Pagi ini saya mendapatkan kiriman lagi potongan video rapat Komisi II DPR RI, pada 29 April 2025. Yg bicara Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid. Masih soal tambang yang dikuras habis dengan cara yang cenderung mafioso koruptif dan destruktif pada lingkungan.
Di Kalsel daerah saya setelah tahun 90an kayu dieksploitasi, 2000-an batubara dikuras, sekarang marak tambang emas.
Ketua Komisi II adalah putra Kalsel yang tahu masalah, dekat dengan Crazy Rich Kalsel yg menurut kabar dan tulisan Dahlan Iskan "Datuk Merdeka" baru saja membeli usaha tambang Bayan seharga Rp 300 triliun.
Di Tanah Bumbu tempat tinggalnya selain ada bandara internasional, karena Menhubnya mantan anak buahnya; juga ada pabrik usaha Pindad yang baru dibangun. Kapal pesiarnya diberi logo Menhan, dstnya.
Ketika usaha tambang bercampur aduk dengan politik, ketika penguasa berkolusi dengan pengusaha, maka pidato Presiden Prabowo menegakkan Pasal 33 UUD 1945, hanya menjadi orasi tanpa konsistensi.
Hajar korupsi oligarki dan haji, tanpa kompromi!
Kita itu sebenarnya berhak maras dan kecewa kepada para penyelenggara negara yang tidak kompeten dan tidak becus mengurus negara ini, mereka sudah kita gaji beserta fasilitas super mewah.