Buat bapak/ibu guru Pendidikan Pancasila. Sebentar lagi akan kembali mengajar.
Daripada gadang bikin administrasi, sy sudah menyediakan paket bundling PP semester genap ini, dari kelas 7 hingga kelas 10.
Harga murah perpaketnya di bawah 50 ribu
cek https://t.co/34UoqlAslB
Egypt to Join NATO-Style Mecca Defense Pact in Next Phase: Turkish FM Fidan
Turkish Foreign Minister Hakan Fidan confirmed that Egypt is slated to join the Mecca Joint Defense Agreement in its next phase, once pending technical issues are resolved.
https://t.co/BcJFIRBgN2
Ka’bah tanpa kiswah.
(bagus untuk dijadikan background layar handphone kita).
Semoga menjadi doa, sugesti dan penyemangat kita untuk berupaya memantaskan diri agar Allah swt memanggil dan mengundang kita menunaikan haji dan umrah bersama keluarga tercinta.
HEI ORANG ISLAM! AWALI DENGAN PERBAIKI ADAB/ETIKA KERJA KALIAN DULU sebelum banyak komentar ke umat lainnya!
Bismillahirrahmanirrahim... Yuk ngaji Alquran dan hadis nabawi 5 menit kemudian serius amalkan ilmunya untuk perbaikan kualitas hidup penulis sendiri dan para pembaca sekalian...
Rasulullah bersabda yg maknanya: "Sungguh! jika salah seorang di antara kalian mengambil talinya lalu datang dengan seikat kayu bakar di atas punggungnya kemudian menjualnya, sehingga dengan itu Allah menjaga kehormatannya, itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberinya atau menolaknya." [Al-Bukhari: 1471 dan Muslim: 1053].
Beliau juga bersabda yg maknanya: "Tidak ada seseorang yang memakan makanan yang lebih baik daripada memakan hasil usahanya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Daud dahulu makan dari hasil usahanya sendiri." [Al-Bukhari: 2072].
Di antara adab bekerja dalam ajaran Islam adalah profesionalisme (itqan), memperbaiki (jika ada kerusakan dan menjaga keseimbangan lingkungan) serta memakmurkan bumi supaya penghuni setempat bisa hidup layak, membuat lahannya jadi produktif, menanam pepohonan yang sesuai dengan geografi setempat, bercocok tanam dengan tanaman yg berfaedah, dan mengelola sumber dayanya untuk maslahat banyak orang.
Termasuk adab bekerja dalam ajaran Islam adalah memiliki keahlian dan mencari nafkah dari keringat sendiri, sehingga tidak perlu meminta-minta kepada orang lain. Itulah poin yg bisa dipetik dari surat Hud ayat 10 dan 11.
Di antara adab islami lainnya adalah menjaga harga diri dengan tidak nganggur. Tidak ada kehinaan (menurut perspektif ajaran Islam) dalam pekerjaan yang halal dikerjakan. Rasulullah bersabda yg maknanya: "Sesungguhnya Allah mencintai mukmin yang memiliki keahlian khusus dan ia mencari nafkah dengan keahliannya tersebut." [At-Thabrani dalam Al-Kabir: 13200].
Rasulullah juga bersabda yg maknanya: "Siapa saja yang di sore hari merasa kelelahan karena hasil karya tangannya sendiri, maka di sore itu ia mendapat ampunan dosa-dosanya." [At-Thabrani dalam Al-Awsat: 7520].
Oleh karena itu, bekerja apapun yang halal dengan niat apapun selama untuk mendapatkan maslahat, maka ia akan mendapatkan ridha Allah, akan dapat pahala (hasil non-materil) dan upah (hasil materil).
Pada satu saat, para sahabat Rasulullah melihat seorang pria yang sangat giat bekerja, lalu mereka berkata: "Wahai Rasulullah, andai saja kegigihan ia dilakukan fi sabilillah (berjihad)." Maka Rasulullah menjawabnya: "Jika ia keluar bekerja untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia sedang berjihad. Jika ia keluar bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka ia sedang berjihad. Jika ia bekerja untuk menjaga kehormatan dirinya (agar tidak meminta-minta), maka ia sedang berjihad. Namun, jika ia bekerja untuk flexing (pamer gaya hidup supaya dipuji orang lain), maka ia berada di jalan setan." [HR. At-Thabrani dalam Al-Awsat: 6835 dan Al-Kabir: 19/129.]
Jadi, semua pekerjaan halal yang diniatkan untuk meraih ridha Allah Ta'ala, itu terhitung ibadah dan jihad fi sabilillah.
Umar bin Khattab pernah melihat seorang pria sehat di masjid lalu bertanya kepadanya: "Siapa yang membiayai hidupmu?" Pria itu menjawab: "Saudaraku." Umar berkata: "Saudaramu lebih baik darimu!"
