Jika nanti di depan sana aku terjatuh, lalu tertimpa sesuatu dan terluka.
Aku hanya meminta, bisikkan kata penenang sementara kepada saraf pendengaranku : “Ayo sedikit lagi, tenang; apapun yang terjadi, aku akan tetap berada di sampingmu”
aku tidak akan membuktikan apa-apa lagi, terserah saja, aku sudah tak peduli.
yakini saja pilihanmu itu, tinggalkan sajalah aku, 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗵𝗮𝗴𝗶𝗮 atau 𝘀𝗲𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹 apapun nanti, itu 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙪𝙧𝙪𝙨𝙖𝙣𝙠𝙪.
aku tak perlu menjadi siapapun agar layak dicintai bukan? sama denganmu, kamu tak perlu menjadi yang bukan dirimu di depanku.
tapi jika ada hal yang kurang baik ada padamu dan kamu ingin mengubahnya, dengan senang hati aku bisa menerimanya— apapun itu tentangmu.
tidak perlu menarikku kembali, aku telah mengemas diriku yang baru,
dan tak perlu bertanya “kemana diriku yang dulu?” ia telah tiada, semenjak berani memilih dirinya sendiri.
aku juga tak mampu merawat kita seorang diri, aku juga tak mampu jika hanya aku yang selalu mencoba mengerti lalu memperbaiki, dan aku tak mampu jika hanya aku yang bermimpi kalau
𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒖𝒕𝒖𝒉 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒂𝒊 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊.
hiduplah dengan tenang, percayalah sesuatu itu terjadi karena sebuah alasan sebab kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasan.
maka bersabarlah, agar satu per satu yang terjadi terlihat masuk akal.
pada dasarnya laut itu sangat indah, tetapi aku juga ingat — semakin aku menyelaminya hanyalah gelap yang kutemukan di sana.
aku juga tau, semua isi lautan itu
pun bukan milikku.
aku pikir rasa kekhawatirannya bentuk dari rasa sayangnya padaku, nyatanya aku salah.
ia hanya memastikan rasa takutnya padaapa yang ia lakukan di belakangku 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖.