Aku pernah melihat Ayahku begitu khawatirnya dia ketika anak perempuannya tidak mengangkat telepon darinya.
Luar biasanya lagi dia selalu mengatakan dirinya baik-baik saja padahal dibalik semua itu ada banyak sekali beban.
Begitu hebat Ayahku 💕
Bahkan setelah sekian lama kamu pergi, aku masih berharap kamu akan pulang untuk mengucapkan selamat tinggal. Karena jika benar cerita kita sudah selesai, kita harus punya penyelesaian, bukan meninggalkanku begitu saja, seperti yang kamu lakukan.
Dear perempuan :
Aku pernah mendengar ini, dan aku ingin kalian membacanya,
"Intinya jadilah wanita yg tangguh, yg mandiri, harus bisa mempuanyai penghasilan sendiri, tahan banting, tahan sakit hati, tahan segalah hal yg menyakitkan, karena "TIDAK SEMUA WANITA SEBERUNTUNG AINUN"
Kadang kita butuh seseorang yang bisa menganggap sedih dan kecewa adalah hal yang lumrah. Seseorang yang tak menghakimi, seseorang yang bisa memahami kalau kadang beberapa orang hanya ingin bercerita, bukan lagi menunjukan bentuk manusia yang tidak sabar dan kurang bersyukur.
Menangis karena diterima kerja sesuai apa yang kita inginkan, menangis karena dilamar seseorang yang sering kita doakan, menangis karena bisa mewujudkan impian orangtua, dan menangis karena bisa masuk surga. Semoga kita semua bisa merasakan tangisan-tangisan itu yaa