disclaimer dulu, gak membandingkan siapa yang secara individu lebih bagus atau potensial antara Camarda dan Pio. kita bicara konteks keseluruhan aja.
ada tiga situasi di mana pemain youth akan dapat kesempatan main cukup di tim senior:
1. si pemain memang fenomenal - Yamal, Mbappe, Donnarumma.
2. skuad kepepet butuh memainkan si pemain - biasanya di tim papan bawah dengan bujet transfer minim.
3. kondisi skuad yang menjamin hasil bagus sehingga si pemain aman dari kritik tajam atau hujatan saat ia gagal perform.
terlepas dari kemampuan individu antara Camarda dan Pio, Camarda di Milan gak memiliki 'privilege' poin 3 yang dimiliki oleh Pio di Inter.
selain drama internal dalam manajemen yang memalukan, di atas lapangan, terutama di musim 25/26 yang baru berlalu Milan mengalami krisis striker. Gimenez dan Nkunku yang dibeli mahal gak perform sehingga bahkan mereka pun tergeser posisinya oleh Leao dan Pulisic yang keduanya adalah winger, yang juga gak mampu kasih kontribusi maksimal.
sulit membayangkan Allegri mempercayakan peran berat itu kepada Camarda yang berusia 18 tahun dan karir pro-nya baru dihabiskan di Serie C. gak semua pelatih seperti Mihajlovic, yang 'nekat' menyingkirkan Diego Lopez demi seorang bocah bernama Donnarumma.
alasannya: pertama, tekanan yang terlalu besar dibebankan kepada Camarda dan itu situasi yang sangat gak ideal dan rentan kegagalan. terlebih lagi, secara tim terrorball Allegri gak bersahabat dengan striker. bayangkan jika kasus Gimenez (0 gol semusim) atau Pulisic (0 gol dalam lima bulan) terjadi pada Camarda, maka bisa jadi development path-nya langsung terputus karena kena mental hujatan media dan fans.
kedua, secara politis, memainkan Camarda sebagai starter reguler sama saja melempar tai ke wajah manajemen, khususnya Furlani, karena secara gak langsung Allegri membuat pernyataan bahwa Gimenez dan Nkunku adalah transfer gagal.
sebaliknya, Pio tumbuh dalam skuad yang 'lebih aman' dan kondusif untuk perkembangan teknis dan mentalnya. Inter punya dua striker tajam yang masuk dalam daftar topscorer. jika Lautaro atau Thuram tidak available maka Pio bisa main sebagai starter tanpa banyak mengkompromikan ketajaman lini depan. secara tim juga pendekatan taktik dan lini tengah Inter mendukung kinerja striker.
lebih kondusif lagi, Pio bisa dimainkan saat Inter sudah unggul dan dalam posisi aman atau melawan tim yang di atas kertas lemah sehingga ia tidak terlalu terbebani. bahkan seandainya pun Pio secara individu gagal perform atau ngeflop, posisinya masih akan relatif aman karena fokus media dan fans akan teralihkan ke hasil akhir Inter yang positif.
Atlet panjat tebing Indonesia, Putra Tri Ramadani, mencetak sejarah dengan meraih medali emas nomor lead pada ajang World Climbing Series Praha 2026.
Tampil sebagai pemanjat keenam, Putra berhasil mencapai titik 43. Raihan tersebut tidak mampu dilewati oleh dua atlet Jepang yang tampil setelahnya, sehingga memastikan dirinya keluar sebagai juara.
Prestasi ini semakin melengkapi dominasi Indonesia di dunia panjat tebing, yang selama ini lebih dikenal berkat kekuatannya di nomor speed.
🎥 World Climbing
#PutraTriRamadani #WorldClimbingSeries
🚨 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐈𝐍𝐆: Roberto Mancini is 𝗩𝗘𝗥𝗬 𝗖𝗟𝗢𝗦𝗘 to returning as Italy national team manager, @MatteMoretto reports.
The final details are being sorted, with the EURO 2020-winning coach set to return to the Azzurri bench. 🇮🇹
Shin Tae Yong menutup Konpresnya bersama @Persija_Jkt dengan kalimat 'singkat-padat-jelas' dan pastinya mengandung psywar.
"GUE PERSIJA, GUE CHAMPIONS"
Musim depan bakal jadi lebih seru, panas, dan menarik ni persaingan di Liga Super.
Source:
tiktok-senang2seni
DEFENDER ASIA DENGAN MARKET VALUE TERMAHAL SAAT INI
🇺🇿Abdukodir Khusanov - €35 juta
🇰🇷Kim Min-Jae - €20 juta
🇯🇵Hiroki Ito - €18 juta
🇮🇩Jay Idzes - €14 juta
🇦🇺Jordan Bos - €12 juta
🇦🇺Alessandro Circati - €12 juta
🇯🇵Tsuyoshi Watanabe - €10 juta
🇸🇦Saud Abdulhamid - €9 juta
🇯🇵Ko Itakura - €8 juta
🇯🇵Koki Machida - €6 juta
📝Transfermarkt
Un hincha de Guatemala invadió la cancha vs Ecuador, la Policía de USA lo redujo y Moi Caicedo SE QUEJÓ por la forma en la que fue tratado.
Crack. 🇪🇨❤️
🚨🗣️ Marotta: "I was at San Siro in 1965 when Inter won their second European Cup against Benfica, with Jair's goal."
"If we win the Champions League... I could even RETIRE." 🏆🖤💙
Lautaro, gol e assist nel test dell’Argentina contro Honduras (2-0).
Centro numero 37 per il Toro, ora a -4 dal podio dei migliori marcatori di tutti i tempi dell’Argentina.
1) Messi 116
2) Batistuta 55
3) Aguero 41
4) Lautaro 37
🔥
Braida: "Dissi a Galliani che dovevamo prendere Kakà e lui mi rispose 'basta, sempre a spendere soldi'. Allora gli dissi 'guarda che lo vuole l'Inter, lo vuole l'Inter'. Dovevo dargli qualche stimolo..."
Ausilio: "Lautaro? Feci una cosa che o va in porto o non ti puoi più presentare in pubblico. Andai in Argentina, dove appena atterri tutti sanno che sei lì, con Lautaro che era ormai promesso all'Atletico Madrid, anche qualcosa di più. Mancava solo la firma del Racing, per fortuna c'era Milito ds, qualche informazione era arrivata a me e a Zanetti. Decisi di provare questa cosa, puntando tutto sull'accordo con il Racing. Pagammo di più al Racing e, dopo la stretta di mano, andai allo stadio a vedere la partita e Lautaro pensò bene di fare tripletta. Ovviamente cambiò il prezzo, arrivarono altre società, mille telefonate. Rimasi in Argentina, mi dissero 'torna a Milano che ti mandiamo tutto via mail', non ci pensai nemmeno, rimasi in Argentina fino alla firma. Andai in aeroporto con il documento arrotolato in tasca"
Ausilio: "Vogliamo costruire presente e futuro su Stankovic, le dinamiche di mercato valgono per tutti non solo per Stankovic. So che il ragazzo vuole restare e Chivu lo conosce. Spendere una bella cifra per lui è un bel segnale. Inizieremo il precampionato con lui e Massolin, gli daremo opportunità e poi ci confronteremo. I giovani devono avere spazio per giocare e noi cercheremo di creare queste condizioni" @fcin1908it