Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
InKonbini bukan datang sebagai game cozy simulator biasa, game simulasi minimarket ini bawa kenyamanan dgn cerita dan mengajak para pemainnya untuk fokus dan peka terhadap sekitarnya.
Berikut adalah review mimin yg action gamer banget nyoba review game cozy ✍️
Layvin Kurzawa brings out the Palestinian flag
on the pitch while celebrating Persib Bandung's championship victory 💙💙💙
#FREEPALESTİNE#Persibday#persibjuara
Orang yang gatau apa2 soal football culture diem aja mending
Negara kaya inggris, itali, spanyol kalo tim favorit nya menang juga udah pasti convoi. karena bagi mereka tim itu culture & identitas warga. so pls gausah alay, goblok & paling elitis. cuman setahun sekali juga!