Aku pernah begitu candu terhadapmu
sampai akhirnya,
kau patahkan rinduku
Aku pernah begitu ingin bersamamu,
namun kau sadarkan aku dengan pergimu.
Aku pernah begitu mencintaimu,
namun semua hanya sebatas pernah.
Kadang kita hanya cukup menerimanya saja. Tidak harus buru-buru paham, kemudian mengerti. Besok-besok seiring penerimaan kita, saat hati kita sudah cukup lapang, hikmah itu pasti akan datang—menyapa kita dan membuat kita bersyukur atas kejadian yang pernah ada.