Sekarang gua sadar kenapa badan laki laki yang sudah menikah rata rata rusak, mereka rela menahan lapar menahan keinginan, demi anak istri mereka, karena dia tidak mau di sebut lelaki yang lepas dri tanggung jawab, khususnya yg ekonomi di bawah rata rata,
Maafkan bapa nak, bapa teu bisa menuhin ke inginan mu, bapa tos berjuang nepi ka nahan nahan lapar, tapi hasilna teu aya, nu aya kalah mawamawa kalian balangsak,
Mengejar dunia, menahan lapar, menahan emosi, menahan marah, namun semua tak kunjung membuahkan hasil, sudahlah semakin ku kejar semakin tidak ada hasil nya, KUMAHA KAREP WE , sebula berlalu bertahan , padahal usaha neangan rezeki ker anak pamajikan lain ker urang hungkul,