SUM → Menjumlahkan
AVERAGE → Cari rata-rata
MIN → Cari angka terkecil, tapi bisa membatasi nilai maksimal
MAX → Cari angka terbesar, tapi bisa membatasi nilai minimal
IF → Kalau benar ya begini, kalau salah ya begitu
IFS → IF, tapi banyak maunya
VLOOKUP → Cari data dari kolom paling kiri
HLOOKUP → Cari data dari baris paling atas
INDEX → Ambil data berdasarkan posisinya
MATCH → Datanya ketemu, sekarang posisinya dimana?
XLOOKUP → VLOOKUP yang udah naik level
TEXT → Ubah angka jadi tulisan
LEFT → Ambil dari kiri
RIGHT → Ambil dari kanan
MID → Ambil dari tengah
FIND → Cari posisi teks
SUBSTITUTE → Ganti teks tertentu
REPLACE → Timpa teks berdasarkan posisi
PROPER → Huruf awal jadi kapital
UPPER → Marah-marah
LOWER → Santai semua huruf kecil
TRIM → Buang spasi yang kebanyakan
CLEAN → Bersihin karakter aneh
FILTER → Saring yang penting aja
SORT → Baris berbaris, diurutin
UNIQUE → Yang kembar disuruh pulang salah satu
SEQUENCE → Bikin urutan otomatis
COUNTIFS → Hitung yang memenuhi syarat
SUMIFS → Jumlahkan yang memenuhi syarat
AVERAGEIFS → Cari rata-rata yang memenuhi syarat
MAXIFS → Cari nilai terbesar sesuai syarat
MINIFS → Cari nilai terkecil sesuai syarat
TEXTJOIN → Gabung teks tanpa ribet
TEXTSPLIT → Pisahin teks yang nempel
OFFSET → Geser-geser referensi
INDIRECT → Alamat yang ditulis jadi alamat beneran
LOOKUP → Cara lama yang masih hidup
XMATCH → MATCH versi jago
SUMPRODUCT → Dulu diidamkan, sekarang kalah sama SUM
PRODUCT → Perkalian berjamaah
MMULT → Perkalian matriks
TRANSPOSE → Baris jadi kolom, kolom jadi baris
LET → Kasih nama biar enak dipanggilnya
LAMBDA → Bikin rumus sendiri
MAP → Kerjain satu-satu tanpa ngeluh
BYROW → Kerjain per baris
BYCOL → Kerjain per kolom
SCAN → Lihat prosesnya satu per satu
REDUCE → Ringkas sampai jadi satu hasil
GROUPBY → Ngelompokin data otomatis
PIVOTBY → Pivot tanpa Pivot Table
Cara lain nonton pildun gratis tanpa link illegal adalah pakai aplikasi VLC terus masukin link IPTV Public dan hasilnya bakal muncul semua channel public tinggal pilih aja mana nyiarin pildun. Tanpa iklan mengganggu 👍🏻
Masih kaget bgt sama kejadian kemarin, cwo aku negur orang krn ngerokok di jalan. Gak ada setengah jam orang yang di tegur WA langsung kirim foto KTP, beserta identitas yang valid sampe tempat kerja dsb. (Maybe ngelacak lewat plat nomer motor ya).
Gak lama di ajak ketemu ngobrol baik² krn posisinya udh nyebar data pribadi ku, dia ngirim alamat bkn shrlok ya. Setlh itu kmi samperin sesuai alamat, tp di wa gada balasan apapun. Ampe akhirnya kami pulanh tnpa ketemu org tersb, gak lama ada yg mau bobol WA (berusaha masuk WA ku) dan bersamaan dgn OTP² PINJOL.
Shock banget aku, udah sampe di fase tremor tangan aku buat pegang hp, ketika berusaha masuk wa aku aku klik BATAL, tp OTP² tsb tetap masuk smpe bikin fokus aku pecah. Seyakin aku aku ga klik KONFIRMASI. Tp aku yg aku takutkan tetap JIKA benar dana bisa cair, sdg kan jaman skrg Buka rekening atasnama aku gampang bgt.
Udah di titik takut banget kalo bkl kejadian yg gak aku inginkan. Smpe langkah awal aku ganti semua paswrd yg ada di hp, verifikasi 2langkah, dan aku langsung lapor polisi siber by web nya.
Jangan lupa cek ATM kalian ada gak transaksi keluar masuk uang,krn itu pnting bgt.
