TRANS7 MENAMPAR WAJAH SANTRI MENJELANG HARI SANTRI NASIONAL
Menjelang Hari Santri Nasional, @TRANS7 justru memberi kado pahit bagi dunia pesantren. Tayangan mereka melecehkan para kiai—khususnya Romo Kiai kami, KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Beliau adalah sosok sepuh yang setiap hari masih mengajar dengan penuh kasih dan ketulusan. Dan saya yakin, beliau tidak pernah menyinggung Trans7, apalagi pemiliknya, Bapak Chairul Tanjung.
Namun apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar “salah tayang.” Ini penghinaan. Narasinya ngawur, dibacakan dengan gaya yang merendahkan, disertai visual dan caption yang secara sistematis membangun framing jahat terhadap para kiai. Saya tidak bisa tinggal diam. Saya tumbuh dalam tradisi kritik dan kebebasan berpendapat ala akademik Barat, tetapi yang dilakukan Trans7 bukan kebebasan pers — ini serangan terencana terhadap kehormatan pesantren.
Saya menuntut langkah tegas: Produser acara harus dipecat. Pembaca naskah dipecat. Trans7 wajib menayangkan program tandingan yang menampilkan konsep barokah, adab, disiplin, dan pendidikan karakter ala pesantren agar publik memperoleh gambaran yang berimbang.
Lihatlah, rumah KH Anwar Manshur begitu sederhana—jauh dari kemewahan. Tapi Trans7 justru membingkai seolah beliau hidup dari amplop dan kemewahan. Itu fitnah! Itu penghinaan terhadap orang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk ilmu dan umat.
Saya menangis menonton tayangan itu.
Bukan karena Kiai kami diserang, tapi karena media sebesar Trans7 tega memproduksi penghinaan semacam ini di bulan ketika bangsa ini semestinya menghormati para santri.
Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia jangan diam. Ini ujian bagi kredibilitas lembaga Anda. Pak Chairul Tanjung, benahi manajemen Trans7 Anda. Dan kepada para pengiklan, saya menyerukan: jangan pasang iklan di Trans7 sampai lembaga ini bertanggung jawab penuh.
Permintaan maaf atau sowan belaka tidak cukup. Luka yang mereka goreskan terlalu dalam. Ini bukan hanya soal satu Kiai — ini soal kehormatan seluruh dunia pesantren.
Salam penuh duka dan amarah,
Nadirsyah Hosen
Elkan Baggott berhasil mendapatkan jersey pemain Spurs & pencetak gol kedua timnas Argentina, yakni Cristian Romero
Baggott sempat terlihat sedikit terkejut, saat Romero ternyata ingin meminta jersey Baggot juga
Semoga Elkan suatu hari nanti juga bisa bermain di Premier League
#Gempa (UPDATE) Mag:4.6, 19-Jun-23 20:44:01 WIB, Lok:7.49 LS, 112.54 BT (Pusat gempa berada di darat 10 km Timur Laut Kab. Mojokerto), Kedlmn:9 Km Dirasakan (MMI) IV Mojokerto, IV Pasuruan #BMKG
Ini lanjutan cerita Kosan Berhantu di Jakarta minggu kemaren ya. Teror hantu di kamarnya makin menjadi-jadi ! Bahkan sampe muntah darah & paku, GILA SIH ! 😭😱
“Kosan Berhantu Mbak Dewi dan 4 Video Rekaman Asli Kejadiannya”
PART 2
Thread Horror
@bacahorror@IDN_Horor
Sejak kecil kami didoktrin kira-kira begini; "sejahat-jahatnya Habaib, jangan sampai kita tidak hormat, karena mereka bisa mendatangkan musibah kepada kita."
Sejak saat itu kami lebih memilih "merendah" terhadap siapapun yang mengaku Habib. Ditipu mereka yg mengaku keturunan Nabi, pun keluarga kami sudah biasa. Mulai dari batu cincin yg keasliannya didasari sumpah atas nama Tuhan (tapi ternyata beling), urusan "pemaksaan" transaksi selembar sarung (beli 1 bayar 2), hingga cerita fiktif besi tua ribuan ton, keluarga kami tetap ikhlas menerimanya.
Then times have changed..
Kami bersaudara mulai dewasa, kemampuan daya jelajah otak kami berkembang. Kami mempelajari banyak hal. Kami sudah bisa membedakan Nabi yg bersifat "Ma'sum" dan bagaimana keturunannya yg manusia biasa. Sudah bisa memilah antara moral manusia dengan adiluhung ajaran agama. Sudah paham soal ciri2 "tawadduk" dan "ujub" pada setiap manusia.
Hari ini ukuran penghormatan kami adalah akhlak yang rendah hati, berkemanusiaan, cinta damai dan terlebih lagi berilmu pengetahuan yg mumpuni. Ini berlaku kepada keturunan siapapun, beragama dan bersuku apapun.
Kemudian kami memahami, bahwa dulu kami diajari utk menghormati seluruh keturunan Kanjeng Nabi tanpa terkecuali untuk memupuk rasa cinta kami yg luar biasa kepada cahaya dan akhlak Rasulullah.
Jika ternyata kemudian ada 1-2 yg mengaku keturunan Kanjeng Nabi tapi tidak sanggup meniru tuntunan dan akhlaknya, mohon maaf kalau kami kemudian bersikap biasa saja. Kami lebih memilih utk menghormati orang biasa keturunan antah berantah, namun rendah hati, menyebarkan cinta dan kemanusiaan.