Pernah merasa harus menjadi “laki-laki sejati” atau “perempuan yang baik”?
Kalau iya, kamu juga pernah merasakan dampak heteronormativitas. SOGIESC membantu kita memahami bahwa identitas dan ekspresi diri tidak harus selalu mengikuti ekspektasi tersebut.
Apa itu SOGIESC? Berikut kami rangkumkan penjelasannya untuk kamu!
Asli gedek banget sama Punk Palsu di instagram yang pada nolak LGBT. Makannya kalo jadi Punk jangan cuma dengerin sampe Blink 182 aja, dengerin LIMP WRIST lahhhh boosssss adoooooohhhhh !!!
mari-mari bahas yg substansi lagi. serang²an personal nya udahan dan jangan di tanggapi berlarut-larut. jangan beralih fokus.
ramaikan TL orang-orang dengan narasi cancel culture terhadap penyimpangan. ramaikan di akun mana pun,yg penting sepaham, ga harus seagama, satu suku.
jaga indonesia dari woke-mind-virus. ☕
tolong siapapun yg muslim,
Jika melihat ada tweet menghina nabi kita dengan stigma maaf " pedo " kasih liat video ini
jgn terlalu cepat islam kembali asing, yg sudah punya anak jgn lupa edukasi bahaya pemahaman liberal & sejenis nya, biarkan dia membaca tp jgn mudah mengamini
@RioDewanto78013 ya budaya feodalisme hrs di hilangkan
jgn keseringan wahataboutism, cari aja sih apa gw pernah belain salah satu kyai cabul? kslo perlu gw jadi algojo buat eksekusi para pelaku.. gw juga demen nyiksa penjahat
@Indoagainst Saya punya tetangga. Anak baik. Dideketin gerombolan LGBT sampai ikutan mereka. Kena HIV. Dari sakit sampai meninggal, gak ada satupun dari mereka yang menjenguk. Gerombolan keparat!!