Men would get married and still find a way to maintain their individuality and friendship groups. But women would get married, make the marriage their whole personality and cut off their single friends. Stand up omg!
@folatianacici Totally agree. My mom said it's because their whole time is occupied with taking children and husband, they only care and talk about family, it becomes their sole personality
Selama masih orientasinya hasil, ya gak akan berhasil.
Skripsi itu yang penting bukan hasil akhirnya.
Yang paling penting malah prosesnya, ada banyak yang dipelajari:
1) Nyari referensi,
2) Merancang dan melakukan eksperimen,
3) Mengolah dan memvisualisasikan data,
4) Mengkomunikasikan data olahan ke pembimbing,
5) Menerima feedback, saran, dan kritik dengan baik,
6) Mereview, revisi, sampai mengulang eksperimen dan olah data,
7) Menulis dengan baik dan benar,
8) Presentasi di depan orang lain: penguji dengan baik.
Mau hasil jadi skripsinya kaya apa, tapi pasti banyak yang mahasiswa pelajari.
***
Ini bisa kalau sistem pendidikannya bagus. Dosen pembimbing dan penguji bekerja dengan baik.
Tapi di sisi lain, yang konyol, dosen juga dinilai dengan hasil:
- Jumlah paper jurnal Scopus yang dihasilkan,
- Jumlah buku yang dihasilkan,
- Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan.
Prosesnya? Risetnya? Meh, peduli amat.
Makanya di grup Facebook banyak yang jualan bikin jurnal paper Scopus kilat.
***
Memang udah rusak. Gak punya moral compass.
People move on after mistreating you. They’re not sitting up in a room like Brandy thinking about you. Most of the time they move on and live perfectly fine after doing you dirty. So release yourself from the shackles of waiting for someone to regret how they mistreated you.
@606sixzerosix@JAndrean212 sependapat, AAS wawancaranya sgt rinci memastikan pekerjaan awardee dan kontribusi yg dijanjikan, chevening jga lebih condong ke org yg punya pengalaman dan bs buktiin impactnya. LPDP asal esainya sedih dan penuh janji aja lolos kyknya ya
Ini contohnya: dapet LPDP tahun 2016 ke Manchester. Tahun 2018 kuliah lagi pakai beasiswa pemerintah Belanda. Abis itu nggak pernah balik ke Indonesia. @VeritasArdentur
Sama ini deh, beasiswa dari pemerintah Indonesia apa lagi kalau bukan LPDP?
Pencuri uang rakyat kayak gini dielu-elukan sama @pmii_indonesia@pmiiuny trus dipakai jadi pembicara buat contoh.
Koruptor kalau dari kelompoknya sendiri mungkin bisa dimaafin kali ya. @mantriss
@ManggaraiBlokM@JAndrean212 LPDP ni kalo ada yang lapor emang tone deaf ya. Gak pernah gitu ditanggapi. Mo lapor perkara dari awal pendaftaran sampe perkara udah lulus dan ga balik, semua aja dicuekin...
Pdhl eata tahun 2019, entah kekgimana sekarang. Paling menyedihkan emang beasiswa satu ini. Pemerintah bisa keluarin miliaran hanya untuk 1 orang sekolah di LN, tapi hasilnya...
Rapi bener rencana hidup yg dibiayai negara ini yah. Katanya LPDP ga boleh kerja, lah tantenya sesumbar si awardee ini dapet gaji lumayan meskipun waitress. Semoga yg dapet LPDP S3 mereka yg udah status dosen bener drpd org kek gini
wow lagi ponakan teman ibu, selese S2 Australi buru" mau nikah sm angkatan PK yg baru datang, biar dia cepat balik Aussie, trus sampe sana mau daftar LPDP lagi S3. Yg cowo bilang ga ada dana karna fresh graduate blm pernah kerja, tapi cewenya ngegas aja yg penting nikah dulu
one of the most obvious signs of infantilization today is the amount of people who seem to not understand that society stops being separated into different age groups after high school
Couldn't agree more. Bukannya ga ada, tapi sangat sedikit. Bahkan yg bibit bebet bobotnya baik aja belum tentu punya karakter dan sadar besarnya tanggung jawab sbg kepala rumah tangga
Menurut dia, cowo memang lebih logis, tapi logikanya dipake cari aman, cari nyaman, dan cari cuan. He said, and I quote, "bunch of dirty, cowards, incompetent mongrels".
Just today, ex big boss di kantor curhat dia lebih sering pilih tim yg isinya perempuan utk kasus2 penting, karena somehow yg berani malah kebanyakan perempuan. Tapi atasannya ya teteup kudu laki-laki. Hhh
Jadi inget di video MataNajwa spesial Hari Perempuan, Bu SMI & Bu Retno bilang kalau Top 10 lulusan STAN & Kemlu didominasi perempuan. Tapi yang jadi petinggi kebanyakan laki-laki. Beliau bilang kalau streamline karir perempuan makin sempit seiring usia.