Dan coba telp konfirmasi ke bnyak temen² polisi, ternyata itu adalah SIDIKAT JUDOL DAN PINJOL. Duar, pusingnya bukan main. Langsung cb buat laporan ternyata gbs, harus ada bukti bahwa aku ada kerugian, nah kbtulan aku orang bank.
Jadi di anjurkan cek BI Cheking ku dulu. Sdgkn update an BIChek itu tgl 15. Bener² skrg masih terus cb konfirmasi dgn temen² polisi dan tmen dri bdn intelejen dan beberapa temen yg bs lacak lokasi orang tsb. tetep waspada ya temen². Jaman skrg NGERI banget.
Pdahal cma dari PLAT nomor aja smpai tau FOTO KTP, NO BPJS,ALAMAT RUMAH,ALAMAT KANTOR, HP DAN EMAIL. Lebih baik skrg legowo aja kalau di jlan. Walaupun kena abu rokok, krn ternyata sebenernya BANYAK BANGET di lingkungan kita SIDIKAT JUDOL DAN PINJOL, minta doanya ya ,smg hal buruk tidk terjadi.
cc:ikraminas
Kalian pernah dapat telpon spam kayak gini gak sih?
Pernah aku coba iseng angkat dan ternyata pas aku angkat ga ada suara yang ngomong, hening aja gitu
Akupun juga gak ngomong, nunggu yg telpon ngomong dulu. Udah 3 nomor telpon slalu aku angkat dan ya semuanya hening.
Kepo dong nyari lah digoogle, eh ketemu.
Ternyata ini salah satu modus penipuan baru namanya telepon hening/silence call.
Kalo misal ada nomer yg ga dikenal gak perlu diangkat, misal kalo udah keangkat lakuin sama persis kayak yg kulakuin.
Jangan ngomong duluan, tunggu orangnya ngomong dulu.
Mereka itu bukan cuma iseng doang nelpon hening kayak gitu.
Jadi tujuannya emang beragam
1. Ngecek no hp kita aktif apa nggak
2. Memancing kita untuk telpon balik
3. Ngumpulin data buat serangan lanjutan
4. Yang paling parah suara kita bisa direkam sama mereka
Teknologi sekarang kan bisa gunain suara kita utk dijadiin nipu siapapun.
Resikonya juga gak bisa dianggap sepele, nomor kita berpotensi jadi target penipuan.
Mulai dari kode OTP, Phising yg bikin bahaya apapun di hpmu, data pribadi diambil, sampai terhubung ke biaya premium yang kalau kita telpon balik kena kena biaya cukup tinggi.
Terus gimana biar gak kena modus penipuan ini?
1. Cuekin aja telpon dari nomer yg ga kita kenal, kalo penting kan pasti orangnya ngomong dan ngirim pesan dulu
2. Gausah telpon balik ke nomer tersebut.
Sebar informasi ini ke keluarga kamu, terutama orang tua kalian biar mereka ga jadi target scam-scam macam kayak gini.
Stay safe guys
@katerina4421@FirstHalfYT@EASFCMOBILE Just exchange for the token bro. You'll get 300 from it, then just claim Lucas Beraldo from chapter 1 to get the remaining 150 tokens. Use it to choose any other player.
Cuk Ini kenapa goblok banget anjing
Pemerintah mau bikin Perppu buat naikin batas defisit APBN di atas 3% PDB.
Buat yang gak tau: 3% itu bukan angka random. Itu batas yang kita bikin setelah krisis 1998 biar negara gak asal belanja.
Perppu itu instrumen darurat. Syaratnya “kegentingan yang memaksa.”
Pertanyaannya: darurat apa sekarang?
COVID udah lewat. Gempa bumi gak ada. Krisis finansial global belum kejadian.
Yang ada cuma program-program yang dari awal budgetingnya gak jelas, dan sekarang tagihannya dateng.
Defisit naik berarti lebih banyak surat utang. Likuiditas tersedot. Suku bunga susah turun. Usaha makin susah pinjam duit. Investor nervous, capital keluar, Rupiah kena tekanan.
Dan yang bayar semua ini siapa?
KITA.Kelas menengah.
Yang udah diperes pajak dari segala arah. Yang daya belinya udah turun. Yang sekarang ruang fiskal masa depannya lagi digadaikan buat nutup ambisi hari ini.
Seriously we need another riot. Di mana mahasiswa gen alpha?? Masa mau nunggu ekonomi hancur kayak 1997 baru demo.
