Kita mikir, kalau orang pintar harusnya otomatis bisa mikir strategis.
Padahal skill operasional dan skill strategis itu beda mesin di otak.
Yang satu butuh ketelitian eksekusi.
Yang satu lagi butuh kemampuan melihat pola, konsekuensi, prioritas, dan hubungan antar masalah.
Sebagai Agency Founder, gue sering nemu seseorang (didalam tim) yang pinter banget dan jago eksekusi.
Tapi begitu dichallenge naik level ke berpikir strategis “membangun”, langsung mentok.
Ternyata jawabannya bukan karena kurang ilmunya.
Tp di psikologi kognitif specialist.
Beberapa mantan penghuni bahkan pernah mimpi cewek berambut panjang duduk di pojok kasur mereka. Katanya, “Itu kamar aku.”
Dan sejak malam gue ngintip itu, kamar gue nggak pernah benar-benar sepi lagi.
[Thread] Cerita Horor: Kamar Kos Nomor 5
Awalnya gue kira kos-kosan ini cuma tua dan sepi. Tapi ternyata, ada satu kamar yang udah lama dikunci dan nggak pernah dipakai lagi—kamar nomor 5. Dan ternyata… alasannya bukan karena rusak.
Sejak itu, kamar 5 dikunci. Tapi katanya… kadang-kadang dia masih suka “balik”. Terutama kalau ada penghuni baru yang ngelewatin lorong itu malam-malam.
Tetaplah di 'kampung'mu, menyusulah kepada ibumu sampai pada akhirnya susu kebanggaanmu itu tiba-tiba habis tak tersisa. Ketika kau sadar harus belajar berjalan sedikit jauh, kau sudah terlalu tua untuk melakukannya. DEEP COKKK OM SAKTI 🤯
Om Sakti said: Org2 berhasil dijkt kebanyakan bukan org asli jkt. Dan org yg berani kesini itu punya potensi kesuksesan berlipat-lipat. Namun, dari mereka2 yg tidak begitu cerdas dan hebat akan terseleksi dg cepat jg. Karena jkt bukan tempatnya si pecundang dan si penakut.
Kebanyakan temen, tapi kebanyakan juga ga menguntungkan buat gue. Dulu gue susah pada pelit dan ga peduli, sekarang idup keliatan 'agak' enakan doang pada dateng seolah butuhin gue bgt. Haduh 🫨