KDMP dapet modal dari AGRINAS.
AGRINAS dapet pinjaman Rp240 TRILIUN dari DANANTARA (bank Himbara).
Cicilannya? Dijamin pemerintah, alias dibayar negara.
Uang muter di lingkaran BUMN, risikonya ditanggung rakyat.
Enak banget ya main korupsinya?
๐ค๐คจ
gila banget ini menteri PU
dia ga nemu yg nyebarin surat dinas kemaren
terus yg dihukum semua yg terlibat dgn persuratan tsb. Sick nasib orang buat mainan
Gedung besar dan jajaran staff serta deretan elitnya yang SEABREK apakah membuat BGN peka terhadap isu-isu lingkungan hidup?
Adakah hari di mana mereka menggelar rapat yang topiknya membahas serius hasil sampah dari proyek mereka?
Kita semua tau sih jawabannya. ๐
Bertahun2 Freeport kgak pernah mau bayar denda kerusakan lingkungan akibat limbah tailing nya yg mencapai Triliunan rupiah kpada Negara
Negara spertinya kgak mampu nagih, krena tehnologi kita baru bisa narik denda pajak motor mobil di POM2 bensin saja
https://t.co/oIXImRMfBx
Gila, ketimpangan kita separah ini!
Direktur Kebijakan Fiskal CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Dr. Media Wahyudi Askar, menjelaskan hasil studi terbaru mereka:
1. Studi CELIOS mengungkap ketimpangan ekstrim: di saat pejabat/orang super kaya merayakan ultah mewah di Paris, anak-anak miskin berjuang keras hanya untuk bisa makan hari itu jg.
2. Indonesia kini punya 2 wajah ekstrem. Wajah pertama diisi oleh 1.700 orang super kaya, dimana kekayaan 50 orang terkaya di antaranya sudah setara dg total kekayaan 55 juta penduduk.
3. Oligarki ini menyetir harga pasar (ojol, LPG, properti) dan "membeli" demokrasi lewat pendanaan parpol. Sebaliknya, rakyat biasa harus berdesakan di transportasi publik yang buruk meski taat bayar pajak.
4. CELIOS mendorong Pajak Kekayaan (Wealth Tax) sebesar 2% untuk aset di atas Rp84 M. Didukung 89% rakyat, pajak ini bisa menghasilkan Rp142 T/tahun untuk menggratiskan layanan kesehatan, KRL, hingga beasiswa sampai bangun rumah layak warga rentan.
Nonton full di youtube nya Watchdoc Dokumentary nya disini ๐
https://t.co/cSzAPhXCd8
PENAFSIRAN TERLALU LUAS ITU BERBAHAYA
Ternyata ada yg tertarik dengan pernyataan pendek saya di TV One semalam he he. Memang kalau penegak hukum itu menafsir dan menerapkan norma hukum secara salah, salah pula dalam menilai bukti dan fakta lalu keliru dalam mengambil kesimpulan, hingga terjadi overkriminalisasi, yang berarti melanggar azas legalitas.
Mereka menciptakan delik baru yang sebenarnya tidak ada normanya di dalam UU atau pasal dimaksud. Berdasar lex stricta, penafsiran terhadap rumusan UU, itu harus dilakukan secara ketat sesuai text yang ada, tidak boleh diperluas dengan cara cara yang merugikan terdakwa.
Azas ini membatasi penegak hukum, termasuk Hakim agar tidak memperluas makna suatu ketentuan pidana hanya agar suatu perbuatan yang tidak secara tegas diatur atau dilarang, sengaja dimasukkan dengan ditafsir luas agar bisa mempidana terdakwa atau orang yg ditarget. Konsekuensinya menjadi norma baru yg bisa mengenai perbuatan lain diluar kejahatan yg dilarang oleh UU.
Azas ini penting untuk melindungi warga negara dari kesewenangan dan menjamin kepastian hukum (rechtazekerheid). Itulah yang saya suarakan agar mereka jangan membuat norma baru dengan penafsiran terlalu luas. Menafsir dengan seenaknya sendiri itu sama saja dengan membuat norma baru, dan mengambil alih kewenangan DPR dan Pemerintah dalam membuat norma UU yang sebelumnya tidak ada.
Salah satu prajurit TNI merampas telepon genggam wartawan Tempo dan memaksa penghapusan foto-foto personel TNI yang berjaga saat peliputan di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, 9 Juli 2026.
Gosah kasih tau pemerintah..
Nanti mereka datang cari panggung..
Lalu blablabla.. janji ini itu ๐ฅฑ
Udh baik rakyat nolong rakyat aja
Anggap ga punya pemerintah..
Oh ya, nota pembangunan jan dibuang.
Kalo nanti ditagih pajak, kasih aja notanya - minta dioffset ๐
Bank di bawah Danantara minjemin duit buat KDMP... tapi bukan per koperasi, minjeminnya ke ... Agrinas. Langsung total 240 T
Kok berani ngasih pinjem ke usaha yang gak punya track record, baru netes, dan gajelas?
Karena yang mbayar utangnya bukan Agrinas, tapi.... pemerintah!
Bingung?
Sama.... ๐
โข Presidennya hobby pidato pake kata kasar + ngitung gak jelas
โข Wapresnya main kucing + ai ai an kayak beda dunia
โข Menlunya harus diingetin dlu baru gerak
โข Menteri PUPR nya rencana dinas keluar negeri bareng keluarga bertepatan final world cup
โข Menkeu nya punya anak yg suka parlay dan malah tone deaf
โข Ketua MPR nya jadi suruhan pemerintah
โข Aparat nya, TNI Polri lagi rebutan kasus, saling tunjukkan kekuatan
โข Aparat Hukum, Jaksanya, terindikasi korupsi atas kasus besar yg ditangani
Negara ini sebenarnya sedang menuju ke mana?
Bayangin skenario paling absurd:
Jaksa ditangkap polisi.
Polisi ditangkap jaksa.
Rumah jaksa dijaga tentara.
Terus tentara ditangkep jaksa lagi.
Brankas 2 meternya cuma diem di pojokan, nonton semua drama ini sambil ketawa dalam hati ๐
Seru nih negara kita