I am following with deep concern what is happening in the Middle East and in Iran during this tumultuous time. Stability and peace are not achieved through mutual threats, nor through the use of weapons, which sow destruction, suffering, and death, but only through reasonable, sincere, and responsible dialogue.
HARI-HARI YANG MENENTUKAN SEJARAH AMERIKA DAN IRAN: PERANG ATAU DAMAI?
Jenewa kota yang indah, damai dan saat ini hawanya sejuk. Namun, jam-jam ini, hari-hari mendatang, kota yang penuh legenda ini bisa menjadi saksi sejarah. Bisa melahirkan sebuah “game change” yang berimplikasi besar pada perkembangan dunia.
Di penghujung Februari 2026 ini, tengah berlangsung sebuah perundingan dan negosiasi yang sangat penting. Juru runding Amerika Serikat tengah melakukan pertemuan tidak langsung (melalui mediator) dengan juru runding Iran. Banyak kalangan yang tengah menunggu hasil negosiasi itu, utamanya bangsa-bangsa di kawasan Timur Tengah. Sukses atau gagal? Bawa kedamaian, atau sebaliknya menyulut terjadinya peperangan yang dahsyat?
Semua tahu bahwa negosiasi, utamanya menyangkut masa depan proyek nuklir Iran itu sesuatu yang sangat rumit dan tidak mudah untuk membangun opsi yang bisa diterima kedua belah pihak. Kepentingan kedua negara sangat berbeda. Ketika perundingan tengah berlangsung, di kawasan Timur Tengah sedang berhadap-hadapan dua negara yang siap berperang. Para juru runding juga harus cerdas membaca pikiran kedua pemimpin yang memberikan mandat pada mereka, Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei. Membangun “harmoni” antara juru runding dengan para bosnya mungkin juga sesuatu yang tidak mudah.
Sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam resolusi konflik, baik pada tingkat nasional maupun internasional, saya mesti mengatakan bahwa sebuah negosiasi itu sangat melelahkan. Perlu kesabaran, kecerdasan, dan keuletan. Siap untuk berkompromi serta bersedia untuk sebuah “take and give”. Keinginan dan sasaran yang digariskan oleh kedua pemimpin negara juga harus sangat dimengerti.
Khusus negosiasi Amerika-Iran ini, saya mengamati bahwa kedua pemimpin mereka, Donald Trump dan Ali Khamenei memiliki “uniqueness”. Keduanya memiliki ego, ambisi dan juga “personal interest”. Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta “legacy” indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan. Ali Khamenei juga khawatir kalau sengketa sengit dengan Amerika ini, jika nasibnya naas, bisa berakhir dengan pergantian rezim dan “he must go”. Berarti, ini merupakan “survival interest” buat pemimpin Iran itu.
Banyak pihak yang memprediksi atau menyimpulkan jika perundingan ini gagal, maka perang besar pun akan segera meletus. Ibaratnya kondisi sudah matang. Tinggal menunggu komando Trump dan Khamenei.
Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak. Apalagi kalau para jenderal di kedua belah pihak, terus mengawal pengambilan keputusan para pemimpinnya. Trump dan Khamenei tidak akan gegabah dalam memerintahkan tentaranya untuk berperang. Terlalu tinggi risiko dan harga yang harus mereka bayar kalau keputusannya salah.
Ada catatan penting bagi seorang “commander-in-chief” untuk mengambil jalan perang guna memenuhi kepentingan nasionalnya.
Pertama, apakah perang itu harus dilaksanakan atau masih ada opsi yang lain? Inilah yang sering disebut “war of necessity” dan “war of choice”. Pada akhirnya, kedua belah pihak akan menentukan berperang atau menempuh jalan lain.
Kedua, negara siap berperang kalau kalkulasi rasionalnya menjamin bahwa perang dapat dimenangkan. Baik Trump maupun Khamenei harus bisa meyakinkan dirinya sendiri, dengan menggunakan logika dan akal sehatnya, bahwa perang yang ia pilih memang akan bisa dimenangkan. Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat yang dipimpinnya, yang memberikan mandat dan kepercayaan, suara mereka mesti didengar. Pertimbangan dan saran para jenderal dan petinggi militer juga mesti diindahkan, jangan terkubur dengan ego pemimpin yang kelewat tinggi.
Bagi Amerika yang boleh dikatakan terus sesumbar untuk menghancurkan Iran (meskipun belakangan Iran juga mengobarkan dan menjanjikan ancaman), perlu dipikirkan dalam-dalam sebelum mengambil keputusan untuk berperang. Maksud saya, jangan-jangan bagi Amerika menang perangnya sulit dicapai, kemudian “exit” atau mengakhiri peperangan juga tidak mudah dilakukan. Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan. Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan.
