maaf bukan mau ngajak ribut, tapi melihat keadaan indonesia sekarang agak bingung kenapa KM ITS suaranya kurang terdengar atau bahkan gak ada suaranya. padahal giliran urusan “kader” suaranya paling lantang dengan alasan yang bilangnya “masih relevan”, “tujuannya baik”. kalo emang kader itu ada output baiknya mana buktinya? kalau cuma ngehasilin rasa overproud atas HMD masing masing artinya udah gak relevan dong? masa kalah sama perguruan tinggi lain yang gak ada kaderisasinya.
HRD itu udah baca CV lo sebelum lo masuk ruangan. Nama lo? Tahu. Universitas? Tahu. IPK? Tahu.
Yang belum mereka tahu: KENAPA LO LEBIH BAIK DARI 30 ORANG DI LUAR ITU.
Kalo lo cuma ulang CV pake suara, lo cuma buang-buang waktu mereka. Dan mereka sadar itu. Di detik ke-10.
Gue tanya ke dia: "Lo ngomong apa di interview?"
Dia balik nanya: "Lo jawab 'ceritakan tentang diri lo' gimana?"
Gue jawab: "Ya... Nama gue X, lulusan Unpad, saya orangnya disiplin, teliti, bisa kerja tim."
Dia diem bentar. Terus bilang: "Nah. Itu yang bikin lo kalah."
Menurut ku cowo yg bayarin cewe nya makan, dianter-jemput itu bukan bare minimum.
Di balik itu mereka nahan makan, mereka nabung buat bayarin kita, mereka spent itu buat kita padahal bisa buat dirinya sendiri, in my opinion itu efort
"love should be fun" kamu butuh cowok pinter yang bisa lebih dominan, cowok yang bisa ngasih penjelasan logis tentang overthinkingmu, sabar, ga insecure-an, ga banyak kode tapi action, ga banyak janji tapi bukti, dan bisa bikin kamu nurut tanpa ngatur-ngatur.