnya, aku sama sekali nggak marah. Aku cuma bilang, "Nggak apa-apa, aku yang beresin. Papa kalau masih banyak kerjaan, lanjut aja." FYI, suamiku kerja remote.
Kejadian kecil itu malah bikin aku keinget masa kecil. Dulu tiap aku ceroboh, yang datang duluan bukan bantuan, tapi bentakan, omelan, bahkan pukulan. Lama-lama aku tumbuh dengan perasaan kalau bikin salah berarti aku memang pantas dimarahin.
Setelah menikah, aku baru ngerasain hal yang asing buatku. Setiap aku bikin salah, suamiku nggak pernah ngebentak atau bikin aku ngerasa bodoh. Dia selalu bilang, "Nggak apa-apa, bisa diberesin." Kalimat sesederhana itu, tapi buatku rasanya kayak nyembuhin luka yang udah lama ada.
Pelan-pelan aku belajar kalau kesalahan nggak harus selalu dibalas dengan amarah. Bahwa rumah seharusnya jadi tempat yang bikin tenang, bukan tempat buat takut.
Mungkin karena itu juga, pas hari ini dia yang ceroboh, aku nggak kepikiran buat marah. Yang ada malah pengen bantu beresin. Ternyata cara seseorang memperlakukan kita bisa ngajarin kita gimana memperlakukan dia balik. Kesabaran yang selama ini dia kasih ke aku, tanpa sadar tumbuh jadi kesabaran yang bisa aku kasih ke dia.
Kadang cinta itu bukan soal hadiah mahal atau kata-kata romantis. Kadang cinta hadir lewat kalimat sederhana, "Nggak apa-apa, kita beresin bareng."
Dan buatku, kalimat itu rasanya seperti rumah.
Nulis ini sambil mewek, ingusan, saking terharunya. 🥲😭
Kasus Terra Drone, 22 karyawan tewas.
Kasus Ponpes Sidoarjo, 67 anak2 tewas.
Dua2nya kasus kelalaian.
Bos Terra Drone ditangkap, jadi tersangka.
Bos Pesantren dapet MILYARAN dana APBN.
~ini pelajaran baru: agama jadi kasta.
#intinyadeh mahasiswa istirahat di masjid. Dilarang sama seorang warga, si mahasiswa ttp tidur.
Gak terima, org tsb manggil 4 org lain, keroyok korban, seret ke luar masjid, dihajar lg, kepala dihantam buah kelapa.
Ditemuin marbot, dibawa ke RS, meninggal. Luka berat di kepala.