Terakhir, ada pesan dari seorang warga Indonesia dan juga warga dunia melalui media ini. Bukan hanya untuk Presiden Trump dan Ayatullah Khamenei, tetapi juga untuk seluruh pemimpin politik di dunia yang di tangannya ada sebuah tombol untuk memulai peperangan.
Begini pesan saya.
Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan. Kalau soal berkorban untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap mengorbankan jiwa dan raganya. Hal itu tidak perlu diragukan. Selama 30 tahun saya mengabdi di dunia militer, lima tahun saya pernah bertempur untuk Sang Merah Putih. Namun, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit. Ada kalimat indah yang mesti diingat oleh para pemimpin politik – presiden atau perdana menteri – “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for” (Prajurit tidak bertempur dan siap untuk mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka bertempur dan mati) *SBY*
DYSPAREUNIA (PAINFUL SEX)
LETS TALK ABOUT PAINFUL SEX WITHOUT SHAME BECAUSE SEX IS NOT MEANT TO HURT
IT IS MORE COMMON THAN YOU THINK.
READ. SHARE. REPOST
When Pleasure Hurts: A Woman’s Body Is Speaking, and We Must Listen
There is a story many women carry quietly, and it begins in a bedroom and ends in silence. It is the story of pain where pleasure is expected, and of endurance where joy should live. Dyspareunia is the name medicine gives to painful sex, and yet the experience itself has existed long before we learned to label it. As a gynaecologist, I say this without apology and without whispering: sex is not meant to hurt, and when it does, the body is not being dramatic, it is being honest. According to the guidance of the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists(RCOG), painful sex should never be dismissed, because pain is often a message, and messages deserve interpreters, and interpreters deserve time.
Sometimes the pain waits at the doorway of the vagina, like a guard refusing entry, and sometimes it hides deep inside the pelvis, like a secret with sharp edges. Superficial pain may come from dryness, from infections, from conditions of the vulva, and from the quiet hormonal changes of menopause or breastfeeding, when oestrogen slips away like a lover who forgot to say goodbye. Deep pain, however, may whisper the names of heavier things: endometriosis, pelvic infections, fibroids, ovarian cysts, or adhesions, and these are not small matters, even when they are spoken of in small voices.
But the body does not live alone, it shares space with memory and fear and culture. And so pain is not always only physical. Anxiety tightens muscles. Past trauma writes itself into tissue. Relationship stress creeps into nerves. Cultural shame sits heavily on the pelvis. The muscles clench not because they are stubborn, but because they are afraid. This is why silence is dangerous, and why secrecy delays healing. Many women think, This is normal, and so they endure. And endurance becomes habit. And habit becomes harm. Painful sex erodes self-esteem, strains love, dulls desire, and leaves emotional bruises that cannot be seen on a scan, yet they are real, and they are heavy.
It is also important to name things properly, because language shapes understanding. Dyspareunia means intercourse is possible, but painful, often because something medical can be found and treated. Vaginismus, on the other hand, is when the vaginal muscles tighten without permission, when the body says no even if the mind says yes. Dyspareunia says, 'Something hurts.' Vaginismus says, 'I am protecting you.' And sometimes, they walk together, hand in hand, pain and fear, feeding each other.
Care, when it is done well, begins with listening, and continues with gentle examination, and then with tests when needed, and imaging when the pain lives deep.
Treatment may look like lubricants or vaginal oestrogen for dryness, antibiotics for infections, hormonal therapy for endometriosis, physiotherapy for tense pelvic muscles, and counselling when fear or trauma is part of the story. This is not indulgence; it is medicine. This is not weakness; it is wisdom.
So let us say it clearly, and say it loudly, and say it without embarrassment: painful sex is common, and medical, and treatable. You are not broken. You are not abnormal. You are not overreacting. Your body is speaking, and it is speaking in the language of pain, and pain is a language we must learn to understand. Because pleasure should not require suffering, and love should not demand endurance, and silence should never be the price a woman pays for intimacy.
Menghadapi jalanan rusak, pejabatnya beli mobil harga miliaran rupiah pake duit rakyat. Rakyatnya naik motor batok geter yang rodanya goal-geol. Dari sini kita bisa menilai, selain ada kerusakan jalan raya, otak pejabat juga ternyata rusak