Maka, hobi nganggur, berpangku tangan, kemalasan, dan meminta-minta kepada orang lain adalah sebuah kehinaan menurut ajaran Islam. Sebaliknya, efisiensi alur kerja, kreatifitas, profesionalisme, loyalitas dan ketekunan akan mendatangkan pahala bagi seorang hamba... Dahulu, orang-orang mengangkut batu satu per satu saat membangun Masjid Nabawi, sementara Ammar bin Yasir mengangkut dua batu sekaligus, maka Rasulullah pun lebih menyemangatinya.
Lanjut di bawah...
Guys, jadi ceritanya Timothy Ronald lagi ngadain sesi konsultasi dan yang naik ini bukan orang biasa, tapi real case: sales mobil dari Bali yang lagi kejebak masalah finansial cukup berat.
Awalnya santai, tapi langsung kebuka cerita keras.
Si sales ini (Putu) cerita kalau hidupnya sempat hancur dalam waktu singkat.
Dari punya tabungan lebih dari 1 miliar, jatuh jadi utang ratusan juta gara-gara salah ambil keputusan bisnis dan ketipu partner.
Belum lagi usaha ternak gagal, proyek properti zonk, duit dibawa kabur. Sekarang masih nyisa utang sekitar 200 jutaan + cicilan mobil + biaya hidup. Intinya: napas udah mulai sesak.
Dan ini yang menarik…
Dia ngerasa problem utamanya itu ekonomi lagi jelek, penjualan sepi, income nggak stabil.
Bahkan dia sempat kepikiran buat perpanjang tenor utang biar cicilan lebih ringan.
Tapi respons Timothy?
Langsung nusuk.
Dia bilang kurang lebih gini:
Lu pikir masalah lu di ekonomi?
Bukan.
Masalah lu di skill.
Timothy breakdown masalahnya dengan brutal tapi jelas:
Sales itu bukan income nggak pasti
itu alasan doang
Kalau income lo nggak stabil, itu bukan karena market doang…
tapi karena lo nggak bisa generate leads secara konsisten.
Masalah utama: nggak punya sistem cari calon pembeli (leads)
Sales itu simpel:
Lu butuh orang (leads)
Lu ajak datang
Lu closing
Kalau orangnya nggak ada → ya jelas nggak closing.
Cara lama udah basi
Metode kayak:
Facebook Ads → direct WhatsApp
Itu kata Timothy udah “cara 2016” — sekarang mahal dan nggak efektif.
Solusi brutal tapi realistis:
pakai TikTok, jangan gengsi
Disuruh bikin konten TikTok
Bahkan sampai dibilang: “joget depan mobil juga nggak masalah”
Kenapa?
Karena:
Gratis
Reach besar
Bisa bangun warm leads (orang yang udah tertarik duluan)
Top Funnel → bikin konten (narik perhatian)
Middle Funnel → kumpulin leads (bio, WhatsApp, dll)
Bottom Funnel → ajak ke showroom & closing
Logikanya sederhana tapi dalem:
Kalau 100 orang datang, lu bisa closing berapa?
Kalau jawabannya 10–50 orang…
berarti masalahnya bukan closing
tapi jumlah orang yang datang kurang
Rumus kasarnya:
10.000 orang lihat konten
1.000 tertarik
100 datang
10–50 closing
Jadi bukan “jualan sepi”
tapi “traffic lu kecil”
Timothy juga nembak mindset korban:
Sales nggak nentu itu sales yang nggak punya skill.
Sales itu profesi tanpa batas penghasilan (unlimited ceiling).
Artinya:
Kalau lu jago → income bisa gila
Kalau lu lemah → ya nyalahin keadaan
Surat dari Ananda Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yg meminta jatah MBG miliknya dia dialihkan untuk kesejahteraan gurunya.
Potret generasi emas Indonesia yg cerdas akalnya dan lembut hatinya. Kiranya Allah swt menjaganya.
Source: Kang Iman @zanatul_91 Guru Sejarah, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G.
@AzzamIzzulhaq memaksimalkan koperasi, mencakup unit usaha simpan pinjam, sewa lahan (kantin), pengadaan seragam, alat tulis.
manajemennya harus benar2 profesional, ini yang paling berat..
2007 - gue mulai upload konten pertama.
2026 - gue masih aktif ngonten, ngisi training di perusahaan2, ngisi ratusan workshop, seminar dan talkshow.
18 TAHUN ngonten. BUKAN 18 bulan. Delapan belas TAHUN 🔥 Selama 18 tahun itu, gue udah buang duit, buang waktu, dan bikin banyak kesalahan yang harusnya nggak perlu.
Ini gue rangkumin semuanya biar lo nggak perlu jatuh di lubang yang sama. 🧵
@ImanBlogger Tidak ada yg salah dengan guru harus mengajar dengan ikhlas. Tapi jangan berhenti di situ. Karena kalimat lengkapnya adalah: “Guru mengajar dengan ikhlas, dan pengelola memberikan hak dan penghargaan kepada guru dengan layak dan ikhlas.”