Valid, sudah terbukti di dunia @PNS_Ababil . Makin rajin makin ditumpukin banyak kerjaan. Sementara para pemalas inkompeten dapat beban kerja sedikit. Dan konyolnya ujungnya nilai SKP pegawai rajin dan pemalas sama aja. 😑
Agama saya dihina-hina. Saya Diam ❌️
Nabi kami dijelek-jelekin. Saya juga diam ❌️
Ajaran Islam diolok-olok. Saya milih Rahmatan lil alamin❌️
Ibadah kami dicampur aduk dgn agama lain. Saya anggap itu toleransi ❌️
Tapi... kalau teman kami ditahan KPK... Saya akan lawan !! 💪😤
Teman-teman, tidak ada yang tetap sama setelah patah tulang.
Di IGD, pasien yang baru saja patah tulang selalu datang dengan wajah seperti baru melewati kiamat kecilnya sendiri. Nyeri yang tajam, keringat dingin, rasa takut, dan satu kalimat yang hampir selalu sama, “Dok, sakit bangeett. 😢”
Patah tulang mengubah banyak hal dalam 1 detik. Kaki tangan yang biasanya patuh mendadak tidak bisa diajak kerja sama. Ada panik, ada sedih, ada perih yang menembus sampai ke kepala. Pasien sering merasa hidupnya berhenti di titik itu.
Tapi yang akan terjadi berikutnya, sungguh luar biasa.
Setelah suasana IGD yang hiruk pikuk, setelah Dokter ortopedi memastikan Garis patah kembali lurus pada tempatnya dan fragmen tulang stabil. Setelah menahan, menyelaraskan, lalu mengunci dengan gips, pen, plate, atau apa pun yang dibutuhkan, seketika tulang mulai membangun ulang.
Minggu minggu berikutnya, tulang pasien (bukan dokternya) menumbuhkan jembatan baru di antara dua ujung yang patah. Namanya kalus.
Ia mempertebal, ia menguatkan. Bahkan menjadi jauuhh lebih kokoh dari tulang sebelumnya.
Kamu pernah dengar Jackie Chan? Puluhan tulangnya pernah patah. Berkali kali jatuh, berkali kali cedera, berkali kali kembali berdiri. Banyak yang bilang, dia punya tulang yang “paling kuat”, karena hidup memaksanya berkali kali runtuh, lalu pulih, lalu terbentuk lagi.
Jadi di akhir 2025 ini, aku ingin teman-teman semua menyadari.
Patah itu bukan akhir. Patah hanyalah jeda.
Supaya kita kembali lurus. Supaya ada tangan tangan yang membantu menata ulang arah kita. Supaya kita belajar sabar, belajar patuh pada proses, belajar menghormati waktu.
Mungkin kamu sedang patah di 2025 ini. Dalam hubungan, dalam karier, dalam harga diri, dalam rencana yang runtuh. Rasanya kamu seperti di IGD batin.
Bising, panik, perih, dan kamu merasa tidak akan pernah kembali.
Betul, Kamu memang tidak akan kembali jadi versi lama.
Kamu akan jadi versi baru.
Versi lebih tenang, lebih terarah, dan lebih kuat.
Rawat “gips” hidupmu. Jaga batasmu. Jangan dipaksa dipakai sebelum waktunya. Istirahat saat harus istirahat.
Kalus itu seperti pesan tersirat dari Sang Maha Menyembuhkan, “Aku sedang menyatukanmu lagi, dengan bentuk yang lebih kuat.”
Kita sambut 2026.