ide melakukan hal seru sama pacar—atau siapapun yang boleh dicoba:
- donor darah (mudah dan berhadiah)
- menanam kaktus (relatif mudah dan tidak kotor)
- ikut aksi kamisan
- nonton film di IFI Thamrin (atau gedung kedutaan manapun)
- city tour bareng orang asing
Exposure kondisi luar Jawa di twitter ini emg beneran minim ya?
Sampai malam ini algoritma temlen belum liat ada bahasan tentang erupsi Gunung Lewotobi di NTT yg sampe merenggut banyak korban jiwa. 10rb warga sekitar gunung terdampak.
Semoga jadi atensi utama pempus juga. 🙏
lah mahasiswa kan paling seksi buat dijadiin budak, toh g pernah dilindungi hukum ketenagakerjaan apapun, baik sbg pemagang, asisten matkul, asprak, dsb
Makanya gaji asisten slalu telat, kdng habis CDT gaji terlambat cair, magang g dibayar
kl speak up? tinggal ancam pecat😋
Opini publik & media di Indonesia itu bisa ngga sih tdk mereduksi kompleksitas identitas & kehidupan perempuan yg jd korban KS & pembunuhan hanya sbg "gadis penjual gorengan"? Gambaran tragis yg dibuat u/ dukung konsumsi voyeuristic oleh publik. Ini jg bentuk patriarki, btw.
Setuju.
Namanya Nia. Bukan "gadis penjual gorengan". Namanya Nia Kurnia Sari. Dia anak perempuan yang punya nama, punya identitas, punya mimpi. Nyawanya direnggut sampah masyarakat. Jangan sampai kita merenggut identitas Nia juga.
😭😭 Kenapa kita semua harus menangis ketika keran ekspor pasir laut dibuka?
Pertama, saat ini banyak pulau-pulau kecil di Indonesia terancam tenggelam karena krisis iklim yang juga akan diperparah oleh tambang pasir laut. Beberapa pulau kecil bahkan sudah hilang.
Dear Pope @Pontifex,
In Indonesia, Sumarsih’s son was killed during a student protest in 1998. She stands in front of the presidential palace to seek justice every Thursday, for more than a decade.
She is a devout Catholic. Hopefully, you can meet her in person.
Pejabat daerah aja bisa semewah ini hidupnya, bisa punya akses uang untuk membiayai kehidupan pribadi yang ngga penting dan ngga ada urgensinya buat kemaslahatan masyarakat Indonesia.
Giliran peneliti di Indonesia bikin penelitian yang bermanfaat harus “ngemis” sana sini.
Salah satu alesan kenapa kita kalo kencan banyakan nge-mall & ngafe adalah kebijakan pemerintah.
Padahal harusnya kita bisa nge-date di public space macem taman atau perpus. Romantis dan gratis.
Kenapa harga buku lokal dan import mahal, ya karena kebijakan pemerintah. Mulai bea masuk 40%,ppn impor 10% & biaya-biaya lain 10%, sampai pajak kertas.
Salah satu alasan kita punya ipusnas yang lemot nan jelek itu karena kebijakan pemerintah. Coba kalau kebijakannya bagus, kita bisa pake overdrive. Lalu kalau mau akses perpus di daerah-daerah bisa pinjam via libby dan kalian bisa juga baca pake kindle/kobo😔
Gini guys, penolakan keras terhadap revisi UU Pilkada yg melanggar putusan MK ini tuh bukan soal PDIP, bukan soal Anies, Ahok, ataupun Pilkada DKI.
Ini soal “cara main” dlm demokrasi. Hukum TIDAK BOLEH diotak-atik sesuai kepentingan penguasa.
Ini jg soal menghadirkan pilihan