@ustadchen Kemungkinan Nikah sama Dia itu 1:100 Jadi gamungkin,tapi kalo dia ditakdirkan tuhan nikah dan jadi jodoh gw Ya ga nolak,apalagi Emak gw dapat menantu kaya Gini langsung Di Acc tanpa persyaratan apapun keknya,lumayan juga buat dipamerin ke tetangga
Seumurยฒ baru kali ini liat NIKITA WILLY jadi bunga matahari ๐ญ
Btw berani bayar brp tuh sekolahnya buat jadiin Nikwil pemain figuran, panitia kgak tau apa bayar Nikwil per scene keluar brp puluh jutak ๐ญ
gimana ceritanya bunga matahari anaknya edamame๐
apa yg tidak sampai ke telingamu, itulah cara Allah menjagamu. apa yang sampai lewat mulut orang lain, itu cara Allah mengujimu. dan apa yang sampai langsung dari pelakunya itulah cara Allah beri kesempatan agar hatimu belajar memaafkan. intinya ga ada satu pun takdir Allah yang buruk, semua baik dan semua ada hikmahnya.
PLISS KETAWA BANGET ๐ญ๐ญ
Jadi namjoon cerita pas dia pergi ke โCrying Treeโ dia ketemu mahasiswa stanford.
๐ค: โkm tau BTS gak?โ
๐จ: โohh.. iya aku tau BTSโ
๐ค: โkm RM ya?โ
๐จ: ๐คท๐ปโโ๏ธ๐คท๐ปโโ๏ธ
๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Ada kalimat yang pernah aku baca,
dan entah kenapa rasanya sangat relate:
rasa diabaikan oleh seseorang yang paling kita harapkan perhatiannya memang bisa terasa sangat menyakitkan.
Bahkan otak memprosesnya hampir seperti rasa sakit fisik.
Makanya... Kadang yang paling membuat hati lelah bukan pertengkaran, melainkan perubahan sikap, balasan yang mulai dingin, atau perasaan seperti tidak dianggap lagi oleh seseorang yang dulu begitu peduli.
๐ฅ: aku tuh udah bilang sama kak yoongi โJANGANNNN LARI MARATHON itu susah.โ
๐ฅ: tapi dia gak dengerin aku, dia tetep aja lari. terus pas konser dia malah jadi pincang terus aku bilang โKANNNN aku bilang juga apa ๐๐ผ๐ก๐ฅโ
YAK AYO GELUT LAGI
Klo tangki cinta kita penuh, itu kerasa bgt ke cara kita berinteraksi sm orang. Kita ga gampang caper, ga baper, pikiran lebih positif, dan bawaannya lebih santai.
Soalnya apa yg kita butuhin sdh kita penuhin sendiri, jd ga sibuk nuntut atau naruh ekspektasi ke org lain.
Dulu aku sering berdoa,
โKalau dia bukan orang yang baik untukku, hilangkan dia dari hidupku sebelum aku makin jatuh terlalu dalam.โ
Tapi sekarang aku sadar, kadang seseorang datang bukan untuk langsung dimiliki, melainkan untuk sama-sama belajar menjadi lebih baik.
Jadi doaku berubah.
โKalau memang kami belum siap untuk bersama, jangan langsung pisahkan kami karena keadaan. Bimbing kami tumbuh di jalan masing-masing. Perbaiki hati yang masih luka, dewaskan cara berpikir kami, kuatkan apa yang masih rapuh. Dan bila memang kami ditulis untuk saling kembali, pertemukan kami lagi di waktu yang lebih tepat, saat cinta tidak lagi dipenuhi ego, ketakutan, atau luka lama, tapi dipenuhi ketenangan dan kesiapan untuk saling menjaga.โ
temen gw cerita abis staycation sama pacarnya terus kasih rate bintang 2 ke hotel tsb. pas ditanya kenapa dia bilang di kamar gak ada petunjuk arah kiblat sholat
okkee....
juara๐ฅ ga pernah ngeluh ke orang tua meskipun terpuruk & hampir gila. pokok mereka harus tau aku bahagia, ga pernah gagal, bisa semuanya dan punya 9 nyawa
semua orang keliatannya fine. tapi once u sit and talk, kamu bakal sadar, banyak yang sebenarnya lagi struggle. senyumnya manis, fotonya bagus, tapi dalamnya penuh akan sesuatu yang ga pernah bisa diceritain. we're all just trying to look okay while figuring out how to survive.
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
โseporsi kemenanganโ
ketemu pria dewasa yang ga perlu diajarin jadi pria. dia penuh inisiatif, act of service, gila komunikasi, ga pernah sepelein hal kecil, ternyata aku boleh ngambek dan dibujuk tanpa ditinggal, how lucky i am.
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...๐ฅน๐ค
sering dibuat speechless sama Allah. tiba-tiba diberi jalan, tiba-tiba diberi kabar baik, tiba-tiba segala hal dipermudah. bukan karena kita hebat, tapi karena ada seseorang yang diam-diam pernah kita bantu dan doanya menembus langit.
Banyak orang lagi silent struggle. Keliatanya fine, ketawa, jalanin hari kayak biasa. Padahal deep down-nya lagi capek-capeknya bertahan.
So, be kind. Always. Kita ngga pernah tahu seberapa berat dunia seseorang hari ini.
Aku setuju dengan statement ini:
"Bahwa hidup akan jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. Not everything is our attention, not everything deserve our energy. Ada banyak hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa harus selalu kita dengar, kita bahas, ataupun kita lihat".