Setiap hari ketemu dengan kejadian seperti ini. Setiap hari!
Kadang beneran gemes kalo liat berita tentang gimana program-program penerintah yang mungkin baik di atas kertas tapi kenyataannya bahkan nggak nyentuh sektor riil masyarakat yang ada di bawah.
Protes ke mereka juga kayaknya percuma, masuk kuping kanan keluar beli motor listrik.
Yang bisa dilakukan apa? Ya saling bantu dan saling jaga aja. Karena buat banyak orang, masih bisa makan hari ini aja udah alhamdulillah banget.
Program ini bakalan lebih 'kekunci' dan tervalidasi kepopulisannya, ketika:
1. Berhasil menyuap ormas-ormas 'berkompas moral' dengan dapur-dapur.
2. Menyuap ormas-ormas tukang pukul atau penguasa lahan atau preman-preman dengan insentif-insentif.
3. Membiarkan aparat penegak hukum dan penyelenggara negara mengelola dapur. Banyak sekali dapur.
4. Negara gak hadir untuk memperluas lapangan kerja, terutama bagi lulusan akuntansi dan ahli gizi, sehingga pilihan satu-satunya paling menggiurkan bagi mereka jatuh pada pekerjaan di kubangan lumpur (espepege).
5. Bege'en dimanjakan oleh presiden. Pos APBN selalu yang tertinggi. Diberi pelbagai kewenangan-kewenangan tanpa koordinasi sama kementerian lain.
6. Karena bege'en dimanja oleh presiden, maka bege'en akan memanjakan pegawai kubangan lumpur, ngasih upah tinggi, ngasih tunjangan, ngasih fasilitas-fasilitas, lalu loyalis embege bertumbuh makin banyak dan solid. Bahkan lebih banyak ketimbang pengkritiknya.
Fak, anjgg. Ternyata semua itu udah terjadi satu per satu, cokk. Kiamat. 🙂
Banyak guru di pedalaman yang berjalan kaki menempuh jarak kiloan meter selama bertahun-tahun karena tidak ada biaya untuk membeli kendaraan. Diupah sedemikian rendah. Mereka tetap menjalaninya karena percaya masa depan bangsa ini bisa membaik dengan masyarakat yang terdidik.
Njuk ada lembaga baru yang ternyata bisa mengadakan sarana prasarana semewah ini hanya dalam waktu singkat. Dapur miliaran. Komisi untuk pemiliknya miliaran. Eh, masih juga diberi fasilitas wah, termasuk sepeda motor yang harganya mantap untuk ukuran rata-rata masyarakat. Bahkan Menkeu yang jadi bendahara negara sampai bingung dengan pengadaan puluhan ribu sepeda motor untuk kepala SPPG ini. (Kok bisa? Bisa dong. BGN gitu loh!)
Andaikan guru disejahterakan. Andaikan dana dikelola dengan baik untuk kemakmuran rakyatnya. Indonesia Emas 2045 bukan hanya mimpi setengah ilusi, tapi cita-cita yang dikejar sebagaimana mestinya.
Nama Andi Amran Sulaiman
Tempat Lahir:Bone
Tanggal Lahir: 27 April 1968.
Ayah: Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta, seorang veteran TNI dengan pangkat terakhir bintara (Babinsa).
Ibu: Andi Nurhadi Petta Bau
Berdasarkan data LHKPN :
- Tahun 2014: Saat pertama kali jadi menteri, kekayaannya dilaporkan sekitar Rp330 miliar.
- Tahun 2019: Hartanya tercatat di angka Rp279 miliar.
- Tahun 2025: Melonjak tajam menjadi Rp1,19 triliun
Punya bnayak usaha:
1. Sektor Pertambangan & Industri (Mining)
- PT Tiran Indonesia: Fokus pada penambangan nikel di Konawe Utara.
- PT Tiran Mineral: Bergerak di bidang pertambangan nikel.
- PT Tiran Bombana: Fokus pada tambang emas dan timah hitam.
- PT Konawe Utara Mandiri: Eksplorasi pertambangan di Sulawesi Tenggara.
- PT Global Fero Cemerlang: Unit bisnis yang terkait dengan pengolahan logam atau feronikel.
2. Sektor Retail & Distribusi
- PT Tiran Makassar: Distributor resmi produk Unilever di wilayah Sulawesi.
- CV Empos Tiran: Produsen rodentisida (racun tikus "Tiran") yang menjadi cikal bakal bisnisnya.
- CV Empos: Distributor Semen Tonasa dan bahan bangunan lainnya.
- CV Profita Lestari: Distributor pestisida dan sarana produksi pertanian.
- GulaTa: Merek distribusi Gula Kristal Putih (GKP) untuk wilayah Sulawesi.
3. Sektor Agribisnis & Perkebunan
- PT Tiran Sulawesi: Mengelola perkebunan tebu dan kelapa sawit.
- PT Bahteramas: Pabrik gula yang berlokasi di Konawe Selatan.
- Unit perkebunan di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan.Kebun Pattalasang
4. Sektor Energi & Logistik
- PT Amrul Nadin: Mengelola jaringan SPBU percontohan di Maros dan Makassar.
- PT AAS Primatama Logistic: Fokus pada layanan logistik dan rantai pasok.
- PT AAS Transud Indonesia: Unit transportasi udara dan maritim untuk efisiensi distribusi.
- PT Pelayaran Samudera Lamappepening: Layanan transportasi laut untuk pengangkutan komoditas.
5. Properti, Pariwisata & Lainnya
- Hotel Pantai Gapura
- PT Kawasan Industri Tiran: Pengembang kawasan industri terpadu.
- AAS Foundation: Lembaga filantropi yang mengelola kegiatan CSR dan sosial grup.
Dulu sama Nyonyah pas pandemi pernah sesusah itu sampe pas beliau butuh pembalut aja, nyari recehan di rumah cuma sanggup kekumpul dan beli 1 yang sachet, akhirnya jalan kaki ke warung. Trus Nyonyah pesen ke saya, "kalo besok kita dikasi kesempatan bangkit, kalo ada yang minta bantuan pembalut, kita usahain ya. Karena aku tau gimana rasanya."
Saya iyakan, dan saya ingat terus omongan itu.
Bismillah. Saling bantu, saling jaga.
@pln_123 Dan bukan semata-mata keinginan utk mendapatkan kompensasi, tapi ketidakbecusan kalian dalam mengelola pelayanan listrik di daerah selama bertahun-tahun sudah berpengaruh terhadap kualitas hidup kami.
@pln_123 Bertahun-tahun seperti ini di daerah saya. Dalam satu bulan bisa sampai lebih dari 10 kali dgn durasi mulai dari hitungan detik sampai 4-5 jam. Silakan cek data di internal perusahaan kalian sendiri. Kalian tahu kan lonjakan penurunan tiba2 tegangan listrik merusak komponen?
@jtcargoid Jawaban macam apa yg isinya cuma disuruh nunggu karena masih dalam estimasi waktu pengiriman tanpa ada data detail dan transparan?
Informasi yg nggak informatif.
Saya butuh detail progress pengiriman, karena statusnya nggak berubah dalam waktu hampir 48 jam.
@pln_123 Terhitung sudah 4 hari berturut-turut padam listrik dari tgl 14 April 2025 dgn durasi 2 - 5 jam.
Saat ini juga. Mohon untuk jadi perhatian manajemen pusat terkait permasalahan ini.