@caerulena ‘Oh, God.’ Dalam hati Jennifer mengucap, mengamati raut milikmu yang mungkin disengaja kau lakukan——karena memang sangat ampuh bagi sang wanita yang lemah oleh fitur sepertimu. Siberian Husky yang sedang memelas ‘kah ini?
“Uh——ya benar sih!“ Ia mengaitkan tangannya pada lenganmu
@caerulena Kekehan pelan lolos dari celah bibir, membuatnya tiada pilihan selain menoleh dan kembali melihat wajahmu. Ia sejujurnya suka mendengar pertanyaan terakhirmu, berarti ampuh bukan?
“Tidak langsung di sini saja?” tanyanya, dengan intonasi jenaka di akhir kalimat. Ia meraih pipimu,
@caerulena Sang wanita terkekeh kala mendengar ucapan sosok terkasihnya. Apa ini yang namanya mencari-cari alasan supaya bisa menciumnya? Ia tidak komplain, lagipula ia juga tengah meminta.
“Ahaha! Geli, Sayang!”
Sudut kepala mencondong ke sisi berlawanan arah darimu, membuatmu dapat
@caerulena “Mmm nggak juga sih,” balasnya sambil mengibas helai rambut sejenak. Ia mendongak ketika sudah berada di hadapanmu, kemudian tersenyum lebar sebelum berjinjit dan memelukmu. “Aku cuma mau kelihatan tetap wangi dan cantik di depanmu?” Lalu mengedipkan satu matanya padamu.
lebih sering mengusikmu lagi. Apa aku harus menyusup ke rumah sakit di saat kamu lagi shift supaya ditangkap?” Tentu saja hanya bergurau. Mengatakannya dengan santai sambil memutarkan raga. @caerulena
@caerulena Niktopolion hanya tersenyum. Tubuhnya dengan lihai mengikuti gerakanmu——seakan begitu familier oleh langkah-langkah dansa yang kau lakukan. Helai panjangnya turut mengayun. Di saat seperti ini, ia juga terasa jauh dari peradaban modern.
“Benarkah begitu? Kalau begitu aku harus
@jolahoppa@caerulena Menghampiri Humphrey yang sedang memesan makanan karena mereka sebenarnya datang bersama, baru menyusul setelah selesai memancing. “Tidak perlu,” membalas sang wanita dengan tersenyum begitu sampai. “Terima kasih banyak, Nona.”
@caerulena terutama di masa lalunya.
“Omong-omong, kamu tidak risih denganku yang selalu mengusikmu, ‘kan?“ tanyanya, kali membuka suara seraya memulai langkah ‘tuk berdansa. Apalagi mengingat pertemuan pertama mereka itu.
@caerulena Cukup lama Niktopolion hanya menatapmu setelah menawarkanmu buat berdansa di bawah kembang api. Satu kuasamu memegang pundak, dan satunya berada di lenganmu——sebab kau berinisiatif meraih pinggangnya.
Tidak masalah, ia adalah orang yang pandai berdansa di posisi manapun,
@caerulena Niktopolion tersenyum, kemudian masih menoleh ke arah kembang api yang bersemangat memperindah diri di tengah udara. “Kau tahu, aku pernah membaca sebuah buku. Sepertinya cara menikmati pemandangan kembang api yang lain adalah dengan berdansa di bawahnya.”
"Kak Nikto! Sudah lama tidak bertemu kakak!" Sapanya pada salah satu kenalannya.
"Oh iya, silahakan diterima souvenir festivalnya! Selamat bersenang senang ya~"
"Kak Nikto! Sudah lama tidak bertemu kakak!" Sapanya pada salah satu kenalannya.
"Oh iya, silahakan diterima souvenir festivalnya! Selamat bersenang senang